
đź–¤Bab.92.
MENGANTAR DILAN.
Dalam perjalanan pulang Dy lebih banyak diam. Pikirannya ke Gudang tadi.
" Kurasa Gudang itu Pabrik Extacy ". Kata Dilan, ternyata pikiran Mereka sama.
" Aku juga berpikir begitu, mungkin masih banyak Pabrik sejenis yang belum terhendus oleh Polisi ". Sahut Dy.
" Dy Aku minta diantar ke Markas, di Suite Room Aku tidak bisa istirahat ".
" Kenapa tidak bisa?, Aku tidak pernah mengganggumu ".
" Badanmu yang sexy menggangguku ". Jawab Dilan terus terang.
" Dasar genit ". Sahut Dy merasa terpuji.
" Aku berharap Kita ada tugas keluar Negeri atau keluar Daerah berdua ".
Kata Dilan menoleh ke Dy.
" Kamu sudah matiin Jam Sensor nya, nanti di dengar Beck ". Sahut Dy tertawa.
" Iihh..bikin kaget aja, sudahlah!. Kalau di dengar Beck bisa tamat riwayatku ".
Mereka tertawa berdua.
Tidak terasa sudah sampai di Markas.
" Oke..sampai ketemu di Luar Negeri ". Kata Dilan bercanda. Merekapun berpisah.
Dy membelok arah mengambil lajur cepat menuju ke Toll Bali Bandara.
Setiap lewat disini Dy merasa nyaman.
Padahal banyak di Luar Negeri Toll yang lebih Indah, ada air mancur warna warni.
Tapi tetap saja Dy merasa yang terindah Toll Bali Mandara, mungkin karena banyak burung-burung Camarnya atau perahu Nelayan yang masih tradisional.
Dy memasuki Area Romero Hotel Luxury Bintang 5. Megah banget.
Sampai di Lobby Dy langsung ke Bar.
Kalau Dy datang selalu menjadi tontonan, Mereka kagum melihat penampilan Dy.
Tapi tidak ada yang berani mendekati, kecuali siap di pecat JM.
Melihat Dy datang seorang Bartender cepat melayaninya. Dan Bartender yang lagi satu langsung sembunyi-sembunyi menelepon Aby.
(Pesan dari JM, setiap Dy datang harus memberitahu JM).
Dy duduk di kursi Bar sendiri.
" Aku minta segelas Vodka Cocktail".
Sahut Dy.
" Me, too". Terdengar Suara pria di belakangnya. Dy menoleh.
Aby memeluknya dari belakang.
" I Love Baby ". Bisik Aby mesra. Kecemasannya hilang setelah Aby melihat Dy.
" Apa Pak JM mau minum?". Tanya Bartender ramah.
" Tidak, Trimakasih ". Sahut Aby.
" Yank, sudah mau pulang??". Tanya Dy merasa dirindukan. Aby duduk di sebelah Dy. Matanya tidak lepas memandang kekasihnya.
" Maaf Pak, Saya cari-cari Bapak dari tadi".
Tiba-tiba saja Lopi sudah ada disitu.
Dy melihat Lopi langsung perutnya mual saking kesalnya.
" Ada apa Lop?". Tanya Aby kurang senang.
Aby takut kalau Dy marah gara-gara kedatangan Lopi.
" Anu Pak, Saya mau nanya beberapa pekerjaan yang belum Saya mengerti". Kata Lopi seenaknya.
" Sorry Mbak, ini Hotel besar, kalau Mbak mau kerja disini sudah harus siap, tidak ada istilahnya JM mengajari Asmen. Kalau Mbak tidak bisa bekerja bisa Mengundurkan Diri ". Sahut Dy tegas.
" Apa maksudmu?, Kamu tidak ada Hak menceramahi Saya". Tungkas Lopi.
Dy tidak menyahut dan mengeluarkan Kartu Namanya, sebagai Owner Romero Hotel dan Uvassa Hotel.
" Besok-besok jaga mulutmu, besok Saya kasi Kamu SP .1". Kata Dy membuat Aby dan Lopi kaget.
" Jangan cepat mengambil keputusan, Saya tidak bersalah". Suara Lopi meninggi.
" Saya tahu Background Kamu, Namamu Lopi Agustini, lemparan dari Villa Araya.
Dan Trick Record mu sudah menjadi rahasia umum. Sebentar lagi Saya juga akan melempar Kekasih gelapmu yang masih menjadi suami orang". Kata Dy membuat Lopi menahan marah. Dan langsung pergi. Dy senang melihat reaksi Lopi, seperti orang yang tertangkap basah.
Berarti Dy diam-diam mencari informasi tentang Lopi.
Mungkin karena Dy cemburu. Pikir Aby senang.
Dy mengajak Aby pulang setelah segelas Cocktail membasahi tenggorokan.
Mereka berjalan mesra berdua membuat orang yang melihatnya iri.
******