I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 75



đź–¤Bab.75.


SHOCK THERAPY


Beck membasuh mukanya di Wastafel, hari ini Beck merasa lelah lahir bhatin.


Betul-betul shock therapy ketika Beck melihat Dy di tembak.


Kembali Beck duduk bersama Aby dan Admesh, pikirannya berkecamuk.


Tidak habis-habisnya Beck bersyukur atas keselamatan Dy.


Beck menghela nafas panjang berusaha menenangkan diri.


" Bagaimana Gama tadi?". Kata Beck kepada Aby.


" Ada rekamannya Om...". Sahut Aby langsung menyerahkan Kancing sensor kepada Beck.


" Dy sudah dengar?". Tanya Beck.


" Sengaja Aku tukar supaya Dy tidak tahu Aku pura-pura Amnesia. Kalau Dy tahu Aku langsung di usir ". Kata Aby tertawa.


Mereka semua tertawa.


Memang yang menyuruh Aby pura-pura Amnesia adalah Beck. Supaya Dy bisa diajak pulang dari Raja Ampat. Dan Skenario itu berjalan mulus.


Beck juga takut Dy jatuh cinta dengan orang lain, makanya Beck sengaja menyuruh Dy mengajak Aby di Suite Room. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino.


Cinta tumbuh karena terbiasa itu prinsip Beck.


"Inti pembicaraannya dengan Gama apa?".


Tanya Beck lagi.


" Minta file yang di simpan Papa, dan Surat Wasiat nya ". Kata Aby kurang paham.


" Mungkin Pengacara bawa surat wasihatnya". Ucap Admesh.


" Gama bilang tidak ada. Aku malah di "Warning" kalau tidak ngasi Aku di bunuh.


Teganya Gama ngomong begitu, itu yang membuat Aku sangat sedih. Hanya gara-gara harta Gama mau bunuh Aku....".


" Sabar.... Gama bersikap begitu mungkin di tekan Oleh Pak Burhan". Sahut Admesh.


" Om rasa Gama baru di beritahu oleh Mamamu bahwa sebenarnya Gama anak Om Burhan hasil perselingkuhan Mereka, makanya Gama langsung membela Pak Burhan".


Kata Beck membuat Admesh dan Aby kaget.


" Yang benar Om, jangan pitnah Mama Saya ". Ucap Aby memandang Beck.


Semua omongan Om berdasarkan cerita Papa Kalian. Ada rekaman Vidionya.


Sebenarnya Om juga tahu. Om sama Papa kalian seperti Saudara".


" Ya Om ceritain, Kita juga perlu tahu yang sebenarnya, karena Mama tidak pernah mau cerita". Sahut Admesh.


"Sebelum Papa kalian menikah dengan Ida, Ricardo sudah tahu bahwa Ida berpacaran dengan Burhan.


Ricardo nikahin Ida karena utang.


Orang tua Ida utang sama Ricardo dan Ida di pakai tumbal supaya utangnya lunas".


Jelas Beck sambil menarik nafas.


Kemudian Beck melanjutkan cerita lagi.


"Tapi Burhan dan Ida tetap pacaran di belakang layar. Mereka berdua sering tertangkap basah. Sempat Ida putus pacaran dengan Burhan gara-gara Burhan punya anak dengan perempuan lain. Vivi adalah anak Burhan dengan wanita lain. Ricardo tinggal di jakarta dengan Tami sedangkan Ida di Bali, jelaslah Ida sering selingkuh. Makanya Ricardo diam-diam Test DNA, ternyata Gama anak Burhan.


Akhirnya Ricardo menbuat surat wasiat, Ardi di kasi hotel yang di Jakarta, Admesh Hotel dan Villa di Ubud, Aby Hotel di Nusa Dua dan Gama rencananya mau di kasi Villa di Canggu, tapi tidak jadi karena Gama anak Pak Burhan.


Karena kasihan Om ambil Gama dan menyuruh kerja di Uvassa, tadinya Om mau jodohin dengan Dy, tapi Om berpikir dua kali.


Ricardo sempat mau cerai, tapi tiba-tiba Om mendengar kabar Ricardo meninggal...".


" Terus Aku anak siapa donk?". Tanya Aby bingung.


"Anak Papalah...". Sahut Admesh.


" Anak Ricardo dengan Tami ". Jawab Beck membuat Aby kaget.


" Kenapa bisa begitu Om...". Tanya Aby kurang percaya.


" Waktu itu Ida lama tidak punya anak, akhir nya Aby di minta untuk memancing.


supaya Ida bisa punya anak, tapi tetap tidak bisa. Malah sama Burhan bisa.


Mungkin Ida terlanjur sayang sama Aby, jadi keterusan di pakai anak...". Kata Beck tertawa.


" Jadi Aku anak Mama Tami donk..". Sahut Aby heran.


" Ya..kalau itu Aku juga tahu, karena Aku udah gede. Mama nangis-bangis, Papa sama Tante Ida tetap maksa bawa Kamu ke Bali". Kata Admesh menatap Aby.


Ternyata begitu ceritanya Aby baru tahu.


********