
đź–¤Bab.78.
SEMAKIN MESRA.
Semua Hotel hampir sama memfasilitasi Kamar Suite Room nya dengan ukuran kamar tidur dan kamar mandi yang lebih luas. Bahkan ruangan di Suite Room luasnya bisa mencapai 300 meter persegi. Sedangkan untuk kamar tidur di Suite Room biasanya telah menggunakan Bed atau tempat tidur yang paling besar dan nyaman, yakni tipe King size.
Kamar mandinya mengusung Western style dengan shower dan Bathub.
Di Kamar mandi dapat menemukan bathroom amenities atau perlengkapan mandi seperti handuk, sikat dan pasta gigi, hairdryer, jubah mandi, sandal hotel, sisir, dan sebagainya.
Suite Room memiliki konsep layaknya Private Villa, fasilitas yang di sediakan sengaja diatur selengkap mungkin dengan interior yang modern agar para tamu bisa betah berlama-lama layaknya di Rumah sendiri. Oleh sebab itu seringkali para pengelola menyisipkan fasilitas pendukung dalam suite room layaknya dapur, mini bar, TV kabel, AC, coffee/tea maker, ruang makan, living room, kolam renang, dan masih banyak lagi.
Begitulah kehidupan Dy di Bali, pindah dari Suite Room Uvassa Hotel, ke Suite Room Romero Hotel.
Jelasnya sekarang Dy bersembunyi di sini, bukan untuk dirinya tapi untuk Aby.
Dy memandang wajah Aby yang ganteng, ada rasa kasih menyelimuti hatinya, seperti rasa kasih kepada Beck.
Mengapa orang harus Mati ?, pikir Dy. Terus terang Dy tidak sanggup hidup kalau Aby atau Beck mati.
Dy menyeka air matanya....
Dy bangun menuju Kamar mandi.
Setelah mandi Dy memakai Lingerie dan memakai flora eau de cologne untuk menyegarkan badannya.
Malam ini Dy tidak akan ke Restoran untuk makan malam.
Dy sudah biasa tidak makan atau makan seadanya kalau tugas, tapi ntahlah Aby...
Dy keluar dari Kamar mandi sudah mendapatkan Aby duduk di pinggir tempat tidur.
" Yank sudah bangun?". Kata Dy tersenyum
" Aku gantian mandi ". Sahut Aby langsung ngeloyor ke Kamar mandi.
Dy keluar Kamar menuju Dapur.
Ternyata Admesh sudah memenuhi kebutuhan Dapurnya.
Dy ke Mini Bar segala minuman ringan sanpai minuman keras tersedia, cuma Minuman ini berbayar, tergantung berapa Hotel mematok harga.
Ada alat sensor yang terpasang untuk mengetahui perpindahan barang yang ada di Mini Bar.
Aby memperhatikan Dy yang sibuk menghitung Minuman yang ada di Mini Bar.
" Yank Kamu mau mjnum?". Tanya Aby mendekati Dy.
" Tidak, Aku cuma melihat apa ada Rice Wine disini. Ternyata tidak ada ". Sahut Dy lalu kembali ke Dapur.
" Yank..Kamu bisa tidak makan nasi seharian?". Tanya Dy kepada Aby.
" Bisa, kalau tidak ada nasi boleh bubur ayam atau lontong balap". Sahut Aby membuat Dy tertawa.
" Itu sami mawon saja Tuan, Aku tanya bisa Kamu makan Roti seharian?".
" Bisa.... kalau Kamu terus ada di sampingku. Jangankan makan Roti, gunung kembar Ku telan ". Sahut Aby membuat muka Dy memerah.
" Iihh..genit ". Kata Dy melanjutkan membuat Burger. Aby mendekati Dy dan meneluknya dari belakang.
Bau wangi tubuh Dy membuat asratnya memuncak.
" Dy Kita menikah yuk". Bisik Aby membuat Dy kaget.
" Lho..katanya Kita sudah menikah, Kamu bilang Aku ini istrimu. Berarti Kamu tidak Amnesia donk" . Sahut Dy membuat Aby baru sadar. Dia selalu lupa bersandiwara Amnesia.
" Aku ingin pernikahan kedua, kalau pernikahan pertama bolehnya hanya sampai di gunung saja, kalau pernikahan kedua Aku pasti dikasi melewati lembah ". Sahut Aby tidak kalah cerdik.
Dy langsung membalik badan dan mencium Aby dengan gemas.
Aby yang tidak menyangka ada serangan fajar berusaha mengimbangi dengan mesra.
"Sudah pintar sekarang ya ". Goda Aby ketika Dy melepaskan ciumannya.
" Aku akan menggigitmu dan menelanmu sampai Kamu merasa sesak". Sahut Dy gemes.
*******