I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 95



đź–¤Bab.95.


DIJEMPUT


Habis Morning Briefing Aby langsung pergi ke Markas.


Perasaannya sangat senang mengetahui Dy tidur di Markas.


Tapi bukankah disana ada Dilan??. sepertinya Dy sengaja mencari Dilan. Pikir Aby. Kemudian Aby memanggil sopir Hotel untuk mengantarnya ke Markas.


" Pak tolong antarkan Saya ke Sanur ". Kata Aby setelah duduk di Mobil Hotel.


" Ya Pak...". Sahut Pak Asep sopan.


Tumben JM nya minta di antar, biasanya JM nya naik mobil sendiri, padahal Pak JM berhak minta Sopir.


" Bapak sudah sarapan??". Tanya Aby.


" Sudah Pak, di Rumah ". Sahut Pak Asep.


Perbincangan Mereka terputus, karena ada telepon dari Lopi.


" Hallo .... ada apa Lopi?".


" Pak..Saya tidak terima dengan ke putusan Bapak, Saya bisa mengadukan ke Serikat Kerja. Jangan Bapak sewenang-wenang ". Ancam Lopi. Suaranya terdengar berapi-api.


" Silahkan, Saya tidak akan merubah keputusan Saya". Sahut Aby tenang.


" Seharusnya Bapak mengeluarkan SP.1 dulu, dimana letak kebijaksanaan Bapak sebagai JM ".


"Maaf Pak, Kita mau kemana Ini? tolong alamatnya ". Pak Asep menyela.


" jl.Bali No.331 X ". Sahut Aby cepat.


" Hallo...hallo... ". Ternyata Lopi sudah menutup Ponselnya. Aby menarik nafas panjang. Semenjak ada Lopi Aby menjadi sering bertengkar sama Dy.


Kemudian Aby ke Kantor Beck.


Dulu Aby sering kesini bersama Papanya.


Rupanya Beck lagi menerima Tamu.


Akhirnya Aby menuju Kamar Beck, sebelum masuk Kamar Aby berdoa supaya Dy mau memaafkannya dan mau kembali ke Suite Room.


Dengan pelan Aby masuk kedalam.


Aby duduk dipinggir tempat tidur, memandangi wajah Dy yang tertidur lelap.


Tangan Aby meraba telapak kaki Dy dan mulai memijatnya dengan lembut.


Pekerjaan ini rutin Aby lakukan.


Aby lalu mendekati Dy membelai rambutnya ..


Dy membuka matanya dan mendapatkan Aby sedang membelai rambutnya.


Cepat Dy menepis tangan Aby dengan muka cemberut.


Dy bangun dari tempat tidur.


" Ngapain kesini ". Kata Dy ketus.


Aby tidak menjawab tapi langsung memeluk Dy.


" Aku datang untuk menjemput Cintaku". Bisik Aby mesra. Dy melepaskan pelukan Aby dan pergi ke Kamar mandi.


Beck datang menemui Aby.


" Siang Om...maaf baru sempat datang, tadi masih Morning Briefing ". Kata Aby langsung duduk di Sofa di samping Beck.


" Tidak apa-apa, Om rencananya balik ke Jakarta besok, Kamu baik-baik jaga Dy ". Sahut Beck tersenyum menepuk punggung Aby.


" Om Saya ingin bicara berdua". Kata Aby menatap Beck.


"Ada apa, mari ke sebelah ". Sahut Beck mengajak Aby ke Ruangan sebelah.


Mereka duduk berhadapan.


" Maaf Om, Saya lancang...". Kata Aby seraya menarik nafas.


" Saya sangat mencintai Dy, apakah boleh Dy berhenti ber tugas Om, masalahnya Saya sangat cemburu kalau Dy bersama Dilan ". Sambung Aby jujur.


Beck tersenyum merasa kasihan dengan Aby. Anak ini sangat polos.


WalaupunJabatannya JM, tapi tidak sombong. Mirip Ricardo Romero.


Aku harus melindunginya. Bhatin Beck.


Selesai mandi Dy tidak mendapatkan Aby di Kamar. Dy mencari Aby, ternyata Aby curhat dengan Beck.


Dy langsung menguping di pintu, perasaannya sangat senang mendengar suara Aby yang terbata-bata mengadu kepada Beck perihal kaburnya Dy tadi malam.


Dy keluar, mencari Dilan. Dilan sedang membersihkan Revolvernya.


Melihat Dy datang Dilan sangat senang.


Selesai menaruh senjatanya, Dy sudah menarik tangan Dilan.


Dy berjalan setengah berlari menuju ke Kantor Beck.


*******