I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 55



đź–¤Bab.55.


BERPELUKAN


Setelah ngobrol dengan Dy, Aby sedikit tahu sifat Dy.


Mungkin Dy tidak mengerti arti Cinta antara lawan jenis, karena Dy belum pernah bercinta.


Dy hidup selalu berpatokan dengan perintah Beck.


Aby menjadi agak lega, walaupun cintanya ditolak sama Dy, mungkin Dy tidak mengerti arti Cinta.


Aby akan mencari akal supaya Dy mengerti Cinta.


" Dy Apakah Kamu pernah tidur dengan laki-laki lain selain Aku?". Tanya Aby penasaran atas ke hidupan Dy.


" Sering... ". Sahut Dy sambil main game yang ada di ponselnya.


" Ow gitu ya ". Kata Aby mendekati Dy.


Aby tidur di sebelah Dy dan mulai melingkarkan tangannya ke pinggang Dy.


" Aby Kamu kenapa sih. Kalau mau tidur di sofa saja, Aku belum ngantuk".


Kata Dy terpaksa menghentikan permainannya.


" Aku mau tidur disini, sakit di Sofa".


"Kalau Aku dimana bisa tidur, latihan Intelijen itu berat banget.


Kami kadang-kadang tidur numpuk saking tidak ada tempat tidur ".


Aby malu sendiri, pasti yang dibilang tidur sama laki-laki itu dengan teman-temannya saat latihan.


" Kita tidur seranjang, tapi Kamu tidak boleh macam-macam, Kita akan bikin pembatas dari bantal-bantal ini". Kata Dy kembali main Game.


" Kalau macam-macam?". Tanya Aby.


" Aku akan menggigitmu". Sshut Dy enteng.


" Sekarang ja gigit Aku jangan nunggu besok".


"Ya nanti kalau Kamu sudah tidur Aku akan menggigitmu dan menelan badanmu " .


" Drakula donk ".


" Aku Drakula....". Sahut Dy gemes lalu memeluk Aby dengan kencang.


" Dy Aku gak bisa nafas....". Teriak Aby.


Dy melepas pelukannya sambil tertawa.


" Kamu ini gemesan ya?". Tanya Aby.


" Ya...Aku sering gemes lihat Kamu, Aku kepingin gigit Kamu Saja". Sahut Dy.


" Mungkin Kamu mulai mencintaiku ". Kata Aby tidak nyambung.


" Preeett..." sahut Dy mengejek.


Aby dengan senang hati tidur seranjang, walaupun ada persyaratan, itu tidak berpengaruh bagi Aby yang, penting Aby bisa tidur berdua.


Mungkin beginilah orang jatuh cinta, tidak bisa menerima masukan atau tidak gampang menyerah.


Bagi Aby inilah cintanya, cinta yang belum tersambut.... cinta yang harus di perjuangkan...


Aby tidak tahu apakah semua jalan yang Dia lakukan akan menghasilkan buah yang manis atau sebaliknya...


Pemandangan di atas Ranjang bisa membuat mulut bergosip.


Bagaimana tidak!!.


Mereka tidur berpelukkan, wajah Aby menempel dengan Dy.


Bantal pemisah sudah jatuh ke lantai.


Selimutpun teronggok di pojok.


Matahari mulai muncul dari Timur, Aby membuka matanya.


Aby kaget mendapatkan Dy dalam dekapannya. Kembali Aby menutup matanya pura-pura tidur.


Bibirnya Dy tempelkan ke Bibir Dy.


Dadanya berdebar mesra, bau wangi tubuh Dy membuat asratnya bergejolak.


Aby lebih merapatkan tubuhnya ke Dy.


Dy menggeliat kaget merasa ada yang memeluknya.


Dadanya berdebar.


Rasa nyaman yang tidak pernah Dy rasakan menyelimuti Jiwanya.


Tapi Dy tidak mau lama-lama di peluk Aby, pelan- pelan Dy menggeser tangan Aby. Dan membiarkan Aby tidur.


Dy lalu ke Kamar mandi.


Aby membuka matanya, tersenyum senang, bisa mengelabui Dy.


Hari ini Aby harus pulang untuk menghadiri panggilan Polisi.


Aby bangun dan duduk dipinggir tempat tidur. Muka Dy jengah ketika menatap Aby.


" Dy...sudah selesai mandi?". Tanya Aby melihat Dy keluar dari Kamar mandi.


" Sudah". Jawab dy menunduk. Dy malu ingat dirinya berpelukan dengan Aby.


Dulu Dy tidak pernah malu bila tidur bersama teman-teman cowoknya.


Tapi teman-temannya tidak pernah memeluknya seperti Aby memeluknya.


" Untung Aby tidak tahu bahwa tadi malam Mereka tidur berpelukan. Kata Dy dalam hati.


******