I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 16



đź–¤Bab .16.


ABY SAKIT


Aby dengan susah payah bangun dari tempat tidur. Kepalanya terasa pening.


Hari ini Aby Off sehari.


Tadi malam Dia tidak bisa tidur, wajah Dy selalu terlintas dalam pikirannya.


Aby sangat terkesan akan tingkah Dy yang tegas sedikit maskulin.


Ponsel Aby berbunyi,.Suara Dimas terdengar di seberang sana.


"Aby Aku akan kerumahmu ".


" Aku baru bangun, belum mandi". Sahut Aby serak.


" Ya mandilah dulu ". Kata Dimas langsung menutup Ponselnya.


Kepalanya betul-betul sakit. Aby melihat Ponselnya, ternyata sudah pukul 10.15 menit..Cepat-cepat Aby mandi, Dimas akan datang.


Habis mandi Aby tidak kuat, badannya terasa menggigil, kembali Aby berbaring.


Mobil Dimas masuk ke pekarangan, Bi Inah menghampiri Dimas.


" Bi Aby ada? ". Kata Dimas sopan.


" Belum bangun Tuan ".


" Belum ada turun Bik?". Tanya Dimas.


" Belum ada sarapan ". Sahut Bibik mengantar Dimas ke dalam.


Mata Dimas jelalatan, berusaha mencari sosok Dy. Tapi yang di cari tidak ada, karena saat ini Dy nangkring di atas pohon mangga di kebun belakang.


Sudah tiga hari Dy bekerja disini, tapi belum menemukan apa yang dicari.


Kemudian Dy meloncat turun karena mendengar Bibi memanggil namanya.


"Ada apa Bi.....". Tanya Dy santai.


" Dy cepat, Tuan Aby sakit". Teriak Bibi.


Dy kaget dan melompat langsung ke lantai dua.


Semua Bibi kaget melihat Dy terbang.


Dy setengah berlari ke Kamar Aby.


Dimas kaget melihat kehadiran Dy, cepat Dimas menyingkir.


" Siapa Kau ". Tanya Dy kepada Dimas tanpa menoleh.


" Aku Dimas teman Aby ". Sahut Dimas grogi. Dia ingat pristiwa penjambretan.


Dy tidak menjawab dan langsung memeriksa Aby.


Dy keluar dari kamar dan menghubungi Beck. Seorang Dokter akan memeriksa Aby. Kata Beck singkat.


Dy memperhatikan wajah Aby dan memeriksa tangan Aby.


" Apa tidak sebaiknya di obati, di panggilin Dokter, dari pada Kamu mondar mandir memeriksa seluruh tubuh Aby ". Akhiri Dimas berkomentar.


Seorang Dokter tiba-tiba datang. Dy kaget.


" Pagi, Saya di suruh memeriksa Tuan Aby. Saya mohon semua keluar". Perintah Dokter itu. Rahang Dy tiba-tiba mengeras.


Dimas sudah mau keluar tapi tidak jadi, karena ada Dokter lain masuk.


" Maaf Dok, ini Dokter yang saya panggil ". Kata Dy berusaha bersabar. Dokter dari XPostOne kemudian masuk kedalam cepat menangani Aby.


" Kamu siapa jangan gegabah. Saya di printah langsung dari Calon Mertua Aby".


Bentak Dokter itu tidak terima.


" Kamu yang keluar ". Dy balik membentak.


" Kalian ini siapa". Teriak Dokter itu lalu mengeluarkan senjata. Tapi kalah cepat dengan kaki Dy yang langsung menendang tangan Dokter itu.


Dimas teriak dan ngumpet disamping Almari.


Belum sempat Dokter itu berpikir Dy


sudah menodongkan pistol ke pelipisnya.


Dokter dari XPostOne melempar borgol ke Dy. Kemudian Dy memberi kode.


Permainan berakhir. Dua orang berpakaian hitam-hitam meloncat keatas dan membawa Dokter itu pergi


Dy menyimpan pistolnya dipinggang.


Aby masih belum membuka matanya, tapi panasnya sudah turun.


Dy mendekati Dimas yang wajahnya pucat.


" Katakan Kamu tidak melihat apa-apa". Kata Dy mengangkat kerah baju Dimas.


" Aku tidak melihat apa-apa". Sahut Dimas gugup. Dy melepaskan cengkramannya.


Dan memeriksa Aby.


Bagaimana caranya melindungi Aby, pikir Dy. Masalahnya sudah semakin jelas.


Pak Burhan sudah semakin berani, sepertinya Pak Burhan buru-buru ingin menyelesaikan semuanya.


Dy bangun kembali memeriksa Aby, kemudian Dy keluar dan melompat turun.


Dy ke Dapur.


" Bibi ... tidak boleh ada yang mengadu kepada siapapun, apa yang bibi lihat". Kata Dy sampai di Dapur .


" Yaya Dy... ". Sahut Mereka serentak dengan gugup. Kemudian Dy menyuruh Bibi menyiapkan makanan untuk Aby.


" Bi Saya mau pulang, tolong Tuan Aby dijaga". Kata Dy kepada Bibi.


Mereka cuma mengangguk.


*******