I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 68



๐Ÿ–คBab.68.


BINGUNG


Dua Orang Cleaning Service datang untuk membersihkan Kamar.


Dy dan Aby menyingkir ke Living Room.


Mereka menyambung percakapan tadi yang terputus. Dy masih berpikir keras untuk menghindar dari tidur bersama.


"Sepertinya kalau Kita duduk di Pantai sampai pagi pasti enak ya". Kata Dy berusaha mencari ide lain, supaya lepas dari tidur bersama.


" Enak sekali, Kita begadang sampai pagi, besoknya Kita tidur di Kamar sampai malam". Sahut Aby.


Dy bergidik...siasatnya kurang jitu.


" Yank , kenapa sekarang bicaramu lancar, apa pertanda Kamu mau sembuh". Kata Dy menatap Aby.


" Setelah Aku tahu Kamu istriku, Aku langsung sembuh". Sahut Aby.


Dy langsung duduk lemas, tulangnya terasa semua rontok.


Dy berusaha menenangkan dirinya.


untuk sementara Dy akan bertahan.


Pasti akan ada solusinya.


Yang penting Aby cepat sembuh. Pikir Dy.


Setelah Cleaning Service pergi Dy lalu masuk kedalam meninggalkan Aby duduk sendiri.


Dy mencari Ponselnya lalu menghubungi Papanya.


Beck tidak bisa di hubungi. Sibuk..terus sibuk...sibuk...


Kemudian Dy duduk di sofa Chatting lewat WA.


" Paa...Aby tambah parah, Dy sudah menganggap Aku istrinya". ๐Ÿ˜ฃKirim...


" Ya...". ๐Ÿ‘Balas Beck.


" Paa..koq jempol?".๐Ÿ˜ฅ


" Oke..". ๐Ÿ˜


" Aku harus berbuat apa?".๐Ÿ˜ญ


" Terima dulu, Papa sibuk belum bisa ngasi solusi".๐Ÿ’—


" Tapi Aku jadi risih, was-was....".๐Ÿ˜ข Kirim...


Tidak dibalas...tunggu, mungkin Beck lagi sibuk.1menit 10 menit 15 menit...100menit... akhirnya Dy menutup Ponselnya.


Dy sudah putus asa.


Gama mulai bekerja seperti biasa, tidak ada yang tahu kenapa Gama lama cuti.


Semenjak kasus yang menimpa keluarganya, Gama menjadi pribadi yang berbeda. Tidak seperti biasanya, humoris dan tebar pesona.


Gara-gara Pak Burhan Mamanya menjadi pesakitan...


Gama juga memikirkan Aby yang tidak berdaya, kemalangan ini menumpuk membebani pikiran Gama...


dan terakhir Gama memikirkan Dy....


Dy yang terlambat Dia dekati,


Dy yang membuatnya patah hati...


Dy yang memilih Aby dari pada dirinya.


Dy yang cantik, dengan pesona yang mengagumkan, menebar gairah, membuat hasrat memuncak...


Aahhh....Gama menarik nafas panjang...


Umurnya sekarang sudah 24 tahun, sudah sepantasnya Dia punya pacar yang serius untuk sekedar membagi cerita lewat WA atau Instagram.


Tapi kenyataannya, Gama tetap sendiri.


Bukan tidak laku, karena Gama banyak bermain


Ponselnya berbunyi, Vivi mengontaknya.


" Gam.. jam berapa ke Polda?". Suara Vivi terdengar di seberang sana.


" Sepertinya Aku tidak bisa pergi, pekerjaanku banyak". Jawab Aby pelan.


" Kalau begitu Aku berangkat sendiri, nanti Aku khabari Kamu kalau ada perkembangan selanjutnya".


" Oke..trimakasih Vi ". Kata Gama lalu menutup Ponselnya.


Gama kembali melamun.


" Pak ini ada beberapa tagihan dari Suplayer....". Kata Mila bagian Processing membuyarkan lamunan Gama.


" Ya, Trimakasih Mil ". Jawab Gama pendek. Mila menaruh maap itu diatas meja dan permisi tanpa respon dari Gama.


Mila heran Gama tidak seperti biasanya. Tidak ada senyum ceria dari Gama, atau rayuan gombal dari Gama.


Ada apa gerangan?.


Ingin rasanya Mila ikut lebur dalam masalah yang Gama hadapi.


Membantunya dengan tulus atau sekedar mendengar keluhan-keluhan yang keluar dari mulut Gama.


Tapi mungkinkah itu?


Sebenarnya Mila sudah lama menaruh hati sama Gama, tapi Gama kelihatan kurang serius menanggapi.


Apa karena Mila kurang cantik?


Ntahlah...karena kecantikan relatif, tergantung orang yang memandangnya.


*******