I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 44



đź–¤Bab.44.


KE BAR.


Dy bangun dan mengambil air mineral di atas Kulkas.


Matanya memandang Aby.


" Aby Kamu tidak pulang?". Tanya Dy sambil menghabiskan segelas air mineral.


" Aku belum mengajarimu". Kata Aby.


" Aku akan belajar di Kantormu besok".


Sahut Dy sambil mempersilahkan Aby mengambil minuman di Mini Bar.


" Aku bukan peminum, jadi di Mini Bar hanya ada minuman ringan". Sambung Dy bohong, padahal Dy terpaksa minum karena tuntutan tugas.


Dy memandang Aby yang membuka Kulkas dan memilih minuman ringan.


Aby duduk sambil minum, pikirannya galau. Antara perasaan suka dan perasaan dendam bercampur jadi satu.


" Aku pulang sekarang, besok Aku tunggu Kamu di Kantorku". Ucap Aby lalu berdiri.


Setelah kepergian Aby, Dy langsung keluar menuju life.


Dy ingin tahu keadaan Hotel nya.


Sebagai Owner bayangan, tentu Dy harus belajar banyak seluk beluk Hotel dan bagaimana cara menanganinya.


Malam ini Dy akan nongkrong di Bar berbaur dengan tamu yang lain.


Tapi rencana itu buyar karena semua karyawan sudah mengenalnya, malahan Dy di layani dengan hormat oleh seorang Bartender handal.


Seorang Bule Italy mendekatinya dan mengajak Dy ngobrol santay sambil minum Cocktail.


Dy selalu kagum melihat Bule, karena badan Mereka tinggi-tinggi dan rata-rata Mereka ganteng-ganteng.


Seperti Bule di depannya yang bernama Christian, sangat ganteng dengan mata coklatnya yang berbinar kalau memandang Dy.


" Kamu lama di Bali?". Tanya Dy kepada Christian. Memakai bahasa Inggris.


" Aku hanya seminggu dan Kamu berapa hari menginap disini?". Tanya Christian membuat seorang Bartender tersenyum, karena Bule itu tidak tahu bahwa yang di ajak bicara adalah yang punya Hotel.


" Mungkin juga seminggu ". Jawab Dy enteng.


Dy terpaksa meladeni Christian minum. Sebagai intel Dy tahu cara minum yang tidak memabukkan, karena Dy sudah terlatih.


Sayang Aby sudah tidur karena jarum jam sudah menunjukan pukul 01.30 malam.


Dy ingin membuat Aby kesal, dan Aby akan marah besar.


Setelah itu Aby tidak akan datang-datang lagi dan Dy akan bebas.


Kadang-kadang Dy juga kagum melihat Aby yang ganteng, tapi sebatas kagum saja.


Malam ini Dy merasa punya teman yang cocok di ajak ngobrol.


Christian adalah seorang pembinis alat-alat berat di Negaranya.


Ini sudah ke tiga kalinya Christian ke Bali dalam rangka liburan.


Dan baru sekali ini Christian menginap di Uvassa Hotel.


Hotel ini baru di beli oleh Beck sekitar setahun yang lalu dan dibawah naungan Starwords.


Dan Jenderal Managernya adalah Hendrigo Orang Asing.


Komunikasi yang di pakai di Hotel adalah Bahasa Inggris.


Malam semakin larut, Dy menyudahi obrolannya dengan Christian.


Christian berusaha menahan Dy, tapi Dy sudah ngantuk.


" Aku harus pulang ". Kata Dy .


Terlihat dari sikap Christian yang keberatan melepas Dy.


" Aku akan menghubungimu besok". Kata Christian setelah Dy memberi nomor kontaknya.


" Ok. Aku balik dulu". Sahut Dy kembali ke suite Room.


Sampai di Kamarnya Dy langsung ke Wastafel, jarinya mencolok mulutnya dan Dy memuntahkan semua minuman yang tadi masuk ke lambungnya.


Dy membasuh mukanya dengan air hangat.


Kemudian Dy naik ketempat tidur dan Dy sudah tidak ingat apa-apa lagi.


Semoga malam ini Dy tidak mimpi buruk.


******