I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 29



đź–¤Bab .29..


MENYUSUP


Dy masuk kedalam Ruangan kerja Pak Burhan.


Keadaan gelap.


Pintu Ruangan Pak Burham terkunci, Dy mengambil kawat magnet memasukan kedalam lobang kunci.


Pintu terbuka,


Dengan cepat Dy memasukan Flashdisk nya ke Laptop Pak Burhan.


Tidak lupa Dy memasang kancing Manegtik nya di ruangan Pak Burhan dan di ruangan yang lain.


Beberapa file di Brankas Dy foto.


Dina dan Dy cepat-cepat keluar, membiarkan Pak Gadon masih tergeletak.


" Sorry Dy, gue terpaksa bikin Pak Gadon Keok. Tidak sesuai rencana...". Kata Dina setelah Mereka menyusuri jalan pulang.


Dina sebenarnya ciut dengan Dy yang anak Boss nya.


" Harusnya tadi Loe jangan pukul Dia, cukup di rayu tarik ulur saja.


Kalau sudah begini Dia bisa lapor Polisi, ada sidik jari Loe disitu.


Tapi mudah-mudahan masalah ini tidak sampai ke Polisi, Dia juga pasti malu karena Dia ada niat busuk ke Loe". Jelas Dy panjang lebar.


" Tadi gue jijik banget, itu tadi spontan,


Hampir Anunya gue keprett ". Sahut Dina tertawa.


" Ya semoga tidak ada masalah, tapi besok-besok Loe gak boleh begitu.


Kita boleh cepat bertindak kalau masalah yang Kita hadapi sangat berbahaya atau Kita dalam keadaan terdesak".


" Ya Dy...gue selalu bikin runyam saja".


" Harus banyak belajar, karena pekerjaan ini taruhannya Nyawa. Ini pekerjaan bukan kaleng-kaleng". Kata Dy selanjutnya.


" Ya.. gue akan ingat selalu, Loe jangan kapok mengajak gue, kalau ada kerjaan". Sahut Dina.


"Gimana Beck semenjak gue tinggalin?, khan loe yang paling dekat sama Babe gue". Dy mengalihkan pembicaraan.


" Gue kasihan sama Beck, sepertinya Dia banyak pikiran. Tumben gue lihat Dia sering termenung semenjak Loe ke Bali".


Jelas Dina.


" Loe harus hati-hati Dy, gue dengar Pak Burhan ini suka memakai pembunuh bayaran ".


Kata Dina selanjutnya.


" Gue rasa emang begitu. Tapi yang gue heranin kenapa anak nomor satu yang di incar, sedangkan anak nomor dua melenggang ".


" Mungkin anak nomor dua ikut andil" . Sahut Dina.


" Gue akan selidiki ". Jawab Dy singkat.


" Gue rasa ada campur tangan Pak Burhan di kematian Pak Romero". Sahut Dy kemudian.


" Siapa Pak Burhan?".


" Target pertama gue ". Sahut Dy.


Mobil memasuki Home Stay. Hujan sudah reda.


Malam ini Dina akan menginap disini, besok pagi Dy akan mengantarnya ke Bandara.


Dy ijin sehari kepada Nyonya Ida.


Besok Dy tidak bisa kerja.


Banyak hal harus Dy kerjakan sebelum menyerahkan data-data kepada Mr. X.


Dina duduk di sofa menemani Dy memasukkan data-data ke flasdisk.


" Dy, Loe gak ingin pacaran". Tiba-tiba ucapan Dina mengagetkan Dy.


" Loe tahu sendiri, setiap gue dekat ma Cowok, besoknya cowok itu udah babak belur, gue udah kapok".


" Kalau gitu Loe cari cewek, daripada bibir Loe di anggurin". Sahut Dy tertawa.


" Amit-amit, jangan sampai deh ". Kata Dy merinding.


" Loe sendiri gimana?, udah ada calon gak?". Dy balik bertanya.


" Gue sial terus, waktu ini gue ada dekat ma orang, setelah Dia tahu kerjaan gue dia langsung Cabut".


" lho!! apa salahnya kerjaan Loe, dasar aja cowok lue kurang di tinju. Seenaknya ninggalin orang. Kalah Bandar donk loe....". Kata Dy ikut emosi.


" Ya!! gue banyak habis ". Sahut Dina kesal ingat dengan Cowok yang meninggalkannya.


" Makanya gue takut nyari cowok, karena takut tersakiti ". Kata Dy ngeles, padahal memang belum ada yang Sreg dihatinya.


*******