
đź–¤Bab.10.
KEBENGKEL
Lagu Always Remember Us This Way dari Lady Gaga mengiringi perjalanan Dy ke Bengkel.
Untung Dy cepat ke Bengkel, karena hari Sabtu cuma sampai Pukul 11.00 saja.
Dy masuk kedalam, menunggu antrean.
Seorang Cowok mendekatinya.
Dy paling tidak senang ada yang mau kenalan pada saat Dy menjalankan tugas.
" Hallo Mbak, Servis mobil ya ". Kata Cowok itu mendekati Dy.
Kebetulan Dy tidak memakai Kaca mata dan Masker, jadi Wajah cantiknya menarik perhatian cowok-cowok di Bengkel.
Korban pertama adalah Dimas.
" Ya Dik ". Jawab Dy acuh. Sudah tau, nanya lagi. Bathinnya.
" Kenalkan Saya Dimas umur 24 tahun ". Kata Dimas karena kesal di panggil Adik.
" Saya Diana umur 30 tahun ". Sahut Dy asal, lalu pergi menuju Mobilnya.
Dimas penasaran sama tingkah Dyana. Cewek ini aneh banget. Pikirnya.
" Biarpun 30 tahun yang penting masih Orisinil ". Kata Dimas di belakang Dy.
" Maaf ya, sudah punya Anak tiga". Sahut Dy tanpa menoleh.
Dimas semakin ingin tahu siapa gadis ini.
Kebetulan Mobil mereka bersamaan selesainya.
Dy mengirim Nota pembayaran lewat WA kepada Nyonya Ida.
- Nyonya ini notanya silahkan Anda bayar lewat Banking Bank- Dy menambah caption di bawahnya.
Kemudian Dy naik ke Mobil, tidak lupa Dy memakai masker dan kaca mata.
Dimas memperhatikan tingkah Dy dari dalam Mobil. Dimas sangat tertarik dengan gadis ini.
Sebagai seorang Intel tentu saja Dy tahu Dimas memperhatikan Dy dari dalam Mobilnya.
Mobil Dimas mengikuti Mobil Dy. Pertamanya memang pelan jalan Mobil Dy, tapi setelah lampu merah Dimas sudah kehilangan jejak. Jalan Mobil Dy seperti terbang.
Tapi Dimas merasa bersyukur karena Dimas masih mengingat Plat Mobil Dy.
Mobil Pajero itu berbelok ke Restoran Nusantara.
Dy mau mengisi perut dulu.
Sampai di rumah Nyonya Ida, Dy langsung ke Dapur.
Dy mau tertawa melihat gerak gerik Gama, kaca mata Dy meng Zoom apa yang Gama kerjakan.
Mungkin sudah dari tadi Gama menunggunya.
Dy menurunkan maskernya dan ikut mencicipi masakan yang Bibi buat.
" Kurang garam Bi ". Kata Dy menambahkan garam Himalaya sedikit.
" Nanti Kita makan ketoprak". Kata Bi Ijah senang melihat Dy sudah datang.
" Saya sudah makan Bi ". Sahut Dy lalu duduk di kursi yang ada di Dapur.
" Sepertinya Tuan Gama curiga kepada Dy, Tuan menanyakan Kami Siapa sebenarnya Dy ". Kata Bi Narti memandang Dy.
" Terus Bibi bilang apa kepada Tuan ".
Tanya Dy.
" Kenapa Tuan curiga kepada sopir, Apa Tuan naksir kepada sopir?".
" Gak level, Gitu katanya ".
Dy tertawa mendengar pengaduan Bibi.
" Hati-hati sama Tuan Gama, Dy itu mata keranjang". Kata Bi Ijah serius.
Bi Ijah tidak menyadari bahwa Gama sudah di belakang Bi Ijah.
" Ga level Bi, turun derajat Saya kalau sampai kecantol sama orang mata keranjang ". Sahut Dy menyindir sambil tertawa.
" Bi Ijah, jangan buka rahasia ". Seru Gama membuat Bi Ijah kaget.
Gama langsung duduk disamping Dy.
" Orang sombong tanda tak laku". Kata Gama menatap bibir Dy.
"Bi...yang mana harus di bawa ke ruang makan ". Kata Dy, mengalihkan perhatian Gama.
" Yang ini Dy ". Sahut Bibi membantu Dy menghindar dari Gama.
Dy berdiri membantu Bibi mengatur makanan di meja makan.
Gama juga ikut membantu.
" Kamu mau kemana nanti Malam". Kata Gama mendekati Dy.
" Pergi sama Suamiku ". Sahut Dy.
" Kamu senang sekali bohong, Kamu belum punya Suami khan?". Kata Gama.
Dy tersenyum manis membuat Gama tambah kesemsem.
*******