I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 80



🖤Bab.80.


BERENANG.


Pagi ini Aby mulai kerja. Dy mengantarnya sampai di Kantor.


Pandangan mata Karyawan mulai berbeda


Ďy yakin Karyawan Aby pasti sudah bergosip ria tentang keberadaannya di Suite Room bersama Aby.


Masa bodo!!.


" Yank, Aku mau balik ke Suite Room ya". Kata Dy setelah Aby berada di Kantor.


" Ya istirahatlah, Ku rasa aman-aman saja. Kamu jangan kemana-mana". Sahut Aby mengecup bibir Dy.


Dy balik ke Suite Room dengan perasaan lega. Hari ini Dy ingin berenang, badannya terasa pegal karena tidak pernah Olah Raga. Sampai di Suite Room Dy langsung mengganti pakaiannya dengan Bikini.


Dy memakai Sunblock ke sekujur tubuhnya.


Dy beranjak dari Sofa ketika ada yang mengetuk pintu. Dy melihat keluar dari lubang pengintip. Ternyata Dilan yang datang. Dy membukakan Dilan pintu.


" Dilan..mana Beck ". Tanya Dy.


' Masih di Markas, Aku di suruh jaga Abi disini ". Kata Dilan memandang Dy dengan tatapan penuh arti.


Dilan menaruh Tas Ranselnya di Sofa.


" Aby kerja, karena kerjaannya menumpuk.


Tapi Kurasa Aby kasihan melihat Admesh lama meninggalkan istrinya". Kata Dy.


" Aku nanti akan ke Kantornya, semoga aman-aman saja". Sahut Dilan.


" Dilan, Kita lomba berenang yok". Ajak Dy bersemangat.


Sebenarnya Dilan capek sekali, tapi Dy memaksanya berenang. Dilan tidak enak kalau menolak.


Keceriaan Dy terpancar dari raut mukanya. Dilan meladeni Dy berenang dengan beberapa gaya.


Setelah capek Mereka duduk di pinggir kolam.


" Aku paling terkesan berenang di Raja Ampat, kapan-kapan Aku mau kesana lagi.


Semoga Kamu bisa ikut ". Kata Dy memandang air kolam.


"Kita belum ke Telaga Bintang ". Sahut Dilan memandang Dy dari samping.


Mata Dilan menyapu seluruh tubuh Dy yang memakai Bikini.


Dilan berusaha menahan gejolak asratnya.


" Kita akan kesana. Semoga masalah ini cepat selesai ". Sahut Dy. Kemudian Dy berdiri.


Kata Dy ngeloyor pergi tanpa menunggu jawaban Dilan. Badannya terasa lengket.


Dilan memandang kepergian Dy dengan perasaan bercampur.


Seandainya Kamu bukan anak Beck, Aku sudah menggumulimu. Bisik Dilan dalam hati.


Selesai mandi Dy langsung mencari Dilan.


Ternyata Dilan tertidur di kursi panjang.


Mata Dy terpana memperhatikan tubuh Dilan terbaring sexy.


Badan Dilan yang tinggi tegap dengan otot-otot yang sedikit menonjol membuat Dy menelan salivanya.


Dy mulai membandingkan tubuh Aby dan Dilan. Dy mulai berkhayal mencium bibir Dilan dan berada di dekapan Dilan.


" Dy...Aku ketiduran ". Kata Dilan bangun.


Dy tersipu malu kepergok memperhatikan seluruh badan Dilan.


"Kenapa Kamu tidak membangunkanku?".


" Aku terpesona melihat badanmu yang sexy ". Kata Dy terus terang. Dilan kaget mendengar pernyataan Dy.


" Apa Kamu menyukainya??". Tanya Dilan menatap Dy.


" Mungkin...". Sahut Dy Tertawa, lalu menyerahkan handuk ke Dilan.


" Kamu mandi di dalam, Aku menunggumu disini ". Kata Dy duduk di Sofa.


Dilan merasa bangga, ternyata Dy memperhatikannya. Tetapi Dilan sangat menyayangkan sifat Dy yang terbuka, karena bisa memancing emosi cemburu Aby atau memancing pemerkosaan.


Dy membuat 2cangkir kopi Cappucino dan Sandwhich.


Bayangan tubuh Dilan mengusik pikirannya. Semenjak Aby mengajarinya bercinta, Dy jadi suka mengkhayal porno.


" Dilan, sarapan dulu, tidak ada nasi, kecuali kalau Kamu mau ke Restoran ".


Kata Dy


" Ini sudah cukup, orang yang seperti Kita mana bisa memilih makanan". Sahut Dilan sambil duduk.


" Aku sering tidak sempat makan atau sehari hanya makan satu roti manis saja kalau lagi tugas ". Kata Dy mengingat masa-masa menjalankan tugas.


" Kamu ingin tugas lagi??".


" Untuk sementara belum, mungkin nanti Aku akan kembali ". Sahut Dy ragu.


Dan Merekapun mulai sarapan.


******