I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 17



đź–¤Bab.17.


KE CAFE


Sehabis mandi Dy kembali duduk di belakang laptop, melanjutkan memasukan data-data ke Laptop.


Kemudian di Ship ke Flashdisk.


Dy mengambil sebuah kancing Manegtik yang berisi percakapan antara Nyonya Ida dan Pak Burhan, percakapan ini mengerucut kepada pembagian Laba dan tentang Asset yang belum terlacak.


Dy berpikir Nyonya Ida ikut berperan di dalam penyelewengan harta Suaminya.


Ada beberapa Sertifikat yang tidak di ketemukan, tapi lahan ada.


Kalau di bilang masih di Notaris, atau


belum selesai, minimal ada Kartu Kuning, kesimpulan dasar Sertifikat masih dalam proses Balik Nama atau di Gadaikan.


Dy meraih Ponselnya ketika ada


panggilan telepon dari nomor Pribadi.


" Hallo,.


" Kita bertemu Pukul Sembilan Malam di Cafe Kiss ".


Itu Suara dari Mr.x.


Orang yang menyewa Agen XPostOne.


Beck sudah menberitahunya, bahwa akan ada Orang yang punya kepentingan menghubunginya.


Dy berbenah akan pergi ke Cafe Kiss, sekarang sudah pukul 20.35 menit


Rambutnya Dy biarkan terurai panjang, Dia memakai Black tank top dimatch sama Jeans belel ditutup dengan jaket Jeans Cropped.


Trus pake sepatu Sneakers.


Dy tidak memakai Kaca matanya, tapi Dy menyematkan Kamera mini berbentuk kancing Jas yang bisa merekam gambar dan suara.


Sebuah senjata berbentuk Lipstik yang berisi satu peluru dengan diameter 4,1mm berada di kantong celananya.


Sebenarnya Dy tidak perlu membawa semua senjata itu, karena Dy hanya akan menyerahkan Flashdisk saja kepada Mr.x.


Tapi hanya untuk jaga-jaga.


Dy menuju mobil yang telah di sediakan oleh XPostOne.


Sebuah Mobil Lamborghini Aventandor warna Biru metalic.


Dy masuk ke Mobil.


Mobil ini sangat canggih. Ada sekitar lima model senjata tersimpan di Body Mobil ini.


Tergantung senjata mana mau ditembakkan.


Dy mulai memacu mobilnya


Tidak sampai 15 menit Dy sudah sampai di Cafe Kiss.


Dy memarkir Mobilnya agak di luar, karena Dy berpikir tidak akan lama disini.


Cafe dalam keadaan ramai, padahal belum malam. Apalagi sudah malam pasti tambah ramai.


Tapi untung ada satu meja kosong.


Dy memesan Cappucino dan Salted Egg Chicken.


Tidak berapa lama seorang laki-laki duduk di depannya. Dy tidak bisa melihat wajahnya karena laki-laki ini memakai Sweater menutupi kepalanya dan masker mulut. Matanya yang hitam memandang Dy tanpa berkedip.


Dy mengambil Ponselnya dan mulai mengetik.


- Kamukah ini -


- Ya -


- Ok . Ambil barangnya -


- Tq -


Dy mengambil Flashdisk nya yang sudah di bungkus rapi dan menaruhnya di kotak Salted Egg Chicken, kemudian mendorongnya ke depan Mr.x.


Mr.x berdiri langsung pergi setelah membawa barang itu.


Dy menoleh kesamping merasa ada orang memandangnya dan jantungnya hampir copot.


Tuan muda Abyshaka Remero memandangnya dengan pandangan tidak di mengerti.


Mengapa Aby ada disini, bukankah Dia harus istirahat.


Dy cepat bangun membayar bill, tanpa menyentuh minumannya.


Buru-buru Dy keluar.


Aby membuntutinya sampai di parkiran dan berhenti tidak jauh darinya.


Dy naik ke Mobil dan menjauh dari Cafe Kiss...


Dy mengatur nafas panjang.


Lamborghini itu berlari kencang kembali ke Home Stay.


Aby berdiri termangu meragukan keyakinannya, setelah melihat tunggangan Cewek yang mirip dengan Dy.


Sebagai Jenderal Manager di Romero Hotel, Aby hanya bisa mrmbeli Porsche 718, itu sudah terasa mewah.


Dengan tanda tanya besar di otaknya Aby menaiki Mobilnya menuju Rumahnya.


Besok pagi-pagi Dia akan bangun terus ke dapur, supaya melihat Dy yang sebenarnya.


Sampai dirumahnya Aby langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya.


Bayangan cewek tadi, menari-nari di matanya.


Cewek tadi dan Cewek yang menangkap penjambret itu sama, tapi menurut Dimas Cewek penangkap penjambret dengan Sopirnya sama.


Otaknya jadi mumet.


Dia menyetel Alarm pukul Enam Pagi.


Tapi Aby baru ingat bahwa besok hari Minggu, Dy tidak kerja.


Kembali Aby menyetel Alarm pukul Delapan pagi.


*******