I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 49



đź–¤Bab.49.


MENGUNTIT


Brian mengambil Rokok dan berdiri mendekati meja Target.


" Permisi Pak, pinjam koreknya ". Kata Brian sopan. Salah satu dari Mereka memberi korek.


Kesempatan itu di pakai Brian menempelkan sebuah benda kecil ke jaket Target.


Setelah Brian menyalakan rokoknya dan mengembalikan koreknya, Brian dan Dy keluar dari Warung.


Kita cari tempat dulu. Bisik Brian setelah Mereka jauh berboncengan.


Akhirnya Mereka memutuskan untuk mencari penginapan di sekitar sana.


Sebuah kamar 3x3 dengan kamar mandi dalam dan tempat tidur satu Bed yang menjadi tempat berteduh Mereka sementara waktu.


Sampai di kamar Dy mulai sibuk mengirim data kepada Beck.


Brian trus melihat sensor GSM.


Target yang sudah mulai keluar dari warung dan menuju sebuah Mobil.


Kemudian target diam dititik tertertu.


" mungkin Mereka sudah sampai di penginapan dan membuka jaketnya". Kata Brian tersenyum tipis.


" Gak apa-apa yang penting Kita sudah tahu dimana Mereka". Sahut Dy.


Semoga saja ke yakinan Mereka tidak meleset.


Sambil menunggu perkembangan selanjutnya Dy dan Brian mengisi perutnya dengan beberapa roti dan air mineral.


" Dy Aku mau mencari kopi dulu, Kamu lihat Target ". Kata Brian keluar Kamar.


" Oke ". Sahut Dy, matanya terus memandang kotak Sensor.


Tidak berapa lama Brian sudah membawa 2 gelas kopi dan sebungkus Roti.


" Gimana ada perkembangan?". Tanya Brian sambil menyodorkan satu gelas kopi kepada Dy.


" Rupanya Mereka ke Taman Baluran.


Aku punya Feeling nanti malam Mereka akan membawa semua barangnya ke Rumah penginapan".


Kata Dy sambil menyeruput kopinya.


" Kita tunggu perkembangan selanjutnya, nanti malam Kita akan mendekati penginapan Mereka". Sahut Brian.


Malam beranjak naik, Dy sudah menyiapkan senjata P229 dengan amunisi kaliber 9x99mm dan 357 SIG.


Sekitar pukul 02.00 dini hari Dy dan Brian mulai bergerak.


Mereka mulai mengikuti jalan setapak menuju Pantai. Karena penginapan itu dekat dengan pantai.


Dengan langkah ringan Dy dan Brian meloncat keatas tembok pembatas.


Mereka mengikuti Sensor ke titik tujuan.


Tapi langkah Mereka terhenti dan cepat Mereka bersembunyi. Sebuah Mobil datang dan dua orang turun dari Mobil.


Mereka menyalakan lampu ruangan.


Dy memakai kaca matanya meng " Zoom" apa yang Mereka lakukan.


Dy dan Brian kaget karena Dua orang yang tadi datang adalah " pengantin "


atau orang yang akan mengorbankan nyawanya dengan bom bunuh diri.


Badan Mereka sudah terikat dengan Bom dan ada tiga orang lainnya membawa beberapa ransel naik ke Mobil.


Dy dan Brian yakin Orang-orang ini akan ke Bali.


Dengan ketatnya penjagaan di Pelabuhan ketapang Dy yakin Mereka punya cara lain untuk menyebrang.


Dy dan Brian keluar dari penginapan itu setelah Mobil itu meluncur pergi.


"Aku yakin Mereka akan naik Boat, dan Akan menyusup di salah satu kapal".


Kata Dy.


" Kita tunggu disini dulu, kalau Mereka naik Boat pasti akan lewat di depan Kita.


Siapin saja senjata". Sahut Brian.


Mereka lalu mencari tempat tersembunyi di pinggir pantai.


Dy melapor lewat GSMnya kepada Beck tentang keadaan sekarang.


karena ada Pom bensin beberapa meter dari Mereka duduk, Sekitar 100 meter ke kanan.


Tapi kalau Dy membiarkan Mereka lewat akan lebih banyak memakan korban.


Akhirnya diambil keputusan Dy dan Brian harus menjauh dari Pom bensin.


Dy dan Brian berlari ke Utara dan Mereka cepat tiarap, sebuah bayangan mendekati Pantai.


Dy dan Brian merayap, pelan-pelan mendekat dan mengambil jarak.


Mereka bersembunyi di rerimbunan pohon yang ada di tepi pantai.


Sekarang datang lagi satu Boat


Berarti ada Dua buah Boat yang bersandar.


Dari Boat ke dua ada 2orang yang turun.


berjalan bolak balik mengangkut sesuatu.


Kemudian Boat pertama naik 2 orang yang tadi Mereka lihat, atau sebagai penganten.


******