
đź–¤Bab.97.
KEMBALI KE SUITE ROOM
Aby merasa lega dengan sikap Dy yang mengkhawatirkan dirinya.
Kamu harus jual mahal, Om rasa Dy sudah mulai cemburu. Kata Beck tadi.
Dy kembali ke Mobil setelah membeli 2bungkus Nasi padang.
Aby tetap acuh setelah turun dari Mobil, sampai kembali ke Suite Room.
Dy menjadi khawatir kalau Aby sampai pergi dari Suite Room.
Dy menaruh nasinya di Meja makan.
" Yank, tidak makan dulu?". Tanya Dy mengikuti Aby kedalam Kamar.
Aby tidak menjawab langsung ke Kamar mandi.
Dada Dy berdebar kencang, pikirannya galau. Dy duduk di Sofa menunggu Aby yang lagi mandi.
Tidak lama Aby keluar dari kamar mandi. Biasanya Aby memakai piyama habis mandi, tapi sekarang Aby memakai Celana pendek dan singlet.
Melihat Aby mengambil koper, Dy cepet-cepet menarik tangan Aby keluar.
"Yank..Kita makan yuk ".
" Aku tidak lapar ". Sahut Aby berusaha menolak. Tapi Dy terus memaksanya keluar. Aby terus bersandiwara sebelum Dy minta maaf dan mengakui Cintanya.
Aby merasa kasihan melihat Dy sibuk meladenin.
" Ayo makan....". Kata Dy duduk disebelah Aby. Saat ini Aby memang merasa lapar.
" Yank, diam disini sebentar Aku ke dalam sebentar ". Kata Dy masuk kedalam kamar.
Dy mengunci Almari Aby dan merubah kode koper Aby.
Kemudian Dy keluar sudah agak tenang.
Aby menyelesaikan makannya dan kembali ke Kamar.
" Yank...sudah selesai makannya?". Aby tidak menjawab pertanyaan Dy dan langsung kekamar.
Dy mengambil 2botol minuman ringan dan membawanya kedalam.
Kemudian Dy mengunci pintu Kamar dan menyimpan kuncinya.
" Lihat kunci Almari gak?". Tanya Aby tanpa senyum.
" Gak lihat..memangnya Kamu mau kemana?". Tanya Dy mendekati Aby.
Aby tetap tidak menjawab.
" Kamu ada merubah sandi koperku??".
Tanya Aby lagi. Dy hanya menggeleng.
Dy sudah merasa aman, lalu Dy ke Kamar mandi membersihkan badannya.
Mengganti pakaiannya memakai Lingerie.
Aby sibuk dengan ponselnya, berusaha cuek dengan keberadaan Dy.
" Yank, tidak tidur..besok Kamu kerja. Kata Dy berusaha mengingatkan Aby.
Aby cuma mendehemm saja, membuat Dy mau menangis.
Dy lalu naik ketempat tidur dengan muka sedih. Dy menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, karena air matanya sudah mengalir.
Dasar kaku. Gerutu Aby, karena Dy belum juga minta maaf dan mengakui Cintanya.
Akhirnya Aby mengganti lampu kamar dengan lampu tidur.
Aby pura-pura tidur, kupingnya mendengar isak tangis Dy.
Merasa Aby sudah tidur Dy langsung ke Kamar mandi dan mencuci muka, Dy menumpahkan semua kesedihannya di Kamar mandi.
Kemudian Dy kembali ketempat tidur dan menatap tubuh Aby yang tidur miring.
Dy pelan-pelan memeluk tubuh Aby dari belakang.
Aby juga pura-pura menggeliat dan memeluk tubuh Dy.
Aby malam ini merasa menang banyak,
Karena Dy terus menciumi wajahnya, mengecup bibirnya.
Aby terus bersandiwara sampai Dy
Terlelap dalam pelukannya.
Aby memandang wajah cantik Dy di antara temaramnya sinar lampu.
Aku sangat mencintaimu Sayank. Bisik Aby dalam hati. Terus mengecup kening Dy dengan lembut.
Malam semakin larut Aby tidak bisa menahan rasa kantuk dan ikut terlelap.
Pagi ini Aby membuka matanya dengan malas. Tapi Aby harus bangun, karena Beck akan datang.
Aby menuju Kamar mandi.
Habis mandi Aby duduk di Sofa, mau keluar tidak bisa, karena kunci kamar di umpetin Dy. Untung sekarang hari Sabtu, Aby bisa santai karena off.
Aby membuka Laptopnya dan mulai melanjutkan pekerjaannya.
Aby merasa semenjak jatuh cinta dengan Dy, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan menjadi tertunda.
Masalah keluarga tinggal menunggu proses pengadilan.
Tersangka sudah mendapat hukuman yang setimpal.
******