
🖤Bab.90.
BERANTAM
Rahang Dy mengeras melihat Lopi dan Aby duduk dalam satu meja.
Ingin sekali Dy mengayunkan tinjunya untuk Lopi yang Sok cari perhatian.
"Aku tidak menyangka Kalian akan datang, silahkan...". Aby mendekati Mereka.
" Maaf tidak memberitahumu, Om langsung kesini mau ada tugas ". Bisik Beck. Dilan tersenyum kepada Aby.
" Yank, Kamu duduk Aku yang ngambilin makan ". Bisik Aby kepada Dy. Beck sudah merasa Dy pasti ngambek dengan Aby, makanya Dy minum-minum.
" Paa.. Aku mendadak kenyang, Aku ke Lobby ya, Mobil ada di Lobby". Kata Dy langsung pergi, tanpa menunggu jawaban Beck.
Dilan bingung melihat tingkah Dy.
Tadi bilang lapar. Pikir Dilan.
" Maaf Om, Saya ke Lobby dulu ". Bisik Aby. Mukanya kelihatan cemas.
" Yaya, jaga sikapmu, jangan biarkan Dy lepas darimu". Kata Beck pelan.
":Ya Om ". Sahut Aby mengangguk dan cepat menuju lobby.
Aby berjalan menuju ke Lobby.
mendekati Dy yang memanaskan Mobil, pintu mobil masih terangkat ke Atas.
Aby langsung duduk di sebelah Dy.
"Mumpung Dilan belum datang Aku duduk disini. Semoga saja teman hebatmu itu lama datangnya ". Kata Aby menyindir Dy.
Aby 100% cemburu melihat Dilan dan Dy bersama. Aby terus menyindir Dy atas kebersamaannya dengan Dilan. Dy tetap cuek tidak mau ngomong.
" Enak sekali menjadi Dilan, selalu dipuji, kalau makan di suapin, kalau tidur di peluk...". Aby memancing emosi Dy.
" Eehh..jangan fitnah, Aku tidak sepertimu.
Selalu lengket berdua, sampai rela tidur di Kantor demi Nyai ". Sahut Dy emosi.
Aby diam, hatinya senang kalau Dy cemburu.
" Namanya masih jomblo, kalau ada orang yang mencintaiku dengan setulus hati, masak Aku tolak. Orang lain mau menerima kekuranganku yang hina ini .....".
" Kesana saja, cari Nyaimu.....". Potong Dy mendorong tubuh Aby.
Dy sudah marah sekali.
" Aku akan ikut Kamu ". Kata Aby menutup pintu Mobil.
" Lebih baik Kamu menembak Aku dari pada Kamu menyiksaku setiap saat.
Aku memang salah mencintaimu yang terlalu tinggi levelnya, Aku tidak seperti Dilan". Sambung Aby mengeluarkan unek-uneknya. Dy merasa serba salah. Dy tdak menyangka kalau Aby tersinggung selama ini.
" Turun!!". Perintah Dy tanpa menoleh, Dy berusaha menyembunyikan rasa bersalahnya. Dy juga takut Aby ikut, karena sangat berbahaya.
" Tidak!!, Aku ikut, Aku tidak takut mati". Sahut Aby kekeh.
Kalau sudah begini Dy tidak bisa berkutik.
Jalan satu-satunya adalah....
Dy membuka kaca matanya dan mendekatkan wajahnya ke Aby, dan Dy menyerang Aby dengan ciuman lembut...
Dari pada MUBAZIR Aby menerima serangan mendadak itu.
Asrat memang tidak mengenal tempat, dimana bisa terjadi.
" Sekarang turun". Bisik Dy lembut.
Tapi Aby tidak mau turun, Abi menggunakan aji mumpung dan terus minta tambah....
Mereka berhenti saling pagut ketika Beck dan Dilan sudah datang.
Aby dan Dy lalu keluar dari Mobil.
" Papa mau ke Markas, kalian hati-hati bertugas". Kata Beck kepada Dilan dan Dy.
" Aku akan menunggumu pulang". Kata Aby sedih.
Beck memeluk Dy dan mencium keningnya. Kemudian Dy dan Dilan naik ke Mobìl.
Lamborghini Aventandor itu melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah Rumah kontrakan ber Cat hijau.
Kebetulan Rumah ini jauh dari Rumah penduduk dan di sekitarnya sawah yang kering. Menurut Beck ada sekitar lima 0rang penghuni di dalamnya.
Dy memarkir Mobilnya jauh dari rumah kontrakan. Mereka berdua turun dari Mobil disambut oleh gonggongan Anjing. Maklum banyak sekali Anjing liar.
Dy dan Dilan memakai Masker gas Respirator, karena Dilan akan menembakan senjata pelontar gas air mata kalau Mereka tidak mau menyerah.
Dy mencabut senjatanya dari Holster dan mulai mendekati Rumah target.
Mereka mengambil jarak sekitar 200meter.
Dilan mengambil Mic Wireless dan mulai memerintahkan orang yang ada di dalam untuk keluar.
********