
đź–¤Bab.88.
MINUM
Hari menjelang malam Dy masih berbincang-bincang dengan Ketty dan Helena.
Setelah malam Dy pindah ke Pub sekitar kuta dengan Ketty dan Helena.
Mereka bertiga mencari tempat duduk di pojok. Belum banyak yang datang.
":Kamu minum apa ". Tanya Dy melirik Ketty.
" Up to you...sahut Ketty.
"Cocktail atau Black label ".
" Aku Vodka, bikin cepat sepaneng ". Sahut Helena tertawa.
Satu botol Vodka sudah datang.
Dy menuangkan sebanyak 45ml ke dalam gelas yang sudah didinginkan, dan membiarkan ditangan sekitar 2menit untuk menyesuaikan suhu, baru Mereka minum.
Ketty mengajak Dy turun bergabung dengan tamu lain. Menggoyang badan mengikuti Live musik.
Inilah ke gembiraan semu. Pikir Dy.
Malam sudah semakin larut, Dy mencolek Ketty dan Helena yang lagi "On".
Dy membayar Bill kemudian
menyelinap ke Kamar mandi dan mencolok mulutnya supaya minuman semua keluar.
Setelah itu Dy berkumur di wastafel.
Dy mengganti bajunya dengan kaos dan memakai Holster di pahanya.
Suara musik masih hingar bingar, ketika Dy keluar dari Pub itu.
Dy mencabut pistol dari pinggang dan menyarungkan di Holster di paha.
Angin malam menyapu wajah nya ketika Dy berjalan menuju tempat parkir.
Ada beberapa Bule memperhatikannya, karena pakaiannya.
Mungkin karena kaos hitamnya bertulisan "Agent" di punggungnya.
Dy berpikir akan kembali menjadi Agent.
Mobilnya melaju kencang menuju Nusa Dua. Kemudian berbelok ke Romero Hotel.
Dy menaruh Mobilnya di depan Lobby, kemudian masuk menuju Bar.
Semua orang di Bar jadi kalang kabut ketika Dy datang.
Tapi untunglah Dy cepat bergerak.
"Jangan bergerak ". Teriak Dy mengangkat senjata.
" Kalian tenang, Aku disini cuma mau minum. Truskan kesenangan kalian". Kata Dy lalu duduk di kursi Bar.
Terdengar suara lega dari Mereka.
Tapi Dy tidak peduli.
Seorang Bartender melayani Dy dengan sopan, karena Dia tahu siapa Gadis Cantik ini.
Karyawan disini semua tahu Dy sebagai pengawal atau Pacar JM Mereka.
Dy memesan segelas Vodka dan menghabiskan dengan cepat.
Malam ini Dy ingin menikmati minuman ini supaya cepat tidur.
Kemudian Dy keluar dari Bar itu dengan tatapan ingin "memiliki " dari mata para lelaki. Dasar lelaki!!.
Dy berjalan santai ke Suite Room.
Sudah pukul 23.59 malam Dy belum juga datang. Aby merasa khawatir. Apalagi Dy pergi dalam keadaan marah.
Aby duduk menunggu di Sofa, Dia tidak mengerti akan sifat Dy yang sebenarnya.
Apakah Dy cinta kepada dirinya atau sekedar ingin memiliki.
Aby kaget ketika pintu terbuka, Dy masuk kedalam dengan langkah tegap..
Sedikit pun Dy tidak menoleh kepada Aby.
Dy kemudian membuka Holsternya dan menaruhnya diatas meja.
Kemudian Dy langsung naik ketempat tidur masih memakai sepatu.
" Yank, sudah makan?". Tanya Aby sekenanya. Dy tidak menjawab.
" Kamu mau langsung tidur?". Tanya Abu lagi. Dy memejamkan matanya berusaha tidur.
Aby keluar mengunci semua pintu. kemudian kembali masuk ke dalam Kamar, bau Alkohol memenuhi ruangan. Pelan-pelan Aby membuka sepatu Dy dan membersihkan kaki Dy dengan Tissue basah.
Aby memungut Topi Dy di lantai dan menaruh diatas meja.
Perempuan apa yang Aku cintai. Bisik Aby dalam hati.
Aby mengunci pintu Kamar dan berbaring disamping Dy.
Dengan lembut Aby membelai rambut Dy dan mengecup keningnya.
Aby meraba-raba kantong celana Dy, takut kalau masih ada senjata.
Aby cuma menemukan HP dan Kunci Mobil.
Aby Kepo... lalu membuka Ponsel Dy.
Tidak ada yang istimewa yang membuat Aby harus mencurigai Dy.
Tadi sebelum Dy datang Aby ingin marah
karena Dy pulang malam.
Setelah Dy datang Aby tidak bisa marah.
Aby langsung tidur disamping Dy dan memeluknya sampai pagi.
*******