I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 41



đź–¤Bab.41


KEMARAHAN NYONYA IDA.


Sekarang Weekend seharusnya Dy ke Romero Hotel menemui Jannet, tapi terpaksa urung karena Beck akan kembali ke Jakarta.


"Paa, Aku masih kangen kepadamu.


Aku ingin Papa tinggal disini, sampai Aku mengerti tentang Hotel, baru Kita sama-sama balik ke Jakarta ". Kata Dy ketika Beck mau ke Bandara.


" Tidak bisa, Aku banyak pekerjaan". Sahut Beck.


" Terus gimana posisiku sekarang. Papa suruh Aku memegang Hotel, Papa juga suruh Aku jadi Intelijen......".


" Kamu jangan membantah perintahku ". Potong Beck.


Kalau sudah begitu Dy tidak bisa bicara apapun, kecuali cemberut dengan mulut manyun.


"Aku sudah di jemput. Peralatanmu ada di Brankas. Kunci Mobil dan kunci Brankas ada diatas Meja". Kata Beck mengecup kening Dy.


" Jaga dirimu, sebentar lagi Aby akan datang mengajarimu. Hati-hati dengan Nyonya Ida". Sambung Beck keluar.


" Paa.. apa Papa tidak sayang ke padaku, Papa selalu memaksaku".


Kata Dy lirih


Beck menahan langkahnya, menoleh sebentar kepada Dy. Terlihat rahang pipinya mengeras. Kemudian Beck melanjutkan perjalanannya.


Air mata Dy mengalir, hatinya merasa sedih.


Aku tidak tahu apa yang Kamu pikirkan Beck. Bathin Dy lalu menghapus air matanya.


Dy duduk di Sofa dengan mata kosong.


Pintu tiba-tiba terbuka, Aby masuk terus menaruh Kartu Chip ( kartu untuk membuka pintu Hotel ) di tempatnya.


Tadi Om Beck sudah berbicara panjang lebar dengannya, mengenai Hotel ini dan juga menitipkan Dy supaya Aby bisa menjaga Dy.


Sebelum Aby tahu Dy anaknya Beck perasaan Aby kepada Dy sangat mesra dan Aby berharap untuk bisa menjalin hubungan yang lebih erat.


Cuma Aby ragu apakah dendamnya bisa melumpuhkan getaran cintanya.


Karena setiap memandang Dy getaran itu ada. Tapi tuntutan balas demdam harus dilakukan.


" Aku akan membawa Kartu Chipnya satu, jadi kalau Kamu tidak ada Aku bisa masuk". Kata Aby duduk di Sofa di samping Dy.


" Terserah...". Sahut Dy pendek merasa ke hadiran Aby mengganggu.


" Aku akan ke Hotel Romero ketemu Jannet, Aku sudah janjian ". Kata Dy berdiri.


"Dy..Papamu menyuruh Aku kesini untuk mengajarimu Management Hotel, Kamu tidak boleh pergi". Sahut Aby ikut berdiri.


" Aku tidak mau!!". Seru Dy masuk ke kamar. Dy mengganti pakaian dengan Celana pendek Jean dan atasan You Can See serta sepatu sandal santai, bodynya yang sexy sangat menawan.


" Dy jangan pergi, Kamu ini kenapa sih". Kata Aby ketika Dy keluar dari kamar.


Aby sangat kagum melihat ke cantikan dan ke sexy an Dy.


Tapi Aby harus membuang semua rasa itu dan menggantikan dengan rasa dendam.


" Aku sudah berjanji mau berenang bersama Jannet. Dan hari ini Jannet terakhir di Bali ". Sahut Dy kekeh.


Aby terpaksa mengikuti Dy keluar dari Suite Room menuju life.


Dy menaiki Mobil Lambhorgini ExPostOne.


Aby sangat terkesan melihat tunggangan Dy. Mobil ini sangat canggih dan sudah di Variasi disana sini.


Aby duduk diam disamping Dy yang lagi menyetir, pikirannya melayang ke Mamanya. Tadi malam Mamanya memerintahkan Aby supaya menghancurkan Dy.


" Aby!! Mama minta supaya Kamu bisa mempergunakan waktu ini untuk menghancurkan Dy yang telah menjerumuskan Kita, terutama Mama dan Pak Burhan ". Kata Nyonya Ida ketika Gama telah masuk Kamar.


" Tapi Dy hanya pekerja, Dy juga tidak tahu Kita. Yang sebenarnya perlu Kita hancurkan adalah Admesh, karena Dialah semuanya terjadi". Sahut Aby berusaha menbela Dy. Aby tidak terima Mamanya terus memojokkan Dy.


" Kalau Dy hancur Mereka semua akan hancur, karena Dy itu adalah keponakan tante Tami ". Kata Nyonya Ida.


********