
đź–¤Bab.74.
PINDAH HOTEL.
Suara Alarm ke bakaran bergema. Dengan cepat Seorang dari XPostOne mengunci pintu kamar dan berusaha menyemprotkan cairan untuk menghilangkan asap, karena asap dari pistol lawan mengenai sensor asap yang terpasang di Kamar Dy.
" Bereskan ". Kata Dy berdiri dari duduknya.
Bersyukur Dy memakai rompi anti peluru, kalau tidak nyawanya pasti sudah melayang.
" Siaap ". Sahut ke dua orang itu merasa lega, karena Nona Mereka masih hidup.
Tadi saat Dy ditembak ke dua orang dari XPostOne sangat kaget dan menghujamkan pelurunya ketubuh lawan.
Mereka tidak menyangka Dy memakai baju anti peluru.
Kalau sampai Dy tertembak nyawa Mereka juga akan melayang di tangan Beck. Jangan khawatir, suara tembakan tidak mungkin terdengar, karena semua Senjata berisi peredam
Dy mengganti bajunya yang bolong, setelah itu Dy cepat ke Restoran.
Aby pasti cemas menunggunya.
Gama tidak kelihatan di Restoran, tinggal Aby yang bengong.
" Kita pergi ". Kata Dy mengajak Aby pergi dari Restoran.
" Kenapa lama ? ". Tanya Aby pelan.
" Ada masalah sedikit ". Sahut Dy berusaha tenang. Aby kelihatan pucat.
Dy mengajak Aby ke Mobil dan menyuruh Aby naik ke Mobil.
" Kita mau kemana?". Tanya Aby memandang Dy.
" Sayank...Apa Kamu lihat kancing Jas di bajumu?". Tanya Dy meraba-raba kantong Aby.
Aby mengeluarkan kancing dari kantong Celananya dan memberikan Dy.
" Aduuhh... Kenapa Kamu simpen di Celana. Rusak lagi". Kata Dy berusaha sabar.
" Sebenarnya apa ini ". Tanya Aby pura-pura bodo.
" Ow ..ccuma Aksesoris ". Jawab Dy lalu mengendarai Mobilnya keluar dari Uvassa Hotel. Sepanjang perjalanan Aby diam.
Mobil berlari dengan kencang memasuki Romero Hotel, langsung ke Basement.
Dy naik ke Suite Room lantai 3.
Beck memeluk Dy dengan kasih.
Air matanya tidak bisa di bendung.
Dy juga ikut menangis, mengingat masa tegang tadi.
" Sayank...mulai detik ini Kamu berhenti ber tugas, Papa tidak sanggup melihatmu waktu di tembak. Papa boleh mati, tapi Kamu tidak ". Kata Beck mengajak Dy kedalam.
" Aku sangat beruntung hari ini ". Sahut Dy mengusap air mata Beck.
" I Love You Paa...". Sambung Dy lalu mencium pipi Beck.
Admesh dan Aby terharu melihat pemandangan ini. Tumben Mereka melihat Beck menangis.
Biasanya Beck selalu kuat dan tegas.
" Kita Makan dulu, Aku yakin semua
lapar". Kata Admesh mengajak jak ke Ruang makan.
Beck menggandeng tangan Dy ke Meja makan. Sesekali Dia menghapus air matanya.
" Aby tolong buka Pintunya, barang kalian sudah datang ". Kata Beck.
Aby berdiri menuju ke Pintu. Dua orang dari XPostOne membawa barang Aby dan Dy dari Uvassa.
" Kalian pindah kesini sampai masalahnya selesai ". Kata Beck kepada Aby dan Dy.
" Trimakasih Om..". Sahut Aby pelan.
" Kalian kemari... ikut makan". Kata Beck memanggil kedua anak buahnya.
" Maaf Pak.. Kami meninggalkan teman di Uvassa ". Sahut salah satu dari Mereka.
" Kalau begitu Kamu nanti makan di Restoran ". Kata Beck lagi.
" Siaap Pak ". Sahut Mereka hampir berbarengan.
Saat ini Dy tidak bisa membedakan rasa dalam suapannya. Pikirannya hanya ingin mandi dan bercerita tentang kejadian tadi dengan Beck. Kemudian Dy akan minta tolong supaya masalah Aby bisa cepat di tangani.
Selesai Makan Admesh mengajak Mereka ke ruang keluarga.
Suasana hari ini cukup membuat Mereka lega.
*******