
đź–¤Bab.64.
RAYUAN DY.
Dy duduk di kursi yang tersedia disamping Bed Aby.
Dy membelai rambut Aby dan mengecup pipi Aby. Tangan Aby Dy genggam dan diletakan didadanya.
Matanya terpejam dan mulai berdoa, supaya Aby cepat sembuh seperti sedia kala.
Air mata Dy menetes membasahi pipinya.
Perasaannya sangat sedih.
Setelah selesai berdoa Dy memeluk tubuh Aby, Dy merasa sangat bersalah.
"Sayank...tenang, jangan menambah Aby bingung ". Beck menarik punggung Dy.
" Aku merasa bersalah Paa ". Sahut Dy sambil menghapus air matanya.
" Yaya.. Papa mengerti perasaanmu.
Kata Beck lalu menjelaskan kepada Dy, bahwa Aby besok sudah boleh diajak pulang dan dirawat jalan.
" Aku ingin Aby di rawat di Suite Room.
Gama pasti mengizinkannya. Soalnya sekarang rumahnya kosong, hanya ada Gama dan PRT saja". Kata Dy kepada Beck.
" Tergantung juga keputusan Gama ". Sahut Beck.
Dy menyuruh Beck membujuk Gama, supaya mengizinkan Dy merawat Aby.
Pembicaraan Dy terhenti karena ada beberapa kolega Aby datang menjenguk.
Dan juga sebagian Karyawan Aby dari Hotel Romero.
Mereka menanyakan keadaan Aby dengan Bahasa Bali.
Beck melayani pertanyaan Mereka, Dy baru tahu bahwa Beck bisa berbahasa Bali. Amaziing!!
Papanya selalu membuat kejutan.
Dan Dy selalu juga terkaget-kaget.
Seperti hari ini Papanya memperkenalkan Dy sebagai pacar Aby, tanpa meminta persetujuan Dy.
Tentu saja Mereka kaget, karena Mereka lebih mengenal Vivi yang selama ini mau di jodohkan dengan Aby.
Beck terlalu merasa yakin dan selalu menuruti kata hatinya.
Dy jadi gak enak hati. Dy juga tidak tahu yang kesini menjenguk Aby ini siapanya Vivi, jangan-jangan di antara orang ini ada kerabat Vivi.
"Kenapa Papa memproklamirkan Aku sebagai pacar Aby?, tanpa bertanya kepadaku?". Tanya Dy memandang Beck.
" Karena Mereka bertanya siapa Kamu, Mereka tumben melihatmu. Dari pada bingung menjawabnya, lebih baik jawab yang simpel ". Sahut Beck enteng.
" Bagaimana kalau di antara Mereka ada kerabat Vivi atau ada yang naksir dengan Aby". Kata Dy merasa tidak setuju dengan tindakan Papanya.
" Tidak apa-apa Mereka harus mengerti". Sahut Beck.
" Mengerti apa, nanti Mereka menuduhku pelakor". Kata Dy membuat Beck tertawa pendek.
" Jangan terlalu ruwet berpikir, Kamu jaga Aby.. ajak Dia ngomong, Papa mau menemani Dilan". Kata Beck langsung keluar tanpa menunggu jawaban dari Dy.
Dy kembali memperhatikan Aby.
Perlahan Dy memegang telapak kaki Aby dan memijatnya.
Tehnik ini sering Dy lakukan kepada Beck kalau Beck pegal atau sakit.
Aby mulai membuka matanya dan memandang Dy yang memijit Kakinya.
Dy tersenyum dan mendekati Aby.
" Sayank, besok Kamu boleh pulang dan Kita akan tinggal bersama di Suite Room".
Aby diam tidak menjawab.
Dy bingung juga ngomong dengan Aby.
" Sayank, Kamu mengerti gak ucapanku?". Tanya Dy mendekatkan wajahnya ke wajah Aby.
Kemudian Dy mengecup bibir Aby.
" Aku jadi gemes kepadamu ". Kata Dy lalu memeluk Aby gregetan.
" Yank...tadi banyak sekali orang menengokmu, tapi untung Kamu tidur, jadi Kamu tidak tahu bahwa Papaku ngomong ngawur ". Kata Dy menjelaskan kepada Aby.
" Sekarang Kamu harus makan, ini Aku yang bawa". Kata Dy membantu Aby duduk.
Kemudian Dy menyuapi Aby Tuwisty dan potongan Buah. Setelah itu Dy memberi minum Aby sari buah yang sudah di Mix.
Dy bingung juga, karena belum pernah menghadapi orang sakit seperti Aby.
Biasanya kalau Beck sakit ada Suster dan Dokter pribadi yang mengurus.
Paling-paling Dy memijit kaki Beck dan Kepala Beck.
********