I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 32



đź–¤Bab.32.


TIDUR DI HOTEL.


Mobil meluncur mulus dan masuk ke Basement. Dy mengunci pintu Mobil setelah Aby turun.


Dy berjalan ke Lobby.


Aby menyelinap ke ruang Scurity dan melihat dari CCTV kemana Dy pergi.


":Maaf Pak, ada apa?". Tanya Manager Scurity kaget melihat JM nya tiba-tiba nyelonong masuk.


" Tidak apa-apa, Saya cuma mengecek CCTV nya. Apa ada yang tidak


berpungsi". Sahut Aby bohong.


" Coba Cek lantai tiga ". Kata Aby memerintahkan Manager Scurity nya.


" Ya Pak ". Jawab Manager Scurity nya.


Mata Aby tidak lepas dari tubuh Dy yang berjalan sampai di depan Kamar Jannet.


" Ternyata semua berfungsi ". Kilah Aby.


" Semua masih bagus Pak ". Kata Manager Scurity nya lega.


" Ya trimakasih Pak ". Kata Aby keluar kemudian masuk keruangannya.


Aby lega ternyata Dy ke kamar Jannet, tidak kemana-mana.


Jannet membuka pintu menyuruh Dy masuk.


Dy langsung merebahkan tubuhnya setelah membuka sepatunya.


Jannet sudah tidak heran lagi akan tingkah Dy.


Dulu di Aussie juga begitu.


Seringkali Dy datang ke Kamarnya dan langsung tidur.


Katanya karena Dy jarang sempat tidur.


Aby menunggu kedatangan Dy dan Jannet di Restoran, tapi Mereka tidak datang.


Hari ini tidak ada kejutan dari Dy, Aby sangat kecewa, akhirnya Aby pergi ke ruangannya.


Kembali bekerja di belakang Laptop, dengan pikiran melayang-layang.


Dy membuka matanya, tangannya menggapai Ponselnya yang tergeletak di sampingnya. ternyata sudah pukul 15.30 menit. Lumayan lama Dy tidur.


Dy bangun sambil menguap.


Jannet tidak ada di kamar.


Dy langsung ke Kamar mandi.


Air Shower membasahi tubuh Dy. Terasa sangat nyaman.


Selesai mandi Dy terpaksa memakai Pakaian yang tadi. Agak risih juga, biasanya setiap habis mandi pasti Dy selalu mengganti Pakaiannya.


Dy duduk di kursi sambil memperhatikan menu yang ada di atas meja.


Mungkin Jannet memesan menu ala Carte. Pikirnya.


Ada dua menu kesukaan Dy yang di pesan Jannet , Chicken Cordon Bleu dan Fettuccine Carbonara.


Dy menghabiskan Fettuccine Carbonara dengan segelas Air mineral dan Sepiring Dessert.


Dy mengambil Ponselnya dan mengontak Jannet.


" Kamu dimana Jan?". Tanya Dy.


" Aku di Bar bersama temanku, sebentar lagi Aku ke Kamar ". Sahut Jannet serak.


" Jam empat Aku akan pulang, Kamu minum saja dulu. Ingat jangan sampai mabuk. Malu-maluin". Kata Dy menutup Ponselnya. Dy tahu dengan siapa Jannet saat ini.


Dy membuka jalinan rambutnya yang acak-acakan, membiarkan rambutnya tergerai lepas. Dy cuma menyisir pakai jari-jarinya.


Ponselnya berdering, Gama menelponnya.


"Hallo Gam, ada apa?". Tanya Dy.


" Aku minta maaf atas kejadian tadi pagi, Aku tidak enak denganmu ". Sahut Gama.


" Tidak apa-apa Gam, jangan Kamu pikirin.


Aku juga minta maaf, pada saat itu Aku spontan bergerak".


" Aku sebentar pulang ikut teman, tidak usah Kamu jemput. Aku sudah bilang sama Aby. Lagi sekali Aku minta maaf". Kata Gama terus menutup Ponselnya.


Dy duduk termenung.


Hatinya galau memikirkan tugas selanjutnya.


Kata Beck setelah ini selesai Dy mau


di kirim ke Luar Negeri.


Kepala Jannet nongol di pintu, kemudian ada Cowok mengikuti.


" Kamu tidak mabuk khan? ". Tanya Dy memperhatikan Jannet. Bau Alkohol menyebar.


" Tidak mabuk, cuma puyeng ". Sahut Jannet langsung ketempat tidur.


Dy berdiri dan memberi kode kepada cowok teman Jannet yang di sewa Dy untuk menemani Jannet.


" Aku pulang ". Kata Dy pendek, tanpa menunggu jawaban dari Mereka.


*****