
đź–¤Bab.27.
KETIDURAN
Dy merasa ada yang memeluknya, Dy membuka matanya dan Dy kaget, Aby memeluknya dan Dy juga memeluk Aby.
Dy menggeser tangan Aby pelan takut Aby bangun.
" Jangan tinggalin Aku ". Dy kaget mendengar suara Aby. Dadanya berdebar, terpaksa Dy diam membiarkan Aby kembali memeluknya. Kaki Aby seolah menjepitnya.
Duhh gimana ini. Pikir Dy berusaha tenang, perasaan aneh menggodanya.
Dy berusaha mencari celah untuk bebas dari pelukan Aby, tapi tidak bisa.
Setiap Dy berusaha, semakin erat pelukan Aby. Sekarang pipi Aby malah menempel ke pipinya. Dy akhirnya pasrah membiarkan situasi ini terjadi asal Aby tidak berbuat yang tidak-tidak.
Akhirnya Dy kembali tidur.
Dy dan Aby kaget, Mereka cepat-cepat bangun. Untung baru pukul 07.15 pagi. Dy mengambil Tas nya di Balcon.
Mereka balapan ke Kamar mandi.
Tapi akhirnya Dy menang.
Dy mengeluarkan baju ganti dan segala perlengkapan mandi dari Tas.
Aby tersenyum tipis membayangkan tubuh Dy yang Dia peluk sepanjang malam.
Tentu saja Aby tadi malam pura-pura tidur, supaya Dy tidak kabur. Tapi akhirnya Aby ketiduran juga.
Dy keluar dari Kamar mandi sudah berganti Pakaian, hanya celana pajangnya tidak diganti.
Dy salah tingkah, ketika Aby terus menatapnya. Dy pura-pura acuh dan duduk di Sofa sambil menyisir rambutnya.
Dy membiarkan Aby memandangi dirinya dari ujung Rambut sampai ke ujung Kaki.
Supaya Aby puas!!.
" Aby...mandi donk, sudah siang ". Kata Dy pelan. Aby beranjak bangun langsung ke Kamar mandi.
Di Kamar mandi Aby membayangi tubuh Dy yang Sexy, bibir ranum Dy yang menggoda. Aby terus mengkhayal dan menuntaskan asratnya yang terpendam.
Aby keluar dari Kamar mandi dengan perasaan kecewa. Dy tidak ada lagi di Kamarnya.
Aby menghirup bekas bau wangi farfum Dy yang memenuhi ruangan.
Mungkin sekarang Dy di Dapur. Pikir Aby.
Hari ini sangat menyenangkan, Aby turun menuju Meja makan. Dia membiarkan Gama mencerca Dy supaya mengaku dimana Dy tadi malam, kenapa tidak membawa Motor dan bla..bla..bla..
Dy menata makanan pagi ini yang terdiri dari Bubur Menado, Ayam sisit pedas dan krupuk. Simpel banget.
Sesekali Aby melirik Dy yang tetap diam melayani Gama yang cerewet.
Mulut Gama terpaksa diam ketika Nyonya Ida masuk ke Ruang makan.
" Pagi Nyonya...". Sapa Dy santun.
"Pagi semuanya, tadi malam kenapa Dy tidak membawa Motor?". Tanya Nyonya Ida memandang Dy.
" Saya pulang di jemput teman Nyonya ". Jawab Dy enteng.
Dasar ngibul. Bhatin Aby melirik Dy.
" Ow..begitu, nanti pakai Motor Gama saja kalau pulang ".
" Ya Nyonya, trimakasih". Sahut Dy terus keluar dari Ruangan makan.
Sebenarnya banyak kata-kata yang Dy mau lempar kepada Gama, tapi Dy menahan diri. Dy akan mencari kesempatan supaya bisa berdua dengan Gama.
Dy harus mendekati Gama supaya bisa mengorek keterangan tentang kematian Ayahnya.
Memang kegiatan Klandestin sangat perlu mempelajari tehnik Elisitasi.
Dy akan memakai cara Elisitasi
Untuk membongkar kasus ini.
Dy akan mulai dari Gama. Perkembangan penyelidikan ini terasa Alot karena Dy harus menjaga Aby yang menjadi Target.
Untung Beck memaklumi dan tidak bermasalah kalau Dy tersita waktunya untuk Aby.
Mereka semua sudah bersiap mau berangkat kerja. Dy merasa Bibi memasang jarak dengan dirinya, tapi tetap saja Dy betusaha santun sama Bibi semuanya
Dy menuju ke garasi dan memanaskan Mobil. Sekarang Dy tidak akan menungguin aby di Kantor, Dy mau pulang mengambil pakaian ganti dan mengirim data-data.
Mobil Jazz itu melaju sedang menyusuri jalan Teuku Umar menuju Sunset Road.
Tidak ada pembicaraan berarti dari Nyonya Ida kepada Putranya.
Mereka ngobrol sekitar perkembangan Hotel Romero.
Dan harga Saham per Lot.
*******