
🖤Bab.93.
MINGGAT
Sore beranjak malam, Aby dan Dy berjalan beriringan ke Suite Room.
Banyak hal terjadi hari ini yang membuat pikirannya melayang kemana-mana.
Sampai di Suite Room Dy cepat ke Kamar mandi, badannya sudah terasa lengket.
Dy mau berendam di Bathtub.
Air hangat mengalir bersama Bubble Bath, memenuhi Bathtub. Dy juga menuangkan beberapa tetes minyak essential.
Kemudian Dy berendam santai, sudah lama rasanya Dy tidak melakukan relaksasi ini.
":Yank, Kamu masih mandi?". Teriak Aby merasa Dy terlalu lama di Kamar mandi.
" Apa Kamu mau mandi, masuk saja. Aku masih berendam...". Sahut Dy enteng.
" Ya Aku tunggu diluar ". Kata Aby cepat.
Aby tidak mau mengambil risiko seandainya Dia masuk kedalam.
Lebih baik menunggu di luar sambil mengkhayal tubuh Dy, daripada masuk dan melihat nyata tubuh Dy....
Siapa yang akan disalahkan apabila asrat meledak dan wong cilik melesat😁
Sangat ngeri akibatnya!!.
Bisa-bisa Dia di mutilasi sama Beck.
Setelah lelah menunggu akhirnya Tuan Putri selesai juga mandinya.
Dy tersenyum melihat Aby duduk di Sofa .
"Lama nunggu Yank?....".Tanya Dy mendekati Aby.
" Lumayan ...". Sahut Aby berdiri, dan merangkul tubuh Dy.
Bau wangi tubuh Dy menyapu hidungnya.
" Mandi dulu, nanti kemalaman ". Kata Dy melepaskan pelukan Aby.
" Oke sayank ". Sahut Aby ngeloyor ke Kamar mandi.
Dy duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.
Pikirannya melayang ke Dilan, pemuda ganteng itu ingin mengajak Dy tugas keluar Negeri atau keluar Daerah.
Dy nanti akan minta tolong sama Aby, supaya Aby mau berbicara sama Beck.
Gara-gara kejadian tempo hari Beck hampir tidak memberi ijin Dy bertugas. Kecuali tugasnya Ringan sekali.
Tidak berapa lama datang Aby ikut duduk disamping Dy.
" Yank, mau makan?". Tanya Aby memandang Dy.
" Aku tidak lapar, kalau Kamu mau makan pesan saja ". Sahut Dy.
" Aku pesan 2porsi makanan ya, Aku yakin Kamu belum makan". Kata Aby.
Dy cuma mengangguk.
" Apa besok Kamu membuat SP.1 untuk Lopi?". Tanya Dy menatap Aby.
" Sekarang Orang sudah melek Hukum. Apa bisa omonganmu di pertanggung jawabkan, Lopi itu orang pintar". Kata Aby khawatir.
" Aku Intelijen ". Sahut Dy pendek.
Aby baru ingat, apa yang Dy katakan pasti berdasar. Seorang Intelijen otaknya sangat Jenius. Pastilah semua pasal hafal.
Semua kejadian di Bar itu terekam cctv.
Dy sudah tahu itu, dan sengaja berbicara begitu, karena Lopi terkenal suka berselingkuh dengan Bos-bos di setiap Hotel.
Dy yakin besok akan Viral dan akan di bahas di Morning Briefing.
" Kamu dapat info darimana?". Tanya Aby penasaran.
" Sebelum menerima Pegawai Kita harus tahu Track Record orang itu, jangan asal menerima orang, karena cantik atau karena Kamu suka sama Dia". Sahut Dy acuh.
" Kamu jangan salah sangka, Aku menerima karena Pak Rai yang merekomendasikan ".
" Karena Pak Rai adalah selingkuhannya dan sekarang Lopi nempel dengan Kamu, dan Kamu menyambutnya ".
"Aku sebagai atasan, kalau ada anak buah bertanya pasti aku ladenin". Sahut Aby serius.
" Karena Kamu tidak tegas. Aku sih tidak peduli hubunganmu dengan Lopi. Mau pacaran kek, mau nikah gak urus...". Kata Dy kesal.
" Aku juga tidak urus Kamu pacaran sama Dilan. Memang Kamu sengaja minta tugas sama Dilan, supaya bisa berduaan". Sahut Aby, suaranya meninggi.
" Ngapain bawa-bawa nama Dilan, apa salahnya ".
" Kamu juga ngatain Lopi, emangnya Lopi pernah nyakitin Kamu, Kamu saja Sensi ". Teriak Aby marah.
Benci Aby kalau Dilan terus di bela.
" Ya terus bela pacarmu, Aku akan pergi...". Triak Dy lari ke Kamar.
" Dy. Dy...Mau kemana, jangan pergi", teriak Aby melihat Dy keluar dari Kamar.
Dy menepis tangan Aby dan mendorong Aby sampai jatuh. Dy cepat ke Lobby mengambil Mobilnya.
*******