I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 45



đź–¤Bab. 45.


TIDUR DI SOFA


Kalau baru bangun yang di cari pertama kali adalah Ponsel.


Seperti pagi ini yang pertama di ingat adalah melihat Instagram dan melihat status Dy.


Rahang Aby mengeras melihat Dy dengan seorang Cowok Bule lagi minum-minum.


Aby melempar Handphonenya ke Kasur, dan lari ke Kamar mandi.


Mobil Porsche itu melaju kencang.


Baru Pukul 06.30 Aby sudah sampai di Hotel Uvassa.


Aby tidak peduli dengan pandangan Scurity, Dia langsung meluncur ke Basement.


Hatinya terasa sakit melihat Status Dy di Instagram.


Aby sangat bersyukur mempunyai Kartu Chip Kamar Dy. Jadi Dy tidak perlu repot-repot mengetuk pintu kalau mau masuk ke Kamar Dy


Perasaan marah Aby meluap ketika melihat Dy tertidur lelap.


Bau Alkohol tercium keras, kecurigaan Aby tidak terbukti, cowok Bule itu ternyata tidak ada disini. Berarti Dy cuma minum bareng saja. Hati Aby lega.


Aby memandang Wajah Dy yang cantik, ingin rasanya Dia tidur di samping Dy, memeluknya dan mengulum bibir Dy yang ranum.


Tapi disisi lain Aby harus menuruti perintah Mamanya yang ingin menghancurkan Dy.


Masalah ini membuat Aby mumet setiap hari.


Aby mengambil air di wastafel langsung di cipratin ke wajah Dy.


Tentu saja Dy kaget, matanya melotot melihat Aby sudah berada di Kamarnya.


" Abyy...., Aku baru tidur ".


Kata Dy kembali memeluk bantal.


"Dy...bangun, Kita akan ke Hotel Romero ". Sahut Aby menarik kaki Dy.


" Ngantukkk ". Kata Dy terpaksa bangun. Terus ke Kamar mandi.


" Makanya jangan suka keluyuran ". Sahut Aby marah.


Aby keluar duduk di ruang tunggu. Pikirannya melayang ke rumah.


Kemarin Mereka sudah dapat surat dari Polisi bahwa akan ada Autopsi terhadap Jenazah Papanya.


Semua ini gara-gara Dy...pikir Aby marah.


" Aku sudah siap ". Kata Dy menghampiri Aby. Kelihatannya mata Dy masih merah karena mengantuk.


" Ayo Kita berangkat ". Ajak Aby bangun dari kursi. Matanya tidak lepas dari Dy.


Dandanan Dy betul-betul Flawless.


" Pakai Mobil ku ". Kata Dy setelah Mereka berada di Basement.


" Kamu mengantuk, biarin pakai Mobil Ku".


Sahut Aby.


Tapi Dy sudah menuju ke Mobil nya, mau tidak mau Aby harus menurut.


Sepanjang Dy memanasi Mobil, Aby terus mengoceh.


" Kenapa sih Kamu senang ngomel, semua yang Kamu katakan tidak benar".


Sanggah Dy ketika Aby mengatakan bahwa Bule yang Dy ajak minum hanya


memamfaatkan Dy.


" Kamu bela Bule itu, apa hubunganmu dengan Bule itu". Tanya Aby emosi.


Mobil keluar dari Hotel Uvassa menuju Hotel Romero.


Mobil melaju cepat, membuat mulut Aby yang ngomel berhenti.


Tidak ada 15 menit Mobil sudah sampai di Basement Romero Hotel.


Semua Karyawan heran melihat JM mereka datang pagi-pagi.


Apalagi bersama gadis cantik.


Biasanya Aby datang jam Sembilan, setelah itu Morning Briefing dengan Staf Manager.


" Aby Aku ngantuk, Kamu terlalu pagi datang, mana Aku bisa belajar ". Kata Dy setelah Mereka berada di ruangan JM.


Dy langsung merebahkan badannya di Sofa tanpa menunggu komentar Aby.


" Dy jangan aneh-aneh nanti Karyawan lihat ".


" Makanya Kamu intercom Asmen, supaya Karyawan tidak kesini". Sahut Dy, langsung memejamkan matanya.


Daripada ribut Aby membiarkan Dy tidur di Sofa. Juga baru jam tujuh lewat sedikit.


Aby mengganti pakaiannya dengan pakaian Kantor.


Karyawan Hotel yang menjabat, pakaian kerjanya tidak di bawa pulang, di Londry di Hotel.


Dari rumah berpakaian bebas, sampai di Hotel baru diganti.


Kemudian Aby membuka laptopnya, mulai bekerja. Tapi pekerjaannya terganggu dengan suara Ponsel Dy yang terus berbunyi.


******