
đź–¤Bab.58.
KEPUTUSAN
Dy duduk di Living Room ketika Aby merapikan pakaiannya ke koper.
Ada perasaan sakit dihatinya.
Tapi perasaan itu harus Dy buang.
Aby adalah milik Keluarganya.
Dan saat ini pasti Keluarganya membutuhkan Aby.
Bagaimanapun perih hatinya meninggalkan Dy, Aby tetap berusaha setenang mungkin.
Beck telah marah dan mengusirnya dari Suite Room.
Beck tadi menelponnya dengan amarah besar. Aby sangat tahu watak Beck,
" Aku mencintainya Om, Aku sangat mencintai Dy....". Kata Aby di telepon berusaha supaya Beck mengubah keputusannya mengusir Aby.
" Setelah urusanmu selesai Kamu boleh kembali ke Hotel ". Akhirnya Aby mendengar juga suara Beck setelah lama Beck diam.
Beck tidak akan pernah lupa janjinya kepada Almarhum Pak Ricardo Romero untuk menjodohkan Dy dengan salah satu anaknya.
Tadinya Beck berencana akan menjodohkan Dy dengan Gama, makanya Gama di tempatkan di Hotel Uvassa sebagai Accounting, tapi Beck kecewa karena Gama sering terlibat dengan perempuan. Akhirnya Beck memilih Aby yang lebih serius dan lebih bertanggung jawab.
" Aku mau pergi ". Kata Aby menghampiri Dy yang duduk di Living Room
" Aku cuma pindah tidur saja, tapi Kita tetap akan berhubungan dan Aku akan selalu mendampingimu kalau Kamu mau pergi". Sambung Aby lagi.
Dy diam menolehpun tidak, Dy kesel karena Aby lebih memilih Vivi setelah Vivi mencaci maki dirinya di Kantor Polisi.
" Dy... Aku...".
" Pergi saja tidak usah basa basi, Aku biasa sendiri. Jadi Kamu tidak usah susah payah menemaniku. Kita hanya teman, ini hal yang biasa". Potong Dy sebelum Aby menyelesaikan kata-katanya.
Dy lalu berdiri mau masuk kamar, tapi Aby cepat memeluknya.
Dy berontak, Aby lebih ketat memeluknya.
" Pukul Aku sampai Kamu puas, tapi Aku tidak akan melepasmu, Aku sangat mencintaimu..". Suara Aby terdengar serak.
Tapi Dy tidak peduli, sekali hentak Dy sudah bisa lepas dari pelukan Aby.
Dy cepat masuk Kamar dan mengunci pintu.
Sebelum perasaannya hanyut mendengar pernyataan Aby, Dy lebih baik menutup diri. Karena Dy tidak ingin perasaannya terbelah antara tugas dan cinta.
Aby tidak berusaha menanggil Dy atau sekedar mengetuk pintu, Aby lebih baik pergi. Aby tahu meladeni Dy akan menambah ke hancuran hatinya.
Dengan jalan gontai Aby pergi dari Suite Room.
Sebuah tawaran berlibur datang dari Beck.
Ke perancis, Maldives atau Thailand.
Dy tidak bereaksi atas tawaran baik dari Beck. Dy masih ngambek karena Beck tidak terus terang siapa dirinya.
Tapi bukan berarti Dy diam duduk manis begitu saja.
Dy memasukan beberapa pakaiannya ke koper. Hari ini Dy akan pergi ke Raja Ampat di Papua Barat.
Pertama kalinya Dy protes atas kebungkaman Beck atau protes atas tindakan Aby yang pergi dari Suite Room.
Apakah tindakannya benar atau tidak itu urusan nanti.
Selama ini Dy pergi di bawah Bendera XPostOne yang selalu membayangi kehidupannya.
Biasanya Dy pergi memakai Private Jet XPostOne, tapi hari ini Dy terpaksa merogoh koceknya membeli Tiket Bisnis Class menuju Sorong, pintu gerbangnya Raja Ampat.
Di dalam Pesawat Dy menjernihkan pikirannya. Otaknya tidak mau di bebani hal-hal yang absurd.
Dy mau menunjukkan kepada Beck bahwa dirinya protes dengan sikap Beck yang Sok baik kepadanya, padahal tujuan utamanya hanya untuk balas dendam.
Dy seharusnya ke Ubud menemui Tante Tami, supaya Dy tahu siapa sebenarnya dirinya.
" Hai sendiri ". Suara Cowok di sebelahnya membuyarkan lamunan Dy.
" Ya ". Sahut Dy pendek.
" Namaku Dilan ".
" Dy ".
Dilan tersenyum mendengar jawaban yang super pendek dari Dy.
Dalam perjalanan remajanya belum pernah Dilan mengalami perkenalan "Cuek".
" Mau kemana?". Tanya Dilan sopan.
Mata Dy membulat memandang Dilan yang cerewet dan ****. Sudah jelas pesawat ini mau ke Sorong lagi nanya.
********