I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 89



đź–¤Bab.89.


MUSUHAN


Pagi ini Aby membuka matanya dengan malas, Dia masih mengantuk.


Tapi alarmnya sudah berbunyi.


Sebenarnya Aby ingin sekali memeluk Dy seharian.


Kerjaannya di Kantor menuntut supaya Aby bangun.


Beberapa kali Aby menguap, badannya terasa letih.


Kembali Aby ke Kantor dengan perasaan masgul. Kemarin Gama datang dan minta maaf kepadanya.


Aby maunya mengumpulkan semua saudaranya mumpung Beck masih di Bali.


Bagaimanapun Gama adalah adiknya, Aby tidak tega meninggalkannya sendirian.


Sepanjang Gama mau berubah Aby akan tetap merangkulnya.


Semua Karyawannya memandangnya aneh, Aby merasa tidak ada yang salah pada dirinya.


Aby masuk ke Ruangannya.


Dia mengingat kejadian kemarin, ternyata Dy cemburu juga.


Tapi apa benar Dy cemburu??


Pagi ini di saat Morning Briefing, kejadian tadi malam di bahas oleh semua Manager.


Masalahnya Dy mengangkat senjata, walaupun setelah itu para tamu tenang.


Tapi Managernya merasa terusik dengan sikap Dy.


" Pak JM..pengawal Bapak sangat mengganggu ke amanan Hotel ini ". Kata Lopi.


" Kalau saya tidak tahu kejadiannya, tapi di cctv ada ". Sahut Manager yang lain.


" Disini sudah ada Scurity, mengapa Bapak masih minta pengawalan darinya", kata Lopi lagi.


" Dia calon istri Saya ". Sahut Aby membuat semua para Manager diam.


" Harusnya Dia di rumah mengapa harus mondar mandir disini ". Serang Lopi lagi.


" Karena Dia juga yang punya Hotel ini, kalau Kamu merasa kurang nyaman komplin kepadanya ". Sahut Aby membuat Lopi diam.


Aby menyudahi morning briefing nya dengan Skak Mat.


Mereka kembali ke Ruangannya masing-masing.


Lopi tidak percaya kalau Dy punya Saham di Hotel ini, kalau kaya ngapain jadi pengawal. Pikir Lopi.


Aby menyibukkan dirinya di balik laptop.


" Ada permintaan untuk mengawal Seorang Aktor menghadiri pemakaman Orang tuanya di China". Kata Beck.


" Aku yang ngambil ". Sahut Dy tiba-tiba sudah di belakang Beck.


" Jangan, Orang tua Aktor ini adalah seorang penjudi berat di Macau,.Mereka meninggal karena di habisi Oleh Yakusa.


Lebih baik di tolak, anaknya pasti sudah jadi target ". Kata Beck berharap Dy mundur.


" Aku ingin mencoba ". Kata Dy mantap.


" Lebih baik berpikir lagi ". Dilan ikut nimbrung.


" Kamu takut jadi bayanganku ". Kata Dy.


" Ya Papa pikir dulu, kita makan siang di Restoran ". Sahut Beck


"Sekitar jam dua sore ini, Kamu berdua dapat tugas menangkap gembong Narkoba. kerja sama dengan Polisi. ". Jelas Beck.


" Koq mendadak Paa?".


" Baru ada laporan. Ganti pakaian Kalian ". Sambung Beck lagi. Kemudian Dy masuk kekamar.


Dy dan Dilan memakai Celana Jeans Hitam dan Baju Kaos Hitam yang bertuliskan "Agent".


Dy menguncir kuda rambutnya kemudian pakai Topi pet.


Mereka lalu memakai Holster lengkap dengan pistol FN.. dan sepatu Boots Warna senada.


Rompi, Jam Sensor dan Kaca Mata Agent.


Mereka berdua betul-betul Limetid Edition.


Pemandangan langka ini membuat mata Karyawan dan Tamu Hotel balapan mengerling, Ketika Mereka berjalan menuju Restoran. Mereka pada kagum, dan berusaha memasang gaya supaya Dilan atau Dy menoleh kepada Mereka, sekedar senyum atau boleh juga ditatap mesra.


Sampai di Restoran, suara yang tadi riuh mendadak hening.


Dy menyapu pandangannya keseluruh meja dan matanya tertuju kepada Aby yang duduk makan di temani Lopi.


Hati Dy langsung panas.


Ibarat api di siram bensin. BERKOBAR..


Pantasan Aby rajin kerja. Pikir Dy


Melihat Mereka datang Aby langsung tidak enak hati. Takut di sangka yang tidak-tidak dengan Lopi.


Padahal Lopi yang sengaja duduk dekat dengannya.


Aby berdiri dari duduknya berusaha tenang dan menyamperin Beck.


******