I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 70



đź–¤Bab.70.


BERTEMU GAMA.


Aby membiarkan Dy keluar, Aby lebih memilih membuka kopernya.


Ntah apa yang di cari.


Kemudian Dy pelan-pelan masuk, memperhatikan tingkah Aby.


Dy tersenyum.


Selesai mandi Dy tidak mendapatkan Aby di Kamar.


Pikiran Dy melayang ke sosok Waiter yang membawakan Dy Coklat.


Seorang gadis muda, dengan kulit putih dan muka bundar...


Dy melihat Ponselnya, baru pukul 09.45.


" Yank, mau kemana?". Tanya Aby memandang penampilan Dy yang Modis.


" Kita akan Breakfest di Restoran ". Sahut Dy. Menyuruh Aby mengganti baju.


Pagi ini sangat cerah, Dy memakai Skinny Jeans black dan T-Shirt putih.


Aby juga menyelaraskan penampilannya dengan Dy.


Body Aby yang atletis dengan wajah Macho membuat Karyawan Hotel semua melirik.


Dy membiarkan Aby menggandeng tangannya. Sesekali Aby memamerkan kemesraannya di depan Karyawan Hotel.


" Dy......". Panggil Gama ketika Dy menuju Restoran. Aby dan Dy menoleh.


" Gama.... Kamu mau sarapan juga?". Tanya Dy memandang Gama, matanya melirik sekilas ke Aby. Terlihat raut wajah tidak suka dari muka Aby.


" Aku sekarang tidak pernah makan di Rumah. Bibi juga masih berdua saja, Bi Narti sudah berhenti". Jelas Gama tanpa di minta. Dy diam, perasaan kasihan muncul dari hatinya.


" Kalau Kamu mau, Kamu boleh sesekali ke Suite Room ". Sahut Dy.


" Tapi Kami jarang ada di tempat. Pastiin kalau mau datang telepon dulu. Jangan sembunyi-sembunyi.". Timpal Aby menatap kesal kepada Gama.


" Apa Aby sudah sadar Dy?". Tanya Gama spontan.


" Belum Gam....kalau sudah, pasti Dia menyapamu tadi". kata Dy.


Mereka bertiga berjalan berendeng menuju Restoran.


Tamu lumayan banyak.


Dy salah tingkah karena Gama terus memandangnya.


" Aku ingin sakit seperti Aby, supaya bisa dekat denganmu ". Sahut Gama lirih.


Dy cuma tersenyum.


Dy merasa kasihan melihat Gama.


Pertama kali Dy menjadi sopir Gamalah yang sering membuatnya tertawa.


Gama juga sering membuatnya kesal, tapi Dy selalu akan tersenyum kalau Gama sudah minta maaf.


Sekarang keceriaan dan sifat humoris Gama hilang, Gama menjadi pendiam.


Setelah mengambil Makanan Mereka duduk satu meja bertiga.


Dy diam-diam mencubit Aby, supaya mulutnya tidak ikut berkomentar, saat Gama memohon supaya bisa bersama ikut di Suite Room.


Aby kelihatan sangat kesal.


" Untuk ikut menginap di Suite Room tidak bisa Gam, Aby akan marah terus karena Aby menganggapku sebagai istrinya.


Bisa-bisa Kamu cekcok tiap hari dengan Aby ". Kata Dy berusaha mencari alasan supaya Gama mengurungkan niatnya.


" Nasib Aby selalu lebih bagus dariku ". Sahut Gama kecewa.


" Jangan pesimis, hidup selalu berubah, kadang di atas, kadang di bawah.


Yang penting Kita tetap berusaha dan semangat. Jangan lupa berdoa". Kata Dy menatap Gama.


Dy menyudahi sarapannya pagi ini. Mereka lalu beranjak keluar dari Restoran.


Gama hampir tidak mau melepaskan tangan Dy, kalau Aby tidak protes.


"Lepaskan tangan istriku". Bentak Aby matanya melotot.


Dy hampir tertawa melihat tingkah Aby. Gama tersenyum kecut mendengar suara Aby yang membuat tamu-tamu yang lewat memandang Mereka.


Gama melepaskan tangan Dy, tapi mata Gama mengerdip sebelah kepada Dy.


Aby menarik tangan Dy dan memeluknya di depan Gama.


Gama geli melihat Aby yang cemburu.


Dasar orang gila. Umpat Gama dalam hati.


Semoga Aby gila beneran!! kutuk Gama kesal.


*******


.