I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 20



đź–¤Bab.20.


BERKELAHI


Dy membelokkan Mobilnya ke IBC, Dy mau mengajak Aby makan Ikan Bakar Cianjur.


Aby tidak mau turun dari Mobil, akhirnya Dy membukakan Aby pintu.


" Makan dulu sudah siang ". Kata Dy menggemgam tangan Aby.


Baru Aby mau turun setelah Dy bersikap mesra. Dy memilih tempat di luar dekat Kolam Ikan supaya lebih santai.


Tanpa menunggu persetujuan Aby, Dy memesan satu paket Ikan Bakar beserta nasi liwet dan tumis pucuk Labu.


Dy salah tingkah kalau berhadapan dengan Aby, karena Aby jarang ngomong dan selalu menatapnya. Tidak seperti Gama yang enak diajak ngobrol, walaupun Gama agak genit.


" Tuan..ng..ng...tidak pusing lagi khan?". Tanya Dy berusaha mencairkan suasana kaku. Aby tidak menjawab, matanya tertuju kepada ikan-ikan di kolam.


Dy menghela nafas panjang, berusaha sabar. Sebenarnya matanya sudah ngantuk.


Dy pindah duduk disamping Aby, Dy sudah tidak peduli, badannya sudah lelah.


Pesanan sudah datang, untung Aby mau makan, walaupun mulut Aby masih bungkam. Aby makan dengan lahap, Dy senang melihatnya. Harusnya Dy memilih menjadi Sopir Aby, bukan Sopir Nyonya Ida. Karena Aby yang menjadi Target.


Beck salah memposisikan Dy.


" Apa Kita langsung pulang?". Kata Dy ketika Mereka sudah keluar dari IBC.


Aby ngambeknya kepanjangan, bikin Dy gregetan saja. Kalau bukan karena tugas mungkin Dy sudah meninggalkan Aby dipinggir jalan.


Dy juga bingung mau diajak kemana Aby, masalahnya baru jam dua belas siang, sedang panas-panasnya.


Dy ngerem mendadak dan meminggirkan Mobilnya, ketika ada motor Trail membikin ulah didepannya.


Dua orang Cowok turun dari Motor dan menendang bemper Mobil Aby.


" Diam sini, jangan ikut keluar". Kata Dy kepada Aby. Dy keluar dari Mobil.


" Apa maksudmu menendang Mobil ". Teriak Dy. Kedua Orang itu tidak menggubris, malah langsung mengeroyok Dy. Perkelahian tidak bisa dihindari lagi.


Satu lawan dua. Kedua orang itu membawa senjata tajam.


Berhubung kejadiannya dipinggir jalan, otomatis menjadi tontonan.


Aby tetap diam di Mobil, Dia sangat percaya dengan kehebatan Dy, makanya Dia tidak khawatir.


Aby sangat kagum sama Dy, pujaan hatinya.....


Menjadi tontonan orang, tidak diinginkan oleh Dy, sebelum banyak yang nonton Dy cepat mengeluarkan pistol dari pinggangnya dan menembak ke atas menberi peringatan. Tapi kedua orang itu tidak menyerah, tambah ganas menyerang.


Jalan terakhir adalah Dy melompat ke Mobil dan memutar badan di udara sambil pistolnya menumpahkan dua peluru mengenai masing-masing Kaki kedua orang itu.


Permainan selesai, karena ada seorang laki-laki yang memakai masker dan topi Pet memborgol tangan penjahat itu.


Dy cepat naik ke Mobil dengan nafas memburu, sebelum Polisi datang Dy harus pergi. Kekagumi Aby berubah menjadi kengerian setelah melihat Dy mencabut pintol dari pinggangnya dan menembakkan ke Kaki penjahat itu.


Muka Dy marah, matanya yang Indah terlihat mengerikan.


Setelah sampai di garasi Dy langsung mengambil Ponselnya dan menelepon Beck dengan bahasa Inggris dan beberapa bahasa yang Aby tidak mengerti.


Aby terus memperhatikan gerak gerik Dy yang Maskulin. Tidak ada tampang Sopir, Aby yakin Dy ini Reserse dari Polda.


"Turun Kamu, jangan keluar, diam di Kamar, nanti malam Aku kesini ". Perintah Dy memandang Aby. Sudah tidak ada kata "Tuan" lagi dari mulut Dy.


Suara Dy tegas tanpa senyum dan tanpa basa basi. Sebelum Aby turun Dy sudah setengah berlari keluar Rumah.


Sebuah taxi telah menunggunya.


Aby menarik nafas dan membuangnya kasar. Hari ini Dia merasa kalah level dengan Dy.


Ternyata Dy bukan gadis sembarangan yang Dia pikirkan selama ini.


Aby turun dari Mobil berjalan gontai ke dalam Rumah.


" Mana Dy Kak?". Tanya Gama menghadang Aby di ruang tamu.


" Sudah pulang ". Sahut Gama pendek.


Terlihat kekecewaan di mata Gama, tapi Aby tidak peduli. Tadi juga Dia lama menunggu Gama dan Dy.


Aby masuk ke Kamarnya.


Setelah mengunci pintu Aby langsung merebahkan badannya di Kasur.


Bayangan Dy tidak lepas dari dirinya.


Aby mengambil Ponselnya dan menghubungi Dimas.


" Dim...ternyata Sopir Mamaku bukan cewek sembarangan". Kata Aby bangga.


" Gimana ceritanya? ". Tanya Dimas.


Akhirnya Aby bercerita dengan menggebu-gebu. Dimas cuma diam, Dia duluan tahu. Cuma Dy mengancamnya menyuruh Dia tutup mulut.


" 0ow gitu....". Tanggapan Dimas singkat yang membuat Aby heran.


" Dim, Kamu tidak kagum dengan Dy?".


" Aku sangat kagum, sampaikan Cintaku padanya ". Sahut Dimas sambil tertawa.


" Langkahi dulu mayatku ". Kata Aby ikut tertawa.


" Kita bersaing dengan sehat...". Sahut Dimas. Mereka lalu ssling mengejek.


Akhirnya Aby menutup Ponselnya.


*******