
đź–¤Bab.46.
BERTENGKAR
Mungkin saking ngantuknya Dy sampai tidak mendengar bunyi Ponselnya.
Iseng Aby mengambil Ponsel Dy.
Banyak sekali DM, WA dan panggilan.
Tapi panggilan yang paling banyak hari ini dari Christian...
Aby membuka DM dari Christian..
-Dy.. Aku tunggu di Bar nanti malam.
I NEED YOU. Christianđź’Ś
Dada Aby bergetar membaca DM dari Christian untuk Dy.
Aby duduk di pinggir sofa berpikir apa yang harus Dia lakukan.
" Dy bangun, sudah siang". Kata Aby menggoyangkan badan Dy.
Aby berusaha menahan marahnya.
Dy menggeliat dan membuka matanya.
Dengan malas Dy bangun dan langsung ke Kamar mandi.
" Apa hubunganmu dengan Christian ". Tanya Aby setelah Dy datang dari Kamar mandi. Dy tidak langsung menjawab, Dy duduk di Sofa.
" Jawab!!". Aby setengah teriak.
Dy sudah tahu ini akan terjadi, makanya Dy santai.
" Pacarku, apa ada masalah Tuan Aby". Jawab Dy memandang wajah Aby yang memerah.
Dy senang sekali melihat Aby marah.
Mata Aby yang hitam akan menatapnya tajam, setelah itu Aby akan menggertakan giginya. Dy sudah hapal semua itu.
" Kamu tidak boleh pacaran dengan siapapun. Aku tidak mengijinkan!!".
Kata Aby tegas.
" Aku terlanjur mencintainya, Kami saling cinta. Mungkin Aku akan ikut ke Negaranya". Sahut Dy bohong.
" Kamu terlalu gegabah, dasar perempuan murahan....". Ucap Aby marah lalu membanting Ponsel Dy.
Pertengkaran tidak bisa di elakan lagi.
Dy menyerang Aby dengan sepontan.
Aby juga emosi, karena Dy merobek baju Aby... semua kancing bajunya lepas di tarik Dy.
Pergulatan itu terhenti karena ada suara ketukan pintu.
Aby cepat-cepat bangun dari lantai dan membuka pakaiannya.
Sampai Kaos oblongnya robek, di dada Aby ada bekas gigitan Dy.
" Handle orang, jangan dikasi masuk ". Kata Aby lewat Intercom kepada Asmennya (Asisten Manager).
Air matanya keluar membasahi pipinya. Dy kesel sama Aby yang meredahkannya.
Untung tadi Dy banyak menahan emosi, kalau tidak Aby bisa hancur.
" Maafin Aku Dy ". Kata Aby mendekati Dy. Rasa bersalah menggelayuti hatinya.
Dy diam sambil menghapus air matanya.
" Aku akan mengganti Ponselmu". Sambung Aby sambil memunguti pecahan Ponsel Dy.
Dy melirik ke badan Aby yang bidang, terdapat bekas gigitan Dy di dada Aby. Kelihatan tanda merah bekas Dy pukul di lengan, dan punggung Aby.
Untung ruangan Aby ada peredam, jadi pertengkaran Mereka tidak terdengar dari luar.
Aby kemudian memakai pakaian sipilnya kembali, pakaian yang robek Dia bungkus pakai koran.
" Kita akan kembali ke Suite Room, Sisir rambutmu ". Kata Aby sambil duduk di samping Dy.
Badannya terasa sakit, tadi Dy sempat memukulnya.
Dy bangun mengambil tasnya, membenahi pakaiannya dan rambutnya yang awut-awutan. Tidak lupa Dy memakai kaca mata hitam untuk menutupi matanya yang sembab.
" Tunggu disini Aku ke Asmen dulu". Kata Aby lalu keluar dari ruangannya.
Mungkin Aby mau mengatakan bahwa hari ini Dia ijin.
Dy tidak peduli.
Dy kembali duduk di Sofa.
Tidak berapa lama Aby kembali datang dan mengajak Dy keluar.
Karyawan Hotel mulai banyak berdatangan.
Banyak mata memandang kagum kepada pasangan ini.
Mereka mengira Dy adalah pacar Aby, karena Mereka sangat serasi.
Dy menuju Mobilnya, Aby duduk bersandar di jook Mobil.
Badannya mulai terasa sakit.
" Kita ke Selluler World dulu". Kata Aby tanpa menoleh. Aby mau membelikan Dy Ponsel.
Dy tidak menyahut.
Mobil keluar dari Romero Hotel menuju Uvassa Hotel.
Dy tidak mengindahkan omongan Aby yang menyuruh Dy ke Toko Handphone.
Tadi Dy sudah menghubungi Perwakilan XPostOne yang ada di Bali untuk membawakannya Ponsel baru.
Sepanjang perjalanan Aby diam.
Terdengar beberapa kali Aby menarik nafas panjang.
Mobil Dy melaju dengan kecepatan sedang.
*****