I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 7



đź–¤Bab.7.


BERKELAHI.


Ini hari kedua Dy bekerja di rumah Nyonya Ida. Dari pagi pekerjaan sangat banyak.


Ada saja yang di suruh sama Bi Ijah sepertinya Bibi memanfaatkan dirinya.


Dy ke garasi untuk mengambil Motor, Dy ingin langsung pulang.


Tapi tiba-tiba Kotak GSM nya berbunyi.


Dia membuka tasnya, kotak GSM nya menyala. Sebuah pesan masuk.


-Help me..


Cafe Dedari XP12.


Dy memasukan Kotak GSM nya kembali ke Tas.


Agen XP.12 minta tolong kepadanya.


Dy mencari di Google Map Cafe Dedari.


Untung Nyonya Ida meminjamkan Motor kepadanya.


Motor Ninja itu berlari kencang menyusuri gelapnya malam. Angin dingin menerpa tubuhnya. Lampu jalanan menuju Cafe Dedari tidak begitu terang.


Mungkin karena Cafe ini sengaja di buat di tempat sepi dan agak ke dalam.


Jalanannya juga masih flintstone.


Akhirnya Dy sampai juga di Cafe Dedari.


Motor dy taruh di parkiran agak di luar.


Dy membuka helm nya dan menggantungnya di Motor.


Kemudian Dy masuk ke Cafe dan mencari tempat duduk tersembunyi.


Kaca mata yang Dy pakai memberi sinyal bahwa ada Orang dalam keadaan bahaya.


Mata Dy terpaku dengan seorang Pemuda yang duduk diapit 2 orang laki-laki.


Jam tangan Dy meng "zoom" keberadaan Mereka, terlihat dilayar ada senjata api yang menempel di punggung Pemuda itu.


Dy yakin 0rang itu XP.12.


Ternyata salah satu dari laki-laki itu menodongkan Pistol ke XP.12.


Dy langsung keluar dari Cafe.


Sebuah Senjata Api sudah terselip di pinggangnya.


Dy menunggu diatas motor agak jauh dari Cafe.


Tidak berapa lama Target keluar, menjauh dari Cafe.


Mereka berdiri di pinggir jalan. Mungkin menunggu jemputan.


Cepat-cepat Dy menyimpan kaca matanya dan memakai Sarung tangan.


" Maaf Pak, mau tanya kalau ke Kuta jalannya lewat mana ". Dy bertanya kepada Target pertama. Dy melirik XP.12. yang punggungnya ditempelin Pistol.


" Putar saja terus lurus ". Target ke dua menjawab.


" Maksudnya apa Pak, Saya kurang mengerti. Masalahnya Saya Perempuan kalau kesasar bisa berabe ". Sahut Dy pura-pura bloon.


" Dasar ******....pakai Google Map saja". Seru Target pertama.


Dy turun dari motor.


" Pak ngomong jangan kasar". Bentak Dy.


" Maumu apa, jangan sok jagoan, Kamu belum tahu siapa Kita......". Sebelum Target 1 menyelesaikan bicaranya, sepatu Dy sudah menendang mulutnya.


Perkelahian tidak bisa di hindari.


Dy ingin cepat-cepat menyelesaikan permainan ini, sebelum teman Mereka datang. Dy memberi lawan Pukulan upper cut dilontarkan dari bawah.


Merasa Target 1 kewalahan menerima amukan Dy, Target ke 2 ikut membantunya dengan cara menodongkan Pistol ke Dy.


XP.12 seketika menendang Target ke 2.


Sebelum kedua Target sadar di perdaya Dy sudah meloncat ke motor di ikuti XP.12. Ninja itu lari kencang menuju Home Stay.


Sampai di Home Stay Dy mempersilahkan XP.12 masuk untuk mengganti pakaian.


Dy memberi XP.12 Sweater dan masker.


Setelah itu Dy menghubungi Taxi.


"Kamu harus cepat ke Bandara, nanti tiket akan dikirim lewat Ponsel, ". Kata Dy sambil meminta nomor kontak XP.12.


Dy menarik nafas lega setelah XP.12 pergi.


Di antara Agen biasanya jarang saling mengenal.


Mereka berkomunikasi apabila ada keperluan darurat dan ada dalam Wilayah yang sama.


Dy lalu mengirim Tiket Pesawat lewat ponselnya, syukurlah masih ada satu Penerbangan malam ini.


Dy mengambil GSM nya dan mengirim pesan kepada Beck.


Kemudian Dy mengeluarkan Laptopnya dan mengirim gambar dan beberapa data kepada Beck.


Jarum jam sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari.


Dy baru selesai dengan pekerjaannya.


Perutnya sangat lapar, karena belum makan dari Sore.


Dy mengambil Roti tawar dan mengoleskan sesendok Madu Clover.


Kemudian Dy menuju kamar mandi.


Air hangat dari Shower membasahi tubuhnya.


*****