
đź–¤Bab.14.
PERDEBATAN KECIL.
Dalam perjalanan ke Butik, Nyonya Ida banyak menasehati Gama tentang sikapnya kepada Pak Burhan.
" Kenapa sih Kamu selalu frontal kalau Pak Burhan ngomong sama Kamu ". Kata Nyonya Ida kepada Gama.
" Karena Aku tidak senang sama Mereka".
Sahut Gama gamblang.
" Mereka siapa maksudmu ".
" Bapak dan Anaklah Maa ".
" Mengapa Kamu sangkut pautkan Vivi, memangnya Vivi pernah menyusahkanmu atau Kamu iri sama Vivi".
" Mama bicara apa sih, Aku tidak senang sama Vivi karena Bapak dan anak itu hanya ingin menggerogoti harta Kita".
Sahut Gama emosi.
" Kamu jangan sembarangan menuduh, Mereka orang Kaya".
" Kaya karena hasil maling ".
" Gama jaga mulutmu, suatu hari nanti Kamu akan menyesal...".
" Aku tidak pernah menyesal mengatai Mereka, karena Mereka berdua manusia terkutuk dan Aku doakan semoga Pak Burhan masuk penjara". Teriak Gama emosi.
Plookk... tangan Nyonya Ida sudah melayang ke wajah Gama.
Dy yang dari tadi diam mendengarkan perdebatan Mereka menjadi kaget.
Segitunya Nyonya Ida membela Pak Burhan. Pikir Dy.
" Kamu manusia yang tidak tahu di untung, rugi Mama memeliharamu". Bentak Nyonya Ida kasar.
Gama diam, matanya merah. Hatinya tidak terima dengan perlakuan Mamanya.
Burhan awas Kau. Bhatin Gama.
Dendamnya kepada pak Burhan berlipat.
Anak dan Ibu itu terus berdebat, Gama tidak setuju atas kedekatan Ibunya dengan Pak Burhan.
Gama juga menyinggung masalah rencana Mamanya yang ingin menjodohkan Vivi dengan Aby.
Perdebatan itu akhirnya terhenti, setelah Mobil Jazz itu berhenti di Butik Nyonya Ida. Dy cepat membukakan pintu Mobil. Nyonya Ida turun tanpa basa basi.
Mukanya merah karena marah.
Mobil kembali berjalan.
Dy melirik Aby yang diam terpekur.
" Tuan kemana tujuan Kita". Dy mulai membuka percakapan.
Dy berhenti didepan CK.
Gama pindah duduk kedepan, wajahnya kelihatan memerah.
Hatinya sakit di tampar oleh Mamanya.
Dy membuka kaca matanya dan maskernya. Dy memandang Gama dengan diam.
" Begitulah Mamaku, seperti kena guna-guna ". Kata Gama pelan mencoba mencari dukungan dari Dy.
" Orang yang lagi jatuh cinta akan sulit di nasehati. Dia akan sadar setelah ada masalah ". Ucap Dy berusaha berkata bijak.
" Aku benci sekali sama Pak Burhan.
Setiap datang pasti ada saja diminta.
Seminggu yang lalu Vivi minta dibeliin Mobil. Kemarin lagi minta uang untuk membayar Wisudanya Vivi".
" Karena Mamamu selalu memberi, jadi Pak Burhan tuman, sebenarnya Mamamu yang salah. Pak Burhan memanfaatkan kelemahan Mamamu". Kata Dy membuat Gama tambah emosi.
" Manusia tidak punya rasa malu, sama dengan anaknya. Kalau Aku menjadi Aby sudah Aku tendang perempuan murahan itu. Sudah seperti ***** saja".
" Mungkin Aby mencintainya ". Sahut Dy ingin tahu.
" Aby tidak senang, tapi tidak menolak.
Aku sungguh jijik melihatnya". Kata Gama. Matanya merah menahan marah.
Dy turun dari Mobil tanpa permisi dari Gama. Dy masuk ke CK dan membeli sebotol Air mineral dan Tissue basah.
" Minumlah...". Dy menyodorkan air mineral ke Gama, setelah kembali ke Mobil.
Kemudian Dy membuka Tissue dan memberikan kepada Gama.
" Lap mukanya ".
" Trimakasih, Aku ragu tentang kehadiranmu di rumah Kami.
Jangan-jangan Kamu salah satu kaki tangan Pak Burhan".
Kata Gama seraya menatap Dy yang tersenyum mendengar tuduhan Gama.
" Mungkin saja ". Dy tertawa kecil.
Gama menikmati wajah Dy yang Cantik dan sangat terbius dengan mata indah Dy.
" Kamu sangat Cantik". Kata Gama tanpa sadar.
" Sudah hilang marahnya?, boleh di lanjutin jalannya?".
Gama cuma mengangguk.
*******