
đź–¤Bab.31
MALAS
Bi Inah membuat Nasi goreng, Omelet, Fish Tofu, sambal kecap, kerupuk dan Timun.
Dy memandang masakan itu dengan pikiran melayang ke Beck.
Hatinya rindu dengan Papanya.
Biasanya Papanya selalu memaksa dy menghabiskan Omeletnya, tapi jangan memakan nasi banyak.
Kadang-kadang Papanya menyuruh si Mbok membuat Nasi goreng dari beras merah, seperti yang Mereka pernah makan di Restoran Hotel Bintang lima di Bali.
" Dy kemarin koq gak kerja ?". Tanya Gama mendekati Dy yang lagi menata makanan.
" Aku sibuk". Jawab Dy pendek.
Aby duduk diam memandang Dy. matanya yang indah memancar menyejukkan hati.
Hari ini Dy ingin menengok Jannet di Hotel.
Disamping itu Dy sudah merasa tugasnya hampir finish.
Sekarang menunggu kabar dari Mr.x saja.
" Sabtu nanti Kamu kemana?". Tanya Gama lagi.
" Aku mau pergi sama suamiku". Sahut Dy seenaknya. Aby yang sudah tahu rencana Dy cuma diam.
" Kamu bohong ". Kata Gama langsung mau memeluk Dy. Tapi dengan satu gerakan memutar, tangan Dy mendorong tubuh Gama kediding dan kaki Dy lurus keatas menjepit badan Gama.
Gama dan Aby kaget.
Aby hampir teriak...
Tapi untung tidak ada orang, cuma Mereka bertiga di ruang makan.
" Sorry... Aku bercanda ". Kata Dy menepuk pipi Gama yang masih bengong.
Dy ngeloyor keluar menuju Dapur.
Nafas Gama memburu, Dia tidak menyangka Dy mempunyai jurus bela diri.
Hanya Aby yang mengerti siapa Dy.
Nyonya Ida masuk ke ruang makan.
Di belakangnya ada Pak Burhan dengan wajah muram.
Mereka semua duduk mengitari meja.
Dy kembali masuk membawa Dessert atau makanan penutup.
" Satpam nya sampai pingsan, Mereka menaiki Mobil Lambhorgini Aventandor ". Kata Pak Burhan.
Matanya menatap tajam kepada Dy.
Dy meletakkan Dessert nya tanpa bersuara, sengaja Dy tetap berdiri disitu.
" Sudah lapor Polisi ". Tanya Nyonya Ida.
" Tidak perlu, tidak ada yang hilang, lagian yang bikin ulah Pak Gadon, katanya Dia yang mau memeluk cewek itu ". Sahut Pak Burhan.
" Tapi sudah lihat CCTV Om ". Tanya Aby matanya terus menatap Dy.
" Itulah yang Om tidak mengerti. Tidak ada kelihatan apapun di CCTV, padahal CCTV tidak rusak". Kata Pak Burham.
Dy keluar dari Ruang makan dengan lega.
" Dy tidak makan?". Kata Bi Inah memandang Dy.
Biasanya Dy ramah dan sering bercanda, tapi semenjak peristiwa tenpo hari itu Dy jarang tersenyum.
Dy lebih banyak melamun atau menerima telepon dengan bahasa asing.
" Trimakasih Bi, Saya sudah Sarapan". Kata Dy duduk di kursi Dapur.
Tidak lama Dy keluar.
Bi Inah dan Bi Narti sering heran melihat tingkah Dy.
Dy ke garasi mulai memanaskan mesin Mobil.
Ponselnya berdering, suara Jannet terdengar ceria.
" Dy Kamu jadi kesini?".
" Jadi, sudah mau jalan. Aku cuma numpang tidur ". Sahut Dy.
Dy cepat menutup Ponselnya ketika Gama dan Aby naik ke Mobil.
Nyonya Ida dan Pak Burhan memakai Mobil berbeda.
Sepanjang perjalanan Gama diam.
Sekarang Gama tidak mau duduk disamping Dy, tadi Gama dibuat malu, untung hanya ada Aby.
Selesai mengantar Gama, Dy tinggal mengantar Aby.
Beberapa kali Dy menguap, matanya sangat ngantuk.
" Aku yang membawa Mobil kalau Kamu ngantuk". Celetuk Aby.
"Pakai sabuk pengamanmu Aku akan ngebut ". Kata Dy terus tancap gass.
Kalau sudah begitu Aby terpaksa menurut.
*******