I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 76



đź–¤Bab.76.


ISI KOPER


Mereka berhenti bercerita karena Dy sudah datang dan langsung duduk di pangkuan Papanya, dagu Beck di pegang oleh Dy supaya wajah Beck sejajar dengan mukanya.


"Paa..setelah urusan Aby selesai, Aku ikut Papa ke Jakarta ya".


" Aby masih dalam bahaya, Kamu disini dulu sampai semuanya selesai baru berpikir rencana selanjutnya".


" Makanya Papa bantuin Aku supaya cepat selesai ".


" Terus kalau sudah selesai rencananya Kamu sama Aby mau ke Jakarta gitu".


" Gak lah....". Sahut Dy pelan.


Dy turun dari pangkuan Beck. Matanya langsung melirik Aby.


" Kamu khan istrinya Aby ".


" Up..Papa jangan keras-keras ". Sahut Dy. Tangannya langsung menutup mulut Beck.


Mereka bertiga tertawa geli melihat tingkah Dy. Mulut Dy langsung manyun.


" Kapan-kapan Kita kerumah Tante Tami, supaya Kamu tahu Ubud ". Kata Beck mengelus rambut Dy.


" Tapi Kita berdua, jangan diajak Aby". Bisik Dy di kuping Beck.


Mereka tertawa lagi, karena bisikan Dy kedengaran.


" Kenapa?". Tanya Beck pelan.


" Cengeng.....". Sahut Dy keras. Matanya langsung tertuju pada Aby.


Aby langsung diam. Cepat-cepat Dy mendekati Aby.


" Sorry..Sorry....". Kata Dy memeluk Aby. Takut Aby ngambek.


"Gapapa...memang tiap hari di ejek ". Sahut Aby pura-pura sedih. Dy jadi sedih tambah erat memeluk Aby.


"Aku janji akan baik sama Kamu, Kamu kuat Koq '. Dy ingat Aby menjadi target pembunuhan.


" Sudah ada yang menangani, semua akan diserahkan kepada Polisi. Dan Polisi juga akan menangkap dalang dari semua ini. Data-data sudah lengkap. Sekarang Kita tunggu Polisi bergerak ".


" Jadi Papa sudah tahu semua '. Tanya Dy heran. Beck mengangguk.


" Dilan yang mengurus ". Sahut Beck berdiri.


" Dilan tidak jadi keluar Negeri ?".


"Sudah diganti yang lain, mari Kita ke dalam ". Ajak Beck menuju ke Kamar.


Sampai di Kamar Beck langsung mengambil Koper Aby dan mengeluarkan isinya. Kemudian Beck memencet tombol yang ada dipinggir koper, letaknya sangat tersembunyi. Dan Lapisan Koper terbuka, sangat tersembunyi.


Ada beberapa file, Flashdisk dan sebuah surat wasiat. Dalam surat wasiat itu ternyata Gama dan Nyonya Ida dapat Rumah. Selebihnya Anak dari istri pertama. Dan ada juga Obligasi.


Berarti Burhan meminjam dana dari Ricardo dengan jangka waktu 10tahun, tapi sebelum 10tahun Ricardo duluan di bunuh...SEMPURNA.


Ini sebagai bukti juga.


" Om koq tahu ada Surat di dalam?". Tanya Aby heran.


" Om yang punya Koper ini, Papamu waktu itu bingung mau menaruh dimana surat-surat penting. Akhirnya Om kasi koper Agen ". Sahut Beck tertawa.


" Kenapa Papa tidak menyimpan di Bank atau Pengacara ?,". Tanya Admesh.


" Karena Riskan... masalahnya Nyonya ida bisa mengambilnya, tapi kalau disini cuma Papa yang tahu".


" Pintar sekali Papa, mungkin dia sudah Feelling akan di bunuh ".


" Bisa jadi begitu". Sahut Beck. Kembali memeriksa Flashdisk nya dan file yang lain.


Ternyata banyak masalah yang harus di kaji ulang. Dy merasa terpukul kalau Aby mau di bunuh Gama. Dy tidak menyangka sifat Gama berubah setelah tahu Bapaknya. Dy ingat waktu Nyonya Ida berantam di Mobil dengan Gama.


Nyonya Ida mengatakan Gama akan menyesal setelah tahu yang sebenarnya.


"Paa..Pak Burhan khan di tahan, tidak mungkin Dia mengirim pembunuh untuk Aby. Apakah Gama yang ada di belakang ini?". Tanya Dy ingin tahu.


Beck terpekur, masalah ini perlu dikaji ulang lagi. Sepertinya ada Sosok lain.


********