I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 51



đź–¤Bab.51.


ISTIRAHAT


Sekitar pukul.07.00 Dy sampai di Hotel Uvassa.


Karyawan Hotel mulai berdatangan.


Dy lelah karena Beck selalu memberi Dy tugas.


Yach....apa boleh buat Dy harus menurut apapun perintah Beck.


Dy kaget setelah masuk ke Suite Room, ternyata Aby masih disana.


Aby tidur dengan lelap.


Dy memandang muka Aby yang tampan.


Alisnya tebal dan ada cambang tipis menghiasi wajahnya.


Dy berusaha tidak membangunkannya.


Dy membuka Filling Cabinet dengan sidik jari. Kemudian mengambil Koper senjatanya. Dy membuka koper senjatanya diatas tempat tidur.


Pertama Dy membuka sepatunya,


" Dyy....". Seru Aby setelah membuka matanya.


" Diam, jangan bergerak!". Kata Dy sambil membuka rompinya.


Dengan rapi Dy melipat rompinya dan menaruhnya di Koper.


Aby memperhatikan Dy dengan perasaan rindu. Satu-satu senjatanya di lepaskan dari tubuhnya. Setelah itu baru koper senjata itu di taruh di filling cabinet.


Kemudian Dy ke kamar mandi, Aby merasa seperti kambing congek yang murah. Sedikitpun Dy tidak punya rasa rindu kepadanya, padahal Aby rindu sekali kepada Dy.


Dy keluar dari kamar mandi sudah memakai Lingerie.


" Aku mau tidur, jangan di ganggu". Kata Dy langsung merebahkan tubuhnya.


Dengan kasih Aby menyelimuti badan Dy yang sexy.


Aby merasa kecewa sekali, tapi Dia merasa bersyukur karena Dy selamat.


Dirinya tidak mengerti apa yang Dy kerjakan dengan senjata penuh di badannya.


Aby tidak mengerti tentang Intelijen.


Pelan-pelan Aby turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


Selesai mandi Aby mengambil ponselnya dan mengontak Manager HRD, untuk mengambil cuti.


Selama menjadi JM hampir tidak pernah Aby minta cuti, sering cutinya menumpuk dan hangus. Tapi semenjak ada Dy, Aby mulai menghitung cutinya.


Dia mengambil bantal dan tidur di Sofa.


Sudah pukul 11.00 siang, Dy membuka matanya.


Hari ini Dy rencana mau ke SPA.


Badannya pegal semua.


Dy bangun dan tersenyum melihat Aby tidur di Sofa.


Berarti anak ini begadang tadi malam. Pikirnya.


Dy pergi ke wastafel menyikat gigi dan membasuh mukanya dengan air hangat.


Dy mengambil air dari wastafel dan memercikan ke wajah Aby.


Aby kaget dan melihat Dy tertawa.


" Tidak kerja Tuan?". Kata Dy meledek.


" Aku cuti...". Sahut Aby langsung ke Kamar mandi.


" Kenapa Kamu tidak pulang, nanti orang berprasangka buruk kepada Kita". Kata Dy memandang Aby.


" Dy... apakah Kamu sering mengganti pakaian sehabis Kamu tugas di depan seorang laki-laki?". Tanya Aby mengalihkan pembicaraan.


" Temanku 90% laki-laki dan Aku biasa saja dan teman laki-lakiku juga biasa".Sahut Dy sambil berdiri.


Dy menuju ke Kitchen membuat dua cangkir kopi Cappucino.


Aby ikut berdiri mengambil satu gelas kopinya.


" Aku akan memesan makanan, Kamu mau makan Apa". Tanya Dy.


" Apa saja ". Sahut Aby pendek.


Dy mengambil jam tangannya dan mulai memesan makanan.


Baru Aby mengerti bahwa jam tangan Dy bisa di pake menelpon.


" Apakah Kamu berpikir bahwa dengan pakaianmu yang minim cowok jadi terangsang ". Kata Aby pelan menatap Dy yang lagi duduk di sofa.


" Tidak ada temanku terangsang, Mereka semua baik-baik saja". Sahut Dy heran.


" Kenapa Kamu bertanya begitu?". Dy balik bertanya.


" Apa Kamu pernah punya pacar". Tanya Aby menatap mata Dy.


" Siapa yang berani pacaran dengan Anak Beck quay?, pacaran dengan Aku berarti bunuh diri". Sahut Dy tersenyum.


*******