I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 71



đź–¤Bab.71.


SERANGAN KEDUA


Hawa cemburu masih tersirat di muka Aby. Dy hanya diam mendengar ocehan Aby. Selalu ngomel kalau Aby cemburu, sifat itu Dy sangat tahu.


Sifat Aby yang asli, yang tidak Amnesia.


Kalau dulu Dy akan marah kalau Aby ngomel, tapi sekarang tidak.


Dy terus menggali emosi Aby sampai Aby mengaku kalau sebenarnya Dy tidak Amnesia.


Tapi Aby terlalu licin, Dy tidak akan mengaku sebelum Dy menjadi miliknya.


Aby akan selalu pura-pura Amnesia di depan semua orang, termasuk di depan Dy. Hanya itu senjatanya untuk melindungi dirinya.


Siang ini Dy mengajak Aby ke Seluler World untuk membeli Ponsel.


Seorang gadis mendekati Aby, mengajak Aby memilih dari beberapa Ponsel Up to date. Dy memilih duduk sambil memperhatikan tingkah Aby.


Sesekali Aby mengedipkan sebelah matanya tanda cinta kepadanya.


Dan Dy tersenyum bahagia mendapat perlakuan Aby yang selalu mesra.


" Yank, Aku memilih yang Silver ". Kata Aby mendekati Dy.


Dy mengangguk dan mengeluarkan ATM nya, Aby menolak dan ikut mengeluarkan ATM nya juga.


" Yank, bukankah Kamu Amnesia?, Kamu pasti lupa nomor PIN ATM mu". Bisik Dy di kuping Aby. Tentu saja Aby baru sadar, hampir Dia lupa, cepat Dia memasukan ATM nya ke dompetnya.


Aby... Kamu tidak akan bisa menipuku. Bathin Dy.


Mereka kembali ke Suite Room menjelang malam. Dy dan Aby menghabiskan waktu seharian di Pantai Pendawa.


Hari yang menyenangkan.


Dy membiarkan Aby membawa barangnya ke Dapur. Tadi Dy membeli beberapa Roti gandum dan perlengkapan untuk Sarapan besok.


Perasaan Dy tidak enak, karena pintu Kamar terbuka.


Dy hampir berteriak melihat semua barang Aby berantakan.


" Ada apa Yank ". Kata Aby segera menghampiri Dy. Matanya melotot melihat barang-barangnya berantakan.


" Apa yang Kamu sembunyikan!!, Aku istrimu". Bentak Dy membuat Aby kaget.


Aby cepat keluar sebelum terpancing emosi.


Kamu bukan istriku, karena kamu tidak mencintaiku. Bhatin Aby.


Mereka sekarang berhadapan.


Dy menatap Aby yang mendadak pucat.


" Aku mohon, Kamu jangan diam, Aku akan membantumu". Kata Dy lalu memeluk Aby. Dy berusaha memberi ketenangan kepada Aby.


Kemudian Dy mengajak Aby masuk kembali ke Kamar.


" Dy Kamu jangan berprasangka, Aku tidak tahu semua yang Kamu maksud". Sahut Aby ketika Dy terus mencecar Aby.


" Oke sayank, maafkan Aku...". Kemudian Dy merapikan barang-barang Aby dan menaruh kopernya di tempat semula.


Aby merasa lega " lepas " dari Dy.


Sementara Aby mandi Dy membuka filling cabinet nya dengan sidik jari.


Dy mengambil alat2 Agen untuk mendeteksi semua ruangan.


Beberapa alat cctv Dy taruh di luar Kamar, sampai ke Living Room.


Butuh beberapa detik untuk memeriksa koper Aby dengan sensor, dan Dy menemukan sesuatu yang Aby sembunyikan selama ini.


Ini bukan koper biasa.


Koper ini sengaja di buat sedemikian rupa untuk menyimpan file.


Berarti orang yang datang kesini bukan seorang Agen, tapi penjahat biasa.


Target pertama adalah Gama, hanya Gama yang tahu tentang kepergiannya tadi pagi.


" Yank, mandi sudah malam ". Kata Aby.


" Ya Sayank... sudah selesai ". Sahut Dy lalu duduk di pinggir tempat tidur.


" Kamu lagi ngapain?, mandi dulu". Aby ikut duduk disamping Dy.


Dy cuma mengangguk.


"Masalah ini jangan sampai orang Hotel tahu, misalnya Gama". Kata Dy kepada Aby.


" Ya Aku mengerti ". Sahut Aby pendek.


Dy bangun dan langsung ke Kamar mandi.


********