I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 8



đź–¤Bab.8.


PERTEMUAN


Jalanan pagi sudah ramai, sepertinya Kota Denpasar tidak ada matinya.


Motor Ninja itu berlari kencang menuju kediaman Nyonya Ricardo Romero.


Ternyata pintu gerbang sudah terbuka lebar, Dy langsung belok.


Dy kaget, hampir saja Dy tertabrak mobil.


Mobil Jazz yang mau keluar.


" Siapa Kamu!!". Teriak seorang Pemuda turun dari Mobil.


"Maaf, Saya Sopirnya Nyonya". Sahut Dy berusaha sabar.


" Kalau diajak bicara, buka penutup mulutmu". Kata pemuda itu lagi.


Dy yakin ini Anak kedua Nyonya Ida yang bernama Antaragama Romero ( Gama)


Yang baru mendapat gelar Sarjana Ekonomi.


Dy sudah hafal Biodata orang ini, sampai ke titik komanya.


" Ya Tuan, maaf". Sahut Dy langsung naik ke motornya dan masuk garasi.


Merasa di cuekin Gama mengejarnya ke garasi.


" Kamu jangan berulah, Aku suruh Mama memecatmu!! ". Bentak Gama gusar dan menarik tangan Dy dengan kasar.


Dy paling malas meladeni orang seperti ini, mungkin kalau orang lain Dy sudah tinju mulutnya.


" Ada apa pagi-pagi ribut ". Kata Bi Ijah menghampiri Mereka.


" Tidak usah ikut campur, sana ke Dapur ". Kata Gama mengusir Bibi.


" Ini Dy, sopir Nyonya, Tuan mau apain Dia?". Tanya Bi Ijah heran.


" Aku mau pecat ". Sahut Gama terus menarik tangan Dy ke ruang tamu.


Bi Ijah mengikuti dari belakang, tapi kembali Dia di usir oleh Gama.


Terpaksa Bibi pergi ke Dapur.


" Jangan pecat Saya Tuan". Kata Dy memelas.


" Buka Helm mu, kaca matamu dan maskermu, supaya Kamu punya sopan santun ". Kata Gama melepaskan tangan nya dari Dy.


Dy cepat-cepat mengikat rambutnya dengan karet gelang.


Tadi pagi Dy memang tidak sempat menjalin rambutnya.


" Siapa namamu?". Tanya Gama lembut. Suaranya yang tadi bentak-bentak mendadak lenyap.


" Dyana". Sahut Dy pendek. Dy mulai risih dengan tingkah Gama.


"Maaf; Aku tadi kasar kepadamu, bisa tidak Kamu mengantar Aku Olah Raga pagi ini?".


" Maaf Tuan Saya sopir Nyonya, Disamping itu Saya harus cuci mobil dulu pagi ini".


" Tapi kalau besok bisa khan?, besok hari Minggu".


" Tidak Tuan, besok Saya libur mau pulang kampung". Sahut Dy kekeh.


Gama sampai gregetan karena ajakannya di tolak. Belum pernah ajakannya di tolak oleh seorang gadis.


Gama kesal, seorang sopir bisa menolak ajakannya.


Untung tragedi ini tidak ada yang menyaksikan, kalau ada orang tahu, derajatnya bisa jatuh.


" Maaf Tuan Saya bekerja dulu ". Kata Dy ngeloyor pergi.


" Dy.... Dy...". Gama mengejar Dy ke garasi.


" Kenapa sih Kamu kembali menutup wajahmu ". Kata Gama penasaran melihat Dy yang berkaca mata dan memakai masker.


" Soalnya Saya tidak bisa melihat kalau tidak pakai kaca mata, kalau masker untuk melindungi Virus dan debu". Kilah Dy sesabar mungkin.


Dy menaruh helm nya di motor.


" Ow gitu, tapi Aku lebih senang kalau Kamu tidak pakai penutup ". Kata Gama mulai genit.


" Kamu sudah punya pacar?". Sambungnya lagi.


" Malah Saya sudah punya suami Tuan".


Jawab Dy bohong, membuat Gama mundur satu langkah.


" Kamu bercanda khan?". Kata Gama tidak percaya.


" Percaya atau tidak itu urusan Tuan, kalau Tuan mau bertemu Suami Saya boleh. Suami Saya mengajar Taekwondo di Denpasar sini". Sahut Dy berusaha menakuti Gama.


" Tidak..tidak...Aku percaya koq". Ucap Gama lalu kembali ke Mobilnya.


********