
đź–¤Bab.59.
SORONG
Bandar Udara Domine Eduard Osok menyambut kedatangannya.
Beberapa Bule mendekatinya mengajak berjalan bersama, karena tujuan Mereka sama.
Tapi sepertinya Dy memilih Teman duduk di Pesawat. Namanya Dilan, seorang Adventure sejati.
Kebetulan hobby Mereka sama, sehingga pembicaraan selalu nyambung.
Disini tidak sulit mencari Resort atau Hotel.
Resort ini terletak di Wairo, hanya 10 menit
Menggunakan kendaraan dari Waisai menuju Resort ini.
Dy memilih Resort dengan konsep Floating Cottage atau penginapan diatas laut.
"Aku juga akan mengajakmu ke pianemo dan Telaga Bintang yang airnya Biru Tosca.". Kata Dilan sewaktu Mereka menyantap Lobster di Warung Makan Seafood yang bertebaran di Raja Ampat.
Seharian Mereka berdua menikmati Alam Laut yang mungkin tidak ada duanya di Dunia. Begitu Indah, seperti Dy berada di Dunia lain.
Lautnya yang biru dan bening membuat Dy betah berlama-lama menyelam.
Kulitnya tambah Coklat membuat penampilannya tambah Exotic.
" Berapa hari rencanamu akan tinggal disini ?". Tanya Dilan membuka pembicaraan pada malam kedua Dy menginap di Resort.
" Mungkin seminggu paling lama". Sahut Dy memandang Dilan.
" Kalau begitu besok Aku akan mengantarmu ke Telaga Bintang ". Kata Dilan. Dy sangat senang berteman dengan Dilan.
Mereka lalu berbincang-bincang membahas tentang Snorkling, Mendaki gunung, Whusu..
Sampai Dilan mohon diri, karena sudah malam.
Dilan kemudian kembali ke Biliknya.
Malam ini Dy sangat puas sekali.
Dy merasa bebas dari Beck, karena semua alat Agennya Dy simpan di Filling Cabinet di Hotel.
Beck tidak bisa menghubunginya.
Dy juga selalu memposting kegiatannya di Status WA dan IG nya. Tidak lupa juga Dy memunculkan sosok Dilan yang ganteng. Lengkap sudah kegembiraan Dy.
Adakah orang yang bersedih atas perilaku Dy??, tidak ada.
Kenapa??, karena Aby sudah tidak sadar dalam dua hari ini.
Pikirannya kalut, membuat Aby tidak sadar ketika ada sebuah Motor keluar dari Gang dan langsung nyelonong di depannya.
Aby banting Stir kekiri dan Mobilnya menghantam tiang listrik.
Sudah jatuh di timpa tangga lagi.
Begitulah pepatah mengatakan.
Tidur Dy sangat nyenyak, Dy merasa badannya bugar.
Hari ini Dy dan Dilan akan ke Telaga Bintang. Nanti Dy akan menyewa peralatan Snorkling dekat-dekat sana.
Dy berjalan keluar Resort mau menemui Dilan. Kata Dilan Dia menginap di sebuah bilik Nelayan yang berjejer di sekitar sana.
Dy ingat Kamar Dilan nomor 12.
" Dilan ... Aku datang...". Kata Dy mengetuk pintu.
Tidak ada Sahutan dari Kamar Dilan, tapi pintu sudah terbuka.
Dy terus memanggil sambil masuk kedalam. Kamar Dilan gelap padahal sudah pagi.
Ujung Revolver terasa menyentuh punggung Dy.
" Jangan bergerak ". Suara laki-laki yang tak asing di telinga Dy terdengar mengagetkan Dy.
Mulut Dy seketika terkunci, Dy membiarkan tangannya di borgol.
Beck menarik Dy keluar, ada satu orang Cowok yang ikut dengan Beck.
Brengsek!!. Maki Dy dalam hati.
Ternyata Dilan adalah anak buah Beck. Pantas Dilan sopan banget.
Dy langsung memasang muka tidak suka, sepanjang perjalanan menuju Helikopter mulutnya manyun.
Hatinya kesel banget sama Dilan.
Tahu gitu Dy bersama Bule-bule yang pertama menawarkan diri mengajak Dy ikut Snorkling.
" Sudah puas mainnya " goda Beck memeluk anaknya. Tangan Dy yang terborgol Beck lepaskan.
Beck sengaja menyewa Helikopter untuk menjemput Dy.
" Aku tidak mau pulang, Aku tidak mau ketemu siapapun ". Saut Dy lantang.
" Tapi apakah Kamu tidak mau menemui orang ini?". Kata Beck memperlihatkan Vidio Aby yang berada di Rumah Sakit.
********