
đź–¤Bab.19.
CAR WASH ROBOTIC.
Mereka sudah sampai di Car Wash Robotic.
Dy membayar tagihan dan mendapat Voucer segelas Kopi.
Mobil berjalan otomatis dan di cuci secara otomatis.
Jaman sudah semakin maju, semua serba otomatis.
Dy dan Gama turun dari Mobil karena Mobil mau di Vacum.
Mereka menuju Cafe mini Robotic.
" Kamu sering cuci Mobil kesini?". Tanya Gama memandang Dy yang berada di depannya.
Mereka sekarang lagi menunggu di Cafe mini yang berada di Cars Wash.
Dua cangkir Cappucino panas berada di hadapan Mereka.
" Seringlah, Aku khan Sopir". Sahut Dy bohong, sambil menyeruput kopinya.
" Kamu sudah punya pacar?". Tanya Gama selanjutnya.
" Sudah Tuaannn...". Sahut Dy.
" Aku tidak percaya, Aku juga tidak percaya Kamu seorang Sopir ". Kata Gama menatap mata Dy.
" Trus Aku harus bilang Wow gitu....". Ledek Dy.
Mereka kemudian saling mengejek.
Ada saja topik yang membikin Mereka tertawa.
Gama tidak tahu Dia dimamfaatkan oleh Dy. Semua pembicaraan Mereka terekam di Jam tangan Dy.
" Ayo Kita pulang sudah selesai ". Kata Dy berdiri.
" Gimana kalau Kamu menjadi Sopirku dan Mama Aku cariin Sopir baru ".
" Kamu gila...". Sahut Dy tertawa.
Kemudian Dy ngebut, kebetulan Jalan sepi. Gama mengoceh sepanjang perjalanan, tapi Dy tidak menggubris.
Mobil telah masuk ke garasi, ketika Bibi Narti berlari menghampirinya.
"Tuan Gama, Tuan Aby mengamuk ".
Gama dan Dy kaget dan Mereka lari ke dalam. Dan Dy melihat Pas Bunga hancur dan beberapa Pot.
Ternyata Nyonya Ida tidak dirumah, pantas tadi Dy naik ke Kamar Aby tidak ketahuan.
" Aby ada apa ?". Tanya Gama setelah berada di Kamar Aby.
" Gam..lebih baik Kamu suruh Bibi siapin makannya Tuan Aby, mungkin ini pengaruh sakitnya yang kemarin.
Dari pagi Tuan belum makan, jelas kumat sakitnya ". Kata Dy.
Gama langsung keluar.
" Maafin Aku Tuan, tadi Aku buru-buru".
Kata Dy mendekati Aby.
Aby menepis tangan Dy yang mencoba memegang tangan Aby. Habis sudah rayuan Dy supaya Aby mau memaafkannya, tapi Aby kaku.
" Bagaimana kalau sekarang Kita keluar?".
Kata Dy mencoba lagi sekali membujuk Aby. Akhirnya Aby mau berdiri.
Mereka turun kebawah.
" Mau kemana, makanannya baru mau diantar ke atas ". Kata Gama setengah teriak.
" Aku keluar sebentar membeli obat ". Sahut Dy bohong.
" Tunggu Aku ikut ". Kata Gama.
" Bangkunya tidak cukup". Jawab Aby ketus. Degg!!. Tumben Aby berkata ketus begitu. Disitulah Gama tahu bahwa Aby ada rasa dengan Dy.
Gama langsung menuju ke kamarnya.
Berarti Dy tahu bahwa Aby menyukainya, makanya tadi Dy menyuruh dirinya ke Dapur.
Goblognya Aku. Bhatin Gama.
" Kita mau kemana?". Tanya Dy setelah Mobil keluar dari garasi.
Aby diam saja mematung. Melirik juga tidak. Dy merasa bersalah juga. Tadi sekitar satu jam Dy pergi sama Gama. Berarti Aby menunggunya lama banget, pantaslah Aby mengamuk.
Dy jadi Serba salah mengajak patung hidup. Terpaksa Dy mengalah karena perintah Beck.
Menurut Beck Dy harus mengawal Aby kemanapun Aby pergi.
Tapi itu masalah rumit, karena akan membuat Nyonya Ida berprasangka buruk terhadap dirinya.
Kecuali Aby tidak tinggal di Rumah Nyonya Ida, baru Dy bisa mengawasi Aby seharian.
Tapi gimana caranya supaya Aby bisa nempel terus dengan dirinya.
Aby itu khan bukan anak kecil, yang bisa di ajak kemana-mana.
Hanya ada satu jalan yaitu membuat Aby menjadi pacar Dy.
*******