
đź–¤Bab.42.
DENDAM DAN CINTA.
Kata-kata Nyonya Ida telah merasuki hati Aby. Kesedihan Nyonya Ida membuat Aby berusaha melawan rasa cintanya yang besar.
" Pantas Tante Tami kelihatan sangat akrab dengan Dy.
Aku baru tahu, jadi Kita masih ada hubungan keluarga dengan Dy donk". Sahut Aby.
" Tidak!!, Dy itu musuh Kita. Kamu harus hancurkan". Ucap Nyonya Ida berapi-api.
Mau tidak mau Aby harus menuruti perintah Mamanya.
"Mama sangat menyesal menerima Dy menjadi Sopir di rumah Kita.
Seharusnya Kita curiga ketika Dy melamar menjadi Sopir.
mana ada Sopir secantik Dy dan sewangi itu, Kita kurang sensitif.
Ke hancuran Kita sudah di depan mata". Kata Nyonya Ida membuat Aby baru sadar, bahwa efek dari ulah Dy bisa membuat Sahamnya anjlok.
" Aku akan menuruti perintah Mama". Sahut Aby yakin.
Perasaan kagumnya kepada Dy, harus Dia rubah menjadi rasa benci.
" Mama bisa di penjara kalau Om Burhan di penjara ". Kata Nyonya Ida sedih.
" Aku tidak mengerti kenapa masalah Papa meninggal membuat Om Burhan dan Mama di curigai Polisi ". Tanya Aby heran. Aby memang selama ini tidak begitu memperhatikan masalah rumah, karena Aby lebih fokus dengan pekerjaannya sebagaiJenderal Manager di Romero Hotel.
Masalahnya Mamanya lebih dekat sama Gama dan Pak Burhan.
" Karena Admesh dan Tante Tami mencurigai kematian Papa, yang jelas dibalik semua ini adalah Dy yang pura-pura menjadi Sopir tapi sebenarnya Dy memata-matai Kita selama ini". Kata Nyonya Ida kesal.
Mendengar penuturan Mamanya Aby ikut emosi dengan Dy.
Aby tidak bisa membayangkan kalau Mamanya di penjara.
Terbayang kehancuran Romero Hotel kalau sampai sahamnya anjlok.
Aby menarik nafas panjang....
Lamborghini itu memasuki Romero Hotel dan langsung ke Basement.
Tidak satupun kata-kata keluar dari mulut Mereka. Aby berusaha menahan gejolak hatinya dengan cara mengingat semua omongan Mamanya.
Semua mata Karyawan memandang kagum kepada Aby dan Dy yang berjalan santai menuju ke kamar Jannet.
Tapi cepat-cepat Aby mengalihkan mukanya.
" Aku ikut ". Sahut Aby pendek.
Akhirnya Mereka masuk berdua.
" Ini pacarmu?". Bisik Jannet setelah Aby dan Dy duduk di Sofa.
" Ya Aku pacarnya ". Sahut Aby memakai bahasa Inggris.
Dy terkejut mendengar pernyataan Aby, Dy mau menyanggah tapi tidak jadi, mengingat Aby Manager di Hotel ini.
" Finally you look for a companion ". Kata Jannet memeluk Dy.
" Cepat ganti pakaian Kita ke Waterboom". Perintah Dy ke Jannet.
Setelah Jannet ke Kamar mandi Dy menatap Aby dengan muka memerah jengah, Jannet akan percaya kalau Aby adalah pacarnya.
Dy memandang Aby dengan kesel, Aby pura-pura tidak bersalah.
" Jangan bikin fitnah, temanku banyak di Aussie, nanti tersebar". Kata Dy mendekati Aby.
" Apa ada yang salah?? ". Sahut Aby enteng.
Percakapan Mereka berhenti karena Jannet sudah keluar dari kamar mandi.
" Mari Kita berangkat.... ". Ajak Jannet.
" Tapi Mobilnya bangkunya dua, terus Jannet dimana?". Bisik Aby ketika keluar dari Kamar Jannet.
" Oh ya...kalau begitu Kamu jangan ikut". Sahut Dy spontan.
" Gak mau". Sahut Aby cemberut.
" Kalau begitu Kamu pangku Jannet". Kata Dy tertawa.
" Kalian punya masalah?". Jannet tiba-tiba bertanya, karena Aby dan Dy tidak beranjak dari depan pintu.
" Kita akan berenang di hotel saja, karena Mobil tidak cukup, kecuali Kamu mau di pangku Aby". Jelas Dy sambil melirik Aby.
" NO..NO..NO...". Sahut Jannet tertawa.
Akhirnya Mereka sepakat berenang di Kolam renang Hotel.
*****