I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 82



đź–¤Bab.82.


PINGSAN


Muka Aby yang sudah pucat tambah pucat, ketika mendengar nyawanya terancam. Tiba-tiba matanya berkunang-kunang dan Aby langsung ambruk...


Dy berteriak kaget, kesempatan sedetik itu di pakai Dilan untuk menyikut dada laki-laki itu, tidak sampai disitu Dilan memutar badannya dan tendangannya mengenai badan laki-laki itu, dan perkelahian tidak bisa diindari lagi.


Dy tidak tinggal diam dengan cepat Dy mengambil pistol orang itu dan menodongkannya.


" Jangan bergerak!! ". Bentak Dy.


Dilan memborgol tangan orang itu dan mulutnya di lakban.


Dy cepat menghubungi Beck.


Dilan menggendong Aby ke tempat tidur dan berusaha menyadarkannya.


Beck datang sekitar 20menit,


Laki-laki itu langsung kaget melihat Beck datang.


Kemudian Beck memegang kendali, bersama Dilan mengajak laki-laki itu ke Living Room.


Beck tidak mengenal laki-laki itu.


" Yank, Kamu sudah siuman?, tenang...


semuanya sudah selesai tidak terjadi apa-apa ". Kata Dy sambil mengelap wajah Aby dengan tissue basah.


" Aku haus ". Suara Aby terdengar lemah.


Dy cepet-cepet membuat teh manis.


Pikirannya bercabang antara Aby dan ingin menemui Papanya.


Pintu kamar sengaja di tutup supaya suara dari luar tidak kedengaran.


Dy membantu Aby duduk dan membegi minum.


" Yank, Kamu tidak apa-apa khan?". Kata Dy. Sambil mengecup pipi Aby.


" Jangan Aku ditinggal Aku sangat takut". Sahut Aby mulai aleman.


" Tapi Aku mau sama Dilan dan Beck ...".


" Tidak!! Aku takut". Potong Aby cepat. Dy hanya bisa diam. Kesal Dy sama Aby yang tidak tahu situasi. Tidak seperti Dilan yang gagah melawan penjahat. Aby tadi malah ambruk, bikin malu saja.


" Aku keluar sebentar, menyuruh Papa mengunci Kantormu ". Kata Dy mendapat alasan kalau keluar.


" Sudah Aku kunci dan semua makanan yg dibawa orang itu jangan di sentuh".


Ucap Aby memegang tangan Dy supaya tidak keluar.


Dy mengangguk dan terpaksa tetap duduk.


" Yank ..papa ke Markas dulu, kunci pintunya. Makan seadanya, jaga Aby".


" Jangan takut, semua sudah beres".


Kata Beck kepada Aby.


" Ya Om...". Sahut Aby lemah.


Beck pergi bersama Dilan dan lali-laki itu


lewat life khusus yang langsung menuju Basement.


Disana sudah menunggu Mobil Alphard dan 2orang dari XPostOne.


Setelah semua masuk mobil dan Beck memberi pesan-pesan singkat, Beck menaiki Mobil Lambhorgini sendiri.


Rencana Beck sudah matang akan memberi umpan balik kepada Orang yang mengirim laki-laki ini dengan cara membiarkan laki-laki ini membawa "salinan" surat-surat dari Beck.


Beck ingin tahu siapa dalang semua ini.


Orangnya terlalu gegabah, seperti terburu-buru ingin mendapatkan hasil.


Mobil membelok ke Markas XPostOne perwakilan NTB.


Dilan turun dan langsung masuk kedalam.


Seorang laki-laki muda menyambut Mereka.


" Masuk ke dalam kamar ". Perintah Dilan.


Laki-laki itu tidak menjawab, Dia membalikkan badannya lalu masuk kedalam Kamar.


Pandangannya kosong.


Beck datang langsung ke ruangan khusus yang biasa di gunakan untuk mengintrogasi orang.


Ruangan ini kedap suara, supaya teriakan orang tidak terdengat.


Sore beranjak malam Beck memerintahkan Dilan dan Boncu siap-siap


Mereka berdua akan menembus titik target, sedangkan Agung dan fery akan menunggu di Mobil.


Dan laki-laki ini akan pergi sendiri sebagai umpan, supaya target bisa ketemu.


Mereka mulai bergerak dengan membawa satu Mobil Alpard.


Semua sudah bersiap dengan senjata masing-masing.


Menurut laki-laki ini Rumah orang yang menyuruh Dia ada di Daerah Kintamani, turun ke bawah menuju Danau.


Setelah Mereka pergi Beck masuk ke Kamar. Perasaan Beck sedih melihat pemuda kurus di depannya.


Beck mendekati meja dan mengambil Ponsel laki-laki itu, mencari Playlist.


Mulai menyetel lagu-lagu dari The Weeknd.


*******