I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 26



đź–¤Bab.26


KETAHUAN VERSI ABY


Aby berusaha tidak percaya apa yang Dia dengar, tapi tetap saja ingatannya merekam semua pembicaraan Dy dengan teman Bulenya.


Tadi Aby tidak menyadari kehadiran Dy.


Mereka duduk di meja yang berbeda dan saling memunggungi.


Sebagai JM atau setaraf Manager kalau makan Siang memang di Restoran.


Tadi Aby tidak menyangka yang duduk dibelakang punggungnya adalah Sopir Mamanya atau Dy.


Dan anehnya Dy dan Aby saling memunggungi.


Aby baru sadar ketika mendengar suara Dy dan ketika Dy keluar dari Restoran.


Aby bergegas ke ruang Manager Scurity.


Dia lupa sekarang jam makan siang, ruangan Manager sepi.


Aby memutar CCTV. Aby tidak salah dengan penglihatannya dan pendengarannya.


Itu Dy....


Aby merasa nafasnya memburu.


Dia sangat yakin Dy pasti anak haram Papanya yang menghambur-hamburkan harta Papanya.


Aby kembali ke Ruangannya.


Kenapa Dy bisa punya Member Hotel Romero. Kecuali Dy anak Papanya.


Setelah lama berbincang-bincang dengan Jannet, Dy mulai menyadari, sudah waktunya Dy menjemput Aby.


" Jannet Aku akan pulang, sudah hampir Jam empat sore ". Kata Dy melihat Ponselnya.


" Ok. Aku menunggumu hari Sabtu ". Sahut Jannet berdiri.


Setelah pelukan dan Cepika Cepiki Dy langsung ke Basement.


Dy kaget melihat Aby sudah bersandar di Body Mobil. Matanya tajam memandang Dy. Kebetulan Dy tidak memakai kaca mata dan masker nya, jadi Dy tidak bisa menghindar dari tatapan Drakula Aby.


" Sore Boss...". Sapa Dy seenaknya.


Dy lalu membuka pintu Mobil dan naik ke Mobil.


Aby tidak menyahut, Dia duduk di belakang Dy.


Masa bodo. Pikir Dy.


Mobil melaju sedang karena Gama pulang sekitar Jam Setengah Lima.


Dy iseng melihat kaca Spion, pandangan mata Mereka bertemu.


Waduhh.....ternyata Aby juga menatapnya.


Cepat-cepet Dy memalingkan mukanya.


Selesai menjemput Gama Dy terakhir menjemput Nyonya Ida.


Kalau si Drakula memang selalu diam.


" Dy lebih baik Kamu membawa motornya kembali, supaya bisa tepat waktu". Kata Nyonya Ida.


" Motorku Bawa..". Sahut Gama.


" Ya Nyonya, trimakasih ". Jawab dy.


Dy kembali melihat kaca Spion.


Dadanya bergetar, karena Aby trus menatapnya dengan muka masam.


Apa sih maksudnya. Pikir Dy.


Seolah-olah Aby ingin memangsanya.


Badan Dy terasa lelah sekali. Mungkin juga karena begadang nungguin Aby.


Dy menyetir dengan pikiran jauh.


Setelah sampai di Rumah Nyonya Ida, Dy tidak langsung pulang.


Dy pergi ke Kamar istirahat, Bibi pasti sibuk ngurusi Bos Mereka yang baru datang. Dari Kamar istirahat Dy langsung meloncat ringan ke Balcon Aby.


Tas nya Dy letakkan disamping Sofa.


Kemudian Dy duduk dengan kaki di selonjorkan. Dy menutup matanya dan tidur.


Sehabis mandi Aby memakai Piyama, malam ini Dia ingin langsung tidur. Dia merasa kecewa dan tidak akan peduli lagi dengan Dy.


Tok..tok...tok...


"Aby... Aby....". Suara Gama diluar membuat Aby bangun dan membukakan pintu.


"Ada apa?".


" Ada Dy kesini?". Tanya Gama langsung masuk kedalam, matanya jelalatan melihat Kamar Aby.


" Ngapain Kamu mencari Dy kesini?, aneh banget ". Sahut Aby kesel.


" Masalahnya Dy sudah diberi Kunci Motor, tapi Motornya masih ada ".


" Biarin saja, mungkin Dy naik Gojek. Sudah sana keluar, Aku mau tidur ".


" Kakak Tidak makan?". Tanya Gama keluar dari Kamar.


" Sudah makan di Hotel". Sahut Aby lalu mengunci pintu.


Aby bergegas membuka pintu belakang dan benar, Dy duduk dengan mata terpejam. Aby merasa kasihan melihat Dy yang selalu menemaninya dengan cara yang tidak Aby mengerti.


Aby mengangkat tubuh Dy ke dalam dan menidurkannya di Kasur.


Dengan pelan Aby membuka sepatu Boots Dy, kemudian Aby membersihkan telapak Kaki Dy dengan Tissue basah.


Aby mengunci pintu belakang.


Dia tidur disamping Dy.


*******