
đź–¤Bab.39
PERJAMUAN.
Lambhorgini itu menuju UVASSA HOTEL, Beck begitu saja melewati Scurity tanpa di periksa, dan langsung ke Basement.
Beck mengajak Dy menuju life yang langsung menuju Suite Room.
kamar Suite memiliki ukuran kamar tidur dan kamar mandi yang lebih luas, bathroom amenities yang lebih lengkap, mesin kopi/teh sendiri, hingga fasilitas seperti ruang tunggu (living room).
" Kamu akan tinggal disini beberapa hari,atau sampai Kamu bosan ". Kata Beck kepada Dy.
" Apakah ini hadiah untukku ?". Tanya Dy menuju Living Room.
Suite Room ini ada di tepi tebing (cliffside), yang memiliki daya tarik tersendiri, pemandangan lautnya yang luas serta langit yang biru sungguh indah. Dari sini Dy bisa menikmati segarnya angin berembus sambil menghabiskan Cocktail sembari memandang matahari yang terbit atau tenggelam.
" Paa..disini Gama kerja anak kedua Nyonya Ida ". Kata Dy.
" Oh ya...".
" Papa koq kurang greget jawabnya".
"Papa masih menjawab DM teman-teman Papa ". Sahut Beck ngeles.
" Suruh telepon aja Paa, capek ngetik ".
Beck cuma tersenyum mendengar ocehan Dy.
" Aku akan menjemputmu nanti malam ,
Seorang MUA (mike up artis) akan membantumu berdandan, Papa akan keluar dulu.". Kata Beck kepada Dy.
" Memangnya Kita mau kemana nanti Paa?". Tanya Dy heran.
" Papa akan mengenalkanmu dengan kolega Papa .
Kejutan apalagi yang Beck mau bikin.
Bisik Dy dalam hati.
Rindunya dengan Beck sudah terobati.
Beck sengaja ke Bali menengok Dy.
Membawakan Dy Gaun dan perlengkapan Make up yang Dy pesan.
Dy merapikan bajunya dan barang-barangnya.
Ruangan ini selain luas, juga sangat lengkap. Yang membuat Dy betah adalah pemandangannya.
Apalagi kalau sudah Sore, Matahari tenggelam.... indah.
Beck mengingatkan Dy supaya berdandan yang cantik.
Dengan perasaan bangga Beck menggandeng tangan Dy menuju Banquet Room.
Dy memakai gaun Wrap dress sutra, berwarna merah dengan potongan backless dan tali Spageti tipis melingkar di pinggangnya.
Kaki jenjangnya terlihat indah dari belahan gaun yang tinggi.
Ditunjang high heels dengan warna senada.
Semua mata tamu memandang kagum kepada Dy.
Undangan ini terdiri dari para teman dekat Beck yang ada di Bali, dan Karyawan Hotel sekelas Manager sampai Supervisor.
Yang paling kaget dengan penampilan Dy adalah Keluarga Romero yang terdiri dari Nyonya Ida, Aby, Gama dan Vivi.
Banyak spekulasi di pikiriran para undangan mengenai ke hadiran Dy disamping Beck.
Karena Beck selama ini di kenal tidak menikah lagi, setelah istrinya meninggal.
"Selamat malam Sahabat dan para Karyawan Semua". Kata Beck mencakupkan kedua tangannya membentuk Namaste.
Suaranya yang berat bergema santun.
Keriuhan yang tadi memenuhi ruangan mendadak senyap.
Semua ingin tahu siapa gadis disamping Beck. Istrinya atau Anaknya.
" Perkenalkan ini Valuma Uvassa anak Saya, Dy adalah Calon Owner Hotel ini, Dia pewaris Saya satu-satunya". Kata Beck membuat Vivi hampir pingsan.
Suara riuh dari hadirin terdengar. Terutama Nyonya Ida dan kedua Putranya.
Dy juga sangat kaget, karena sebelumnya Beck tidak memberitahu Dy.
Cepat Dy menutupi kekagetannya itu dengan mengangguk hormat kepada para Tamu. Dy tidak menyangka Beck membuat kejutan yang luar biasa.
Setelah berbasa basi yang cukup lama Beck mengajak Dy memperkenalkan beberapa Keluarga dan Para Manager Hotel.
" Saya tidak menyangka Dy itu anakmu".
Kata Nyonya Ida malu.
Vivi yang duduk di sebelah Nyonya Ida mukanya kecut, ingin rasanya Dia lari dari pesta ini.
Mata Aby dan Gama berbinar mesra menatap Dy yang tersenyum manis.
Kalau boleh waktu di ulang kembali, ingin rasanya Gama memperbaiki sikapnya kepada Dy.
Begitupun Aby, Dia menyesal terlalu curiga kepada Dy.
*******