
đź–¤Bab.12.
JOGGING.
Cuaca pagi ini sangat cerah.
Abyshaka sudah dua kali mengitari Lapangan Renon.
Dia Jogging ditemani Dimas teman setianya. Dimas adalah temannya dari SMA sampai sekarang.
Ke akraban Mereka tidak perlu di ragukan lagi.
Sampai ada yang menilai bahwa hubungan spesial Mereka adalah karena Mereka sebenarnya "Gay".
Tapi kecurigaan itu terpatahkan, karena Abyshaka kerap kelihatan menggandeng seorang gadis bernama Vivi Sumantri, anak dari Bapak Burhan Sumantri.
Setiap Minggu pagi, Lapangan ini penuh sekali dengan orang-orang yang mau Olah Raga.
Biasanya Aby nge gym, tapi hari ini Dia mengalah demi Dimas.
Sudah beberapa kali Dimas minta di temani Jogging, sekarang baru kesampaian.
Disamping Jogging tentu Dimas punya maksud tertentu , yaitu cuci mata.
Siapa tahu ada yang kecantol, mumpung Dimas lagi jomblo.
" Aku heran semenjak Kamu megang jabatan, Kamu jadi Kaku dan tambah pendiam ". Kata Dimas mengomentari tingkah Aby yang berubah drastis.
" Perasaanmu Saja, Aku biasa saja. Memang semenjak Papa meninggal Aku sangat terpukul ". Sahut Aby pelan.
" Itu sudah takdir, semua Orang akhirnya akan meninggal. Kita hanya bisa berikhtiar saja".
" Aku gak terimanya, karena Papa tidak ada riwayat sakit, dalam artian Papa hidup sehat, rajin olah raga, menjaga pola makan, selalu dalam pengawasan seorang Dokter. Kami juga punya Dr pribadi ". Sahut Aby.
" Jaman sekarang penyakit banyak sekali, walaupun Kita sudah hidup sehat, tapi Virus semakin banyak saja. Kita cuma bisa pasrah dan berserah sama Tuhan ". Kata Dimas menghentikan langkahnya.
Dimas mengajak Aby duduk di bawah pohon Akasia, nyelip di antara banyak orang. Ngobrol asyik tanpa beban, menikmati body-body sexy yang lewat.
Pagi beranjak siang, tapi orang-orang tetap bertahan. Mereka ber jogging atau sekedar lewat.
Tapi ketenangan itu berubah jadi keributan, seorang Ibu sedang naik motor dijambret.
Ibu itu jatuh dari motor.
Terjadi tarik menarik antara Ibu dan si penjambret.
Akhirnya Ibu itu terpaksa melepaskan tasnya.
Dua penjahat itu, mau tancap gas, tapi tendangan maut keburu menghantam motornya dan kedua cowok itu bisa dilumpuhkan walau terjadi perkalian seru.
Setelah Cowok itu di ringkus,
Orang-orang pada ribut ingin menghakimi, untung Polisi keburu datang.
Semua orang kagum melihat si penolong. Seorang gadis cantik yang bernama Valuma Uvassa meringkus kedua penjambret itu.
Dia tidak salah lihat, Dyana memakai Baju senam Aerobik dan sepatu cats.
Rambutnya di kuncir Kuda.
Dimas mau memanggil tapi tidak jadi.
Banyak orang yang membantu Ibu itu berdiri, tapi lebih banyak yang mengambil gambar untuk di upload di Ponselnya.
Dy cepat menyelinap pergi sebelum Polisi meng introgasinya.
Suasana berul-betul riuh sperti Pasar.
" Hebat sekali cewek itu ".
Kata Aby.
Dimas tidak mengindahkan Omongan Aby, matanya terus tertuju kepada Dy.
"Kenapa Kamu melotot melihat
Cewek itu?". Tanya Aby ingin tahu.
" Cewek itu inceranku, tapi kenapa Dy ada disini ya". Kata Dimas heran.
" Kamu kenal sama cewek itu?". Tanya Aby.
Akhirnya Aby bercerita tentang pertemuannya di Bengkel dengan Dy .
" Mendengar ceritamu dan mencocokan Plat Mobil yang Kamu ingat, sepertinya Kamu ngomongin Sopir Mamaku". Kata Aby tersenyum memandang Dimas
" Dyana itu Sopir Mamamu??".tanya Dimas memandang Aby.
" Ya, cuma Aku ragu kalau cewek itu Kamu sangka Dyana ". Kata Aby serius.
Sopir di rumahnya tidak secantik itu. Malah kelihatan jadul.
Pakai kaca mata dan masker mulut.
" Ya ampun, Dyana itu Sopir Mamamu??, tahu gitu Aku main kerumahmu ".
Kata Dimas serius.
" Sadar...sadar.....Belanda masih jauh......
Jangan halu....".
Canda Aby kembali ke lapangan.
" Aku yakin banget itu Dyana ". Kata Dimas lagi.
Aby juga akhirnya ikut penasaran, Dy ingin memata - matai Dy.
*******