I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 47



đź–¤Bab.47.


BERANTAM


Gama termenung lesu di belakang laptopnya. Tanpa sengaja Dia melihat Aby dan Dy tadi berjalan berdua menuju ke Suite Room.


Perasaan cemburu melandanya.


Hatinya tidak bisa berdamai, tapi Dia harus waras menyikapi masalah ini. Karena Aby adalah Kakaknya dan Gama tahu persis Om Beck lebih memilih Aby untuk mendampingi Dy.


Padahal Mama dan Om Burhan ingin menjodohkan Aby sama Vivi.


Selalu ke beruntungan berpihak kepada Aby. Bathin Gama.


Di Suite Room Aby meringis kesakitan. Dy mengobati lembab-lembab yang ada di tubuh Aby dengan hati-hati.


" Kamu ganti pakaian dengan piyama, Aku mau periksa kakimu siapa tahu ada yang luka".


Kata Dy membantu Aby bangun dari tempat tidur.


Sebagai Intelijen swasta Dy sering melakukan pertolongan apabila ada teman yang luka dan tidak pernah punya perasaan istimewa kepada orang-orang yang Dy tolong.


Tapi mengobati Aby perasaannya berbeda, ketika Aby membuka bajunya dan ketika Dy menyentuh dada Aby yang telanjang perasaan malu itu muncul.


Cuma Dy pura-pura tenang, walaupun dadanya bergetar.


Aby berjalan ke Almari ganti, disana sudah berjejer piyama.


" Kamu duduk disini, sebentar Kita sarapan ". Kata Dy ketika Aby sudah selesai mengganti piyama.


Aby tidak menjawab, mulutnya terus meringis menahan sakit.


Dy membantu Aby duduk di Sofa.


Setelah Aby duduk Dy mengangkat kaki Aby dan di letakan di pahanya.


Dy memeriksa kaki Aby, cuma ada satu yang membiru.


Kemudian Dy mengobatinya.


" Semua badanku sakit, seperti ada yang keseleo". Kata Aby mulai manja.


" Yang mana Aku akan mengurutnya".


Sahut Dy memandang Aby. Dy mengerti Aby pasti mempergunakan situasi ini supaya terus bisa dekat dengan dirinya.


" Seluruhnya keseleo, Aku tidak mau pulang ". Kata Aby berusaha mencari alasan supaya Aby dijaga Dy.


Aby akan berusaha supaya Dy tidak bisa bertemu dengan Christian.


" Ya..Aku akan memijat semua badanmu". Sahut Dy tersenyum. Padahal Dy sudah tahu Aby cuma mencari alasan supaya bisa bersamanya.


Jam tangan Dy bergetar.


Sebuah pesan terlihat di layar.


" Sebentar ya, Aku mengambil barang dulu". Kata Dy menurunkan kaki Aby.


Dy langsung berdiri menuju ke pintu dan


mengambil bungkusan, XPostOne telah mengirim Handphone.


" Siapa yang mengirim Handphone?" Tanya Aby merasa curiga. Karena belum satu jam Aby memecahkan Handphone , sekarang sudah ada yang mengirim Hp. Yang menjadi pertanyaan bagaimana Dy menghubungi orang sedangkan Hp nya rusak.


" Beck.... ". Jawab Dy cepat.


Aby mencoba percaya, karena Dy adalah Intelijen, tapi Aby terlalu dangkal pengetahuannya mengenai Intelijen.


Kalau Intelijen di film-film memang serem dengan peralatan canggih, tapi di kenyataan apakah begitu. Pikir Aby.


Aby lebih percaya kalau yang memberi HP adakah Christian.


Dy tahu Aby curiga, tapi Dy tidak peduli, karena Dy tidak punya perasaan apa-apa sama Aby. Dy cuma mengagumi Aby yang ganteng, seorang JM walaupun masih muda.


" Kita akan sarapan dulu, setelah itu Aku akan memijatmu". Kata Dy mengajak Aby ke meja makan.


Sebagai Owner Dy bebas memesan makanan yang ada di Restoran.


Dan Dy juga tidak pernah memilih yang penting ada buah dan sayur.


Baru beberapa suap Dy makan Jam tangan Dy bergetar.


Sebuah pesan masuk.


*Krakatau @ meledak cari di sekitar persinggahan*Ketapang gilimanuk.


Artinya bom akan meledak cari pelaku di setiap pelabuhan. Berarti Dy harus berangkat hari ini ke pelabuhan Ketapang.


" Mau kemana?". Kata Aby ikut bangun.


Inilah penyebab Dy tidak senang pacaran, akan ada penghalang kalau Dy tugas.


" Aku tugas, Kamu boleh disini tinggal".


Sahut Dy cepat.


" Aku tidak percaya!!, Kamu mau ketemu Christian". Sahut Aby, suaranya mulai meninggi. Kecemburuannya melebihi dendamnya. Aby sangat mencintai Dy.


*******