
đź–¤Bab.66.
MAKAN BERDUA
Dy bergabung di meja makan.
Menu hari ini terdiri dari Nasi liwet, Ikan bakar, Udang bakar, Kerang bakar, Cumi bakar dan Pelecing Sayur pucuk labu dan Terancam. Makanan yang menaikan Kolesterol.
" Aku sama Aby makan Burger aja ".
Kata Dy memasukkan Roti gandum ke. Microwave.
Dy juga membuat dua gelas Root beer kesukaan Aby.
Mudah-mudahan Aby mau makan, setidaknya Dy sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk Aby.
Dilan dan Gama diam-diam memperhatikan Dy dari meja makan.
Gerak gerik Mereka berdua tidak lepas dari pantauan Beck.
" Gama, besok-besok kalau Kamu kesini telepon Dy dulu, kalau Kamu tidak di ijinkan masuk jangan memaksa. Mungkin Aby butuh sendiri ". Kata Beck mengingatkan Gama.
" Ya Om, Aku juga masih sibuk di Kantor ". Sahut Gama tenang.
" Dilan, Kamu ke Jakarta denganku". Kata Beck sekarang dengan Dilan.
" Ya Pak, tapi Dy bagaimana?". Kilah Dilan berusaha menolak ajakan Beck.
Dilan tahu kalau di Jakarta Beck akan memberi Dia tugas keluar Negeri, yang seharusnya Dy dan Dia yang mengambil tugas itu.
" Dy menjaga Aby dulu". Sahut Beck.
enak sekali jadi Aby. Pikir Dilan.
" Kapan Kita balik ke Jakarta?". Tanya Dilan.
" Sore ini..". Sahut Beck pendek.
Dilan sudah tidak bisa berkata apapun.
Kesempatan bertemu Dy sudah putus.
Tapi Dilan tetap bersyukur karena bisa
Bertemu muka dengan Dy, ngobrol, berenang berdua di Raja Ampat, bagi Dilan sungguh mengesankan. Selama menjadi bayangan Dy, Dilan sudah merasa sesuatu...
Seperti Pungguk merindukan Bulan, begitulah keadaan Dilan.
" Sayank, Aku bawa Burger dan Root Beer kesukaanmu ". Kata Dy menghampiri Aby yang tetap duduk di pinggir tempat tidur.
Aby menatap Dy dengan wajah sayu.
" Yang kenapa Kamu menatapku begitu?,
apa Kamu sudah ingat Aku? ". Tanya Dy merasa aneh.
Aby cuma tersenyum tanpa menjawab, selalu begitu. Dy menarik tangan Aby
Perlahan Aby bangun mengikuti Dy.
Mereka duduk di Sofa berdua, sambil makan Burger dan Minum Root Beer.
Dy mulai mengoceh berusaha berceritera membangun ingatan Aby.
Tapi Aby tetap melempem, tidak bergairah. Cuma tersenyum sayu dan menggeleng.
Beck datang ikut duduk disamping Aby.
Berusaha nimbrung dengan beberapa joke-joke yang garing.
Tapi Gama dan Dilan tertawa.
Dy merasa ada sesuatu yang menyebabkan Aby begini.
Sesuatu sebelum Dy kecelakaan.
"Kamu Anak Om yang kuat, kamu pasti bisa melewati, Om selalu ada di belakangmu". Kata Beck menepuk punggung Aby.
Aby cuma menunduk, ntah Dia mengerti atau tidak ucapan Beck, yang jelas ada reaksi yang tidak kentara dari Aby.
Hanya Beck yang jeli.
" Paa...kurasa Aby harus di bawa ke Singapore berobat". Kata Dy memandang Beck.
" Tidak usah Dy, Kata Dokter ini akan bisa sembuh dengan berjalannya waktu. Disamping itu Kamu harus telaten merawat Aby ". Gama ikut menimpali.
" Benar Kata Gama, Kita tunggu reaksi dari obat yang Aby minum sekarang. Nanti kalau tidak ada perubahan baru Kita membawa Aby ke Singapore".
Sahut Beck.
Hari semakin Sore, Beck dan Dilan harus kembali Ke jakarta, Gama juga pergi.
" Jaga Aby baik-baik, jangan suka berantem ". Pesan Beck kepada Dy.
" jadi Aku bebas dari tugas?". Tanya Dy senang. Beck tertawa.
" Tugasmu akan diambil Dilan ". Sahut Beck. Dilan langsung manyun.
Beck memeluk Dy dan mengecup kening Dy. Dilan juga pamit, tidak lupa Dilan berbisik di kuping Dy...
" Ku tunggu Jandamu ".
Dy tertawa geli mendengar bisikan Dilan.
" Ku tunggu dudamu ". Dy juga berbisik.
Mereka tertawa geli. Gama juga ikut-ikutan tertawa, walaupun Dia tidak tahu apa penyebabnya.
Setelah kepergian Mereka Dy merasa sepi.
Dy ingin Papanya menemaninya mengurus Aby.
********