
đź–¤Bab.37.
MENGAMUK
Belum sampai Dy di Dapur sudah terdengar suara benda pecah.
Dy dan Bibi cepat ke Ruang Tamu.
Aby terlihat lari ke atas.
" Bi hati-hati banyak beling, Aby membanting gelas ". Kata Dy.
Bi Narti dan Bi Ijah membersihkan beling yang berserakan.
" Saya mau ke atas dulu ". Kata Dy lagi.
" Ya cepat ke atas supaya Tuan tidak ngamuk ". Sahut Bi Narti. Sepertinya Mereka faham kalau Tuan Mereka menyukai Dy.
" Mau kemana Kamu ". Gama menghadang ketika Dy mau ke Kamar Aby.
" Aku mau ke Kamar Aby, kamu jangan bikin masalah ". Jawab Dy kesel.
" Biarin saja ntar juga baik ". Kata Gama.
" Aku cuma mau lihat sebentar, setelah itu Aku mau pulang". Sahut Dy.
Akhirnya Gama ikut ke Kamar Aby.
Kamar Aby tidak di kunci. Terlihat Aby tidur tengkurap.
" Kak...". Panggil Gama. Aby tidak respon.
" Aby, mumpung belum terlalu malam, Kita keluar yok ". Kata Dy mendekati Aby.
Aby diam. Dy duduk di Sofa memutar otak.
" Gam Aku mau pulang aja kalau gitu,
Ini kunci Motormu". Kata Dy menyerahkan kunci dan STNK.
" Terus Kamu naik apa?". Tanya Gama.
" Gampang ". Sahut Dy keluar dari Kamar Aby. Dy menolak ketika Gama mau mengantarnya pulang
Dy keluar menuju Apotik 24jam.
Sampai Disana Dy mengambil Ponselnya dan mengontak Aby.
Lama sekali Aby tidak mengangkat Ponselnya. Akhirnya Aby mau menjawab.
" Ada apa, biarin Aku mati saja". Suara Aby langsung menohok tanpa basa basi. Dy jadi ketakutan.
Bagaimana kalau Aby Mati, bisa-bisa Beck akan memarahi dirinya.
Aby langsung melompat dari tempat tidur dan mengganti pakaiannya. Dia juga membawa pakaian ganti.
Ingin sekali Dia menunjukkan kepada Gama bahwa malam ini Dia juga akan pergi dengan Dy.
Akhirnya Kamu menyerah Dy. Gerutu Aby.
Dy menunggu Aby dengan khawatir. Pikirannya melayang ke Beck. Dy takut kalau Beck mengatakan misinya gagal.
Gagal berarti terbunuh atau bunuh diri.
Mobil Aby sudah datang, Dy senang.
Aby keluar dari Mobil dan Dy langsung memeluknya.
" Kamu tidak apa-apa khan? ". Tanya Dy cemas. Aby menggeleng, Aby tidak menyangka Dy mengkhawatirkan dirinya.
Sekarang Aby sudah tahu cara jitu untuk membuat Dy tunduk dengannya.
Aby naik ke Mobil dan sekarang Dy menyetir Mobilnya. Dy berusaha terus tersenyum kepada Aby, padahal Dy merasa capek sekali.
" Kamu harus makan dulu ". Kata Dy membelokkan Mobilnya ke Rumah Makan Minang.
" Aku makan di Hotel saja ". Sahut Aby.
" Tidak!!. Kamu harus makan sekarang supaya tidak sakit ". Kata Dy kekeh.
Dy menggandeng tangan Aby masuk kedalam dan menyuruh Aby duduk.
Dy memesan Satu porsi nasi isi Rendang, Paru goreng, Perkedel kentang, Sayur dan Sambal Ijo dan kuah rendang.
Minumnya 2gelas air jeruk hangat.
" Kamu tidak makan?". Tanya Aby ketika makanan datang cuma 1porsi.
"Tadi sudah makan, Aku minum saja". Sahut Dy.
" Tadi makan apa dengan Gama?".
" Makan Mie ". Jawab Dy pendek.
" Cuma Mie ". Kata Aby seolah mengejek.
Loe gak tahu yang gue makan Mie Udon yang harganya seporsi 60ribu. Bisik Dy dalam hati.
Selesai makan Aby membiarkan Dy membayar ke Kasir. Aby sudah tahu pasti Dy akan membayar. Dy seperti laki-laki sungguh nyaman di ajak pergi.
Dibayarin kalau makan, di rayu kalau ngambek, di bela kalau diganggu orang.
Pokoknya Dy selalu pasang badan untuk dirinya. Satu saja yang kurang dari Dy, bahwa Dy belum mencintainya.
*******