
đź–¤Bab.73.
RASA CINTA.
Restoran sangat ramai. Dy mengajak Aby duduk di Kursi yang sudah di siapkan oleh Kitchen.
Kursi hanya boleh ada dua.
Dy membisikkan Aby supaya tenang dan jangan banyak bicara.
" Jangan makan atau minum apapun, walaupun Gama yang menawarkan ".
Bisik Dy.
" Aku jadi takut ". Sahut Aby memegang tangan Dy.
" Jangan cengeng....". Kata Dy tegas.
Tidak lama kemudian Gama datang dan langsung duduk di kursi di depan Aby.
" Maaf, Aku baru datang...pekerjaan banyak sekali ". Kata Gama kepada Dy.
" Kami juga baru datang ". Sahut Dy dan mempersilahkan Waiter melayani Gama.
" Lho kursinya koq cuma dua ". Tanya Gama heran.
" Gapapa... kalian disini dulu. Jangan pergi, Aku mau ke Mobil sebentar ". Kata Dy kepada Gama.
" Mau ngapain ke Mobil?".
" Mau mengambil Kaca mata ". Sahut Dy lalu pergi.
Dy meninggalkan Aby dan Gama. Perasaannya sangat khawatir dengan keselamatan Aby.
Tadi malam disaat Dy tengah tidur lelap seseorang kembali datang, untung cepat Dy tahu.
Orang itu tidak sempat masuk. Dy juga tidak bisa mengejarnya.
Dy yakin orang itu menginap di Hotel ini.
Karena cepat hilang.
Mungkin Dy akan menghubungi Beck kalau keadaannya semakin parah.
Dy setengah berlari ke Suite Room.
Dengan pelan Dy menyelinap masuk, tadi sengaja Dy tidak mengunci pintu.
" Angkat tanganmu ". Seseorang telah menodongkan pistol ke dadanya.
" Apa maumu". Tanya Dy menahan marah.
"Semua file yang disembunyikan oleh Aby, jangan coba-coba bergerak".
" Jangan Kamu ikut campur masalah Kami, kalau Kamu ingin selamat ". Orang itu mengancam Dy.
Beck panik dan mengutus dua orang ke Suite Room. Penampakan layar dari Jam Dy terkirim. Seseorang mengancam Dy.
Beck melihat seorang laki-laki menodongkan pistol kedada Dy.
Beck menghubungi Pilotnya untuk segera berangkat ke Bali.
" Masalah Aby adalah masalahku ". Ucap Dy tegas. Dy tahu, orang didepannya ini bukanlah Agen. Seorang Agen tidak begitu caranya memegang senjata.
Dan senjatanya juga FN biasa, mungkin dari Black Market. Pikir Dy.
" Jangan banyak cingcong buka Brankasnya". Bentak Laki-laki itu mendekati Dy dan mendorong Dy masuk ke Kamar.
Dy berusaha mengulur waktu, pura-pura mencari kunci, padahal untuk membuka kunci hanya pakai sidik jari.
Dy mencari kunci di Almari Aby, karena Dy sudah tahu Aby banyak membawa kunci.
Kunci Rumah, Kunci Motor, Kunci Mobil, Kunci Kantor...dan beserta serep2nya, jadi kelihatan banyak....
Dy pura-pura bingung memasukkan Kunci, karena memang tidak ada lobang Kunci...
"Cepat..". Bentak orang itu seraya menendang pinggul Dy.
Dy jatuh tersungkur dan Kaki Dy cepet menyapu Kaki lawan membuat lawan jatuh terduduk. Dy cepat bangun menendang tangan lawan yang memegang pistol.
Pistol jatuh terpental kebawah Sofa.
Perkelahian tidak bisa di elakan.
Orang ini sangat tangguh dan menguasai ilmu bela diri.
" Angkat tangan ". Bentak dua orang dari XPostOne mengagetkan lawan.
Kelengahan itu di pake Dia untuk menendang lawan. Orang itu jatuh ke sofa dan tangannya cepat mengambil Pistol yang ada di bawah Sofa.
Dan secepat kilat menembakkan ke Dada Dy. Badan Dy terpental ke belakang mengenai tembok.
Teriakan Beck di private Jet membuat Pilotnya kaget.
Tangan Beck gemetar memegang GSM nya. Air matanya jatuh. Nyawanya seolah ikut melayang seiring terpentalnya tubuh Dy ketembok.
Pilot dan Co Pilot nya tidak berani membuka mulut.
Sesuatu telah terjadi membuat Beck meraung.
Sesuatu yang sangat membuat Beck terpukul.
*******