I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 96



đź–¤Bab.96.


CEMBURU


Dilan tidak tahu kenapa Dy menariknya ke Ruangan Beck.


" Dilan sini cepat ". Kata Dy.


" Ada apa, Aku bisa di marah sama Beck. Sahut Dilan.


"Kita minum berdua ". Kata Dy menyuruh Dilan duduk disampingnya.


Dy menyiapkan 2cangkir Cappucino dan Sandwhich.


Dilan ragu-ragu memakannya.


" Dy ini punya siapa?, nanti Aku ditembak Beck". Tanya Dilan heran.


" Ini punyaku, Papa pasti beliin. Makan aja, Aku tanggung jawab". Kata Dy memaksa Dilan makan Sandwich.


" Dilan, bagaimana rencanamu? Jadi ndak Kita keluar Negeri ?".Tanya Dy


Merapatkan tubuhnya dengan Dilan.


" Jadilah, Kamu mau ikut denganku?,


Kalau begitu Kita ke Cina ". Kata Dilan serius. Dilan yang tidak mengerti siasatnya Dy merasa sangat Surprise.


Dilan reflek memeluk Dy.


" Heemm...heemm..". Dilan langsung melepaskan pelukannya dengan Dy, karena Beck dan Aby sudah di depannya.


Dilan langsung gemetar dan pucat.


" Maaf Pak, maaf Aby.....". Dilan berdiri tegap menunduk.


" Dilan ke Ruanganmu ". Perintah Beck Dilan langsung ngacir tanpa menoleh.


Muka Aby sudah merah melihat pemandangan tadi.


Dy pura-pura tidak mengerti kalau Aby marah.


" Paa...Aku akan tugas ke Cina dengan Dilan ". Kata Dy merajuk setelah Beck duduk disampingnya. Matanya sengaja melirik Aby.


"Aby duduk...". Beck menyuruh Aby duduk.


":Trimakasih Om. Sahut Aby serak.


" Tidak ada tugas ke Cina. Nanti Papa mau mengirim Kamu ke Uganda, kerja sama dengan Agen disana". Kata Beck tenang.


" Maksud Papa apa?, koq Papa tega sekali, Aku tidak mau". Protes Dy cepat.


" Kalau tidak mau, Dy harus tetap tinggal di Bali, Papa besok sudah harus balik ke Jakarta".


Kata Beck tertawa dalam hati.


"Aku tinggal di Bali saja, tapi sendiri ". Sahut Dy melirik Aby.


Dy diam mendengar Papanya mengusir Aby. Hatinya merasa sedih.


" Apa? Aby mau kemana?". Bisik Dy di kuping Aby.


" Mana tahu, biarin jangan di urus ". Kata Beck menambah Dy sedih.


Dy memandang Aby yang terus menunduk.


" Aby kalau mau pulang silahkan, beres-beresin barangnya dulu. Semoga saja Aby dapat pacar yang baik. Kalau pulang boleh naik gojek ". Kata Beck.


" Paa.. Aku mau pulang ". Dy cepat berdiri dan lari kedalam mengambil kunci Mobil.


"Itu bukti Dy cinta kepadamu". Bisik Beck kepada Aby.


Aby sangat berterimakasih kepada Beck yang selalu memberinya semangat.


" Om trimakasih..". Kata Aby berdiri. lalu keluar dari Ruangan Beck.


" Kamu kedepan pura-pura mencari Ojek". Bisik Beck lagi. Aby mengangguk dan keluar dari Ruangan Beck.


" Paa.. Aby kemana?". Teriak Dy khawatir.


" Mana Papa tahu, sudah pulang...


Belum selesai Beck bicara Dy sudah lari kedepan mengambil Mobilnya.


Hati Dy terasa sakit, Dy merasa sedih mendengar Aby di usir oleh Beck.


Air matanya jatuh.


Sepanjang jalan Dy tidak melihat Aby.


Dimanakah Kamu Sayank??. Bisik Dy dalam hati.


Dy kembali memutar Mobilnya, mungkin Aby terlewat...


Benar saja Aby terlihat berada di pinggir jalan. Dy langsung banting stir dan berhenti di depan Aby.


Dy keluar dari Mobil dan menarik tangan Aby.


" Cepat naik ". Teriak Dy. Akhirnya Aby naik ke Mobil sebelum banyak klakson yang berbunyi menyuruh Dy minggir.


Dy merasa lega Aby sudah di ketemukan.


Setelah jauh Dy meminggirkan Mobilnya dan berhenti dj pinggir jalan.


" Yank, Kamu sedih??". Tanya Dy menggemgam tangan Aby.


Melihat Aby diam Dy lalu mencium pipi Aby, tapi tidak ada reaksi dari Aby.


Kemudian Dy kembali menyetir mobilnya.


Dan belok ke Restoran Minang.


******