
đź–¤Bab.48.
PATNER BARU
Kecemburuan Aby membuat Dy ingin memperlihatkan siapa dirinya.
Mungkin dengan begitu Aby bisa menjauh darinya.
Dy mengambil koper yang berisi senjata rahasia dan membukanya diatas tempat tidur di samping Aby.
Kemudian Dy membuka pakaiannya, tinggal BH dan CD.
Aby melongo melihat Dy telanjang di dihadapannya.
Dy memakai celana Stocking warna hitam, kemudian Dy memasang Holster
dan menyematkan Pistol Agen
Setelah itu Dy memakai Rok mini skirt, baju kaos hitam dan Rompi anti peluru.
Topi Eiger menutupi kepalanya dan Kaca mata Agen yang bisa menge" Zoom " keberadaan lawan.
Terakhir Dy memakai sepatu Boots.
Mata Aby tidak berkedip melihat Dy memakai semua itu di depannya.
Persis seperti di film-film James Bond 007.
" Dy mau kemana?". Tanya Aby khawatir.
Suaranya mulai memelas.
" Aku tugas ". Sahut Dy menyambar tas gendongnya.
Sebelum pergi Dy mendekati Aby.
" Aku punya utang pijat denganmu ". Kata Dy mengecup bibir Aby.
Lalu Dy setengah berlari keluar menuju life. Aby hanya bisa bengong, tidak mengerti harus berbuat apa.
Seperti separuh jiwanya melayang.
Hanya Doa yang bisa Dia panjatkan untuk keselamatan Dy.
Baru Aby menyadari bahwa Dy bukanlah gadis biasa..
Lamborghini Aventandor itu melesat menyusuri jalanan yang padat.
Tidak sampai tiga jam Dy sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk.
Disini Dy tidak bekerja sendiri, XP 5 akan menemaninya.
Dy mencari tempat yang sudah di tentukan oleh XPostOne, seorang laki-laki telah menunggunya di atas Motor.
Dy turun dari Mobil dan menghampiri XP.5
Mereka saling memberi kode dan bercakap-cakap sedikit.
Brian tahu yang diajak bekerja sekarang adalah Putri Bosnya.
Brian sering mendengar berita bahwa putri bosnya ini tidak bisa di ajak main-main. Jangan harap bisa mencintainya, menyenggol badannya sedikit saja sudah mendapat resiko.
Mereka mengambil peran yang sudah di tentukan.
Undercover Mereka sebagai pasangan kekasih.
XP.5 nama samarannya Brian dan Dy adalah Diana.
Siang menjelang Sore, mereka sudah berada di Kapal penyeberangan.
Orang-orang yang mau menyeberang ke Banyuwangi cukup banyak.
Dy berpencar dengan Brian, Mereka mencari posisi masing-masing untuk memasang alat perekam.
Dy melihat orang-orang melempar uang koin ke laut dan anak-anak menyelam merebut koin seribuan itu. Miris.
Dy tidak tega melihatnya
Kapal sudah merapat di Ketapang.
Suasana sedikit mencekam, karena ada beberapa Polisi yang mondar mandir dengan senjata lengkap.
Berita penyusup yang membawa Bom mungkin sudah di antisipasi oleh jajaran ke polisian.
Kalau sudah begini penyusup pasti mengambil cara lain untuk menyeberang.
Dy dan Berian tidak jadi mengambil bagian di Pelabuhan.
Mereka terus berboncengan menuju Jember dan berhenti di rumah makan Jawa Timur di jalan gajah Mada.
Warung Makan ini cukup ramai, siapa tahu ada titik terang dari sini. Pikir Dy.
Dy dan Brian masuk kedalam dan menyalakan sensor sensitif di Jam tangan Mereka.
Jam tangan ini akan bergetar kalau ada orang membawa senjata api, Bom atau semacamnya.
Sensor bergetar mengarah ke Pojok di mana ada seorang Bapak berkunis dengan tiga orang laki-laki dewasa mengitari satu meja.
Dy dan Brian duduk tidak jauh dari Mereka.
Kaca mata Dy merekam apa yang mereka bawa. Tidak ada Bom atau sejenisnya, hanya ada ransel yang tergeletak disamping Mereka duduk.
Tapi di balik Jaket ke tiga orang itu ada senjata api terselip di pinggang masing-masing.
Ada pembicaraan menjurus ke penyewaan kamar.
Berarti ke tiga orang ini akan menyewa kamar di tempat Laki-laki berkumis itu.
Dy memberi kode kepada Brian untuk menempelkan alat perekam ke salah satu dari Mereka.
Brian menunggu situasi yang pas.
Orang-orang itu juga kelihatan gelisah dan menatap semua Orang yang datang belanja.
******