I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 53



đź–¤Bab.53.


MENOLAK CINTA


Sore ini Dy dan Aby lagi asyik duduk santai di Pantai memandangi Matahari yang pelan-pelan tenggelam.


Pemandangan yang indah membuat nuansa baru dalam perasaan Dy.


Tidak pernah Dy menikmati sesuatu yang indah sepanjang hidupnya.


Karena hidupnya dipenuhi dengan latihan kekerasan, walaupun menghibur diri, Beck akan mengajak Dy ke Restoran, Pub mendengar live musik atau nonton film tentang Spionase.


Mungkin karena Tanjung Periok agak jauh dari tempat tinggal Dy, membuat Beck tidak pernah mengajak Dy ke Pantai.


Tapi di Bali di mana-mana ada Pantai dan Pantai nya sangat indah dan alami.


" Apakah semua Pantai di Bali indah?". Tanya Dy memandang Matahari yang sudah tenggelam.


Aby tidak menjawab, Dia mendekati Dy dan memeluknya dari belakang.


Bau wangi rambut Dy menyapu wajah Aby.


Perasaan mesra memenuhi perasaan Aby.


Dy membiarkan dirinya di peluk Aby, ada perasaan bergelora dari dalam dirinya.


" Dy....Aku mencintaimu ". Bisik Aby membuat Dy terkejut dan melepaskan dirinya dari pelukan Aby.


Matanya yang indah memandang Aby dengan heran.


" Apa maksudmu?". Tanya Dy pelan.


" Aku mencintaimu dan berharap Kamu menerimaku ". Suara Aby bergetar. Dy diam menunduk, kata-katanya tiba-tiba hilang. Dy ingat Beck yang melarangnya mencintai siapapun, karena sebagai Intelijen akan terbelah pikirannya kalau menjalankan tugas.


"Kamu boleh tidak menjawab sekarang, tapi Aku akan menunggu jawaban Yess dari Kamu". Sambung Aby lagi.


" Aku akan menjawab sekarang ". Sahut Dy tegas.


" Maaf ... selama ini Aku cuma menganggap Kamu teman dan tidak ada perasaan Cinta untukmu. Disamping itu Kamu harus berpikir lebih waras supaya tidak menyakiti perasaan Vivi, dengan caramu ini Aku jadi tidak resfek kepadamu. Bagaimanapun bencinya Aku pada Vivi tapi Kamu tidak boleh menduakan Vivi". Jawab Dy menohok.


Dy juga ikut duduk disamping Aby, suasana Pantai mulai gelap. Tapi pemandangan berganti menjadi indah dari lampu-lampu Hotel yang bertaburan di sekitar Pantai.


Suasananya sangat romantis.


Ingin rasanya Dy duduk berlama-lama di Pantai tapi Dy merasa terganggu karena banyak ada binatang kecil-kecil yang menggigitnya.


" Aby Kita pulang yuk". Ajak Dy menarik tangan Aby. Terpaksa Aby bangun mengikuti Dy.


" Semua badanku gatal digigit binatang malam, besok-besok kalau Kita kesini harus pakai semacam Cream". Kata Dy tanpa merasa bersalah, padahal dada Aby masih nyesek.


Tidak ada besok-besok mungkin ini malam terakhir. Bathin Aby sedih.


Sampai di Suite Room Aby langsung mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama, sedangkan Dy memakai Lingerie warna hitam.


Aby kesal sekali dengan tingkah Dy yang tidak mengerti situasi.


Sudah tahu ada Cowok di Kamar, berpakaian yang tertutup atau duduk yang sopan seperti perempuan lain, jangan duduk seenaknya seperti Cowok.


Aby jadi serba salah, kalau di lihat salah kalau tidak dilihat pemandangan bagus.


" Aby Kita ke Bar yuk". Kata Dy menghampiri Aby yang berada di Living Room. Aby duduk dengan menselonjorkan kedua kakinya, tangannya memegang Ponselnya.


Merasa kata-kata Dy tidak di tanggapi, Dy langsung duduk di paha Aby dan tangannya memegang wajah Aby supaya Aby menatapnya.


Tentu saja perbuatan Dy membuat Aby kaget, sekarang muka Dy dan Aby sangat dekat.


" Kita ke Bar, Yes or Not ". Kata Dy menatap Aby.


" Aku malas ". Sahut Aby membuat Dy turun dari pangkuan Aby.


Biasanya Beck selalu menuruti ke inginannya. Dan Dy akan memeluk Beck dan mencium pipi Beck. Tapi Aby bukan Beck yang harus mengikuti ke keinginannya.


Aby adalah teman yang Jadul, yang selalu ngomel melihat Dy duduk seenaknya.


*******