I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 79



đź–¤Bab.79.


DINNER


Ini hari kedua Aby dan Dy terkurung di Suite Room. Beck dan Dilan belum memberi kharbar.


Aby sangat bersyukur dipilih Beck untuk menjadi pendamping Dy.


Dia akan berusaha mengambil hati Dy. Bagaimanapun caranya Kamu harus bisa menundukkan Dy. Supaya Dy bisa mencintaimu. Itu pesan Beck setiap Mereka berdua bertemu.


Itulah yang menjadi masalah, walaupun Dy menyerahkan sebagian tubuhnya, tapi Aby masih ragu.


Apakah Dy mencintai dirinya atau sekedar nafsu saja.


Umpamanya kalau laki-laki lain ada di posisinya sekarang, apakah Dy juga berlaku mesra?.....


" Tuan..jangan melamun Belanda masih jauh....". Kata Dy ngeledek Aby.


" Pasti mikirin Vivi ya ". Sambung Dy lagi.


" Apa sih, Aku mikirin nasib Kita.


Kapan Kita keluar dari sini ". Sahut Aby ngeles.


" Kita lagi "Lockdown " jangan mimpi mau keluar. Kalau Beck sudah menemukan dalang dari masalah ini baru Kita bebas".


Sahut Dy sambil merubah chanel TV.


" Apa Kamu sudah tidak betah bersamaku?". Tanya Dy pura-pura marah.


" Ya sudah bosan disini, Aku maunya menibanmu di Ranjang" sahut Aby menbuat Dy langsung duduk di pangkuan Aby. Wajahnya di dekatkan ke Aby.


Jiwa mudanya tidak pernah bosan melakukan permainan asmara dengan Aby.


Dy berkhayal nikmatnya menjadi istri Aby. Kalau sudah sah menjadi istri, pasti tidak ada pembatas untuk melakukan asmara yang terpendam.


Dy semakin jauh mengkhayal, membuat gairahnya memuncak.


Dy baru tahu nikmatnya bercinta, walaupun masih terbatas.


Suara ketukan pintu membuat Dy menurunkan badannya dari pangkuan Aby.


Room service datang menyajikan makanan dan minuman, menyiapkan pesanan Dy, dan melakukan clear up.


Kemudian menunjukkan Bill.


Tapi Room Service kaget ketika melihat JM nya ada disitu.


" Maaf Pak... Saya tidak tahu bahwa ini pesanan Anda ".


" Tidak apa-apa, tugasmu sudah bagus ". Sahut Aby mengambil Bill dari Stafnya.


" Saya permisi Pak dan ...Nona...".


" Nyonya!!ini istri Saya". Sahut Aby membuat Dy malu.


"Tuan Aby yang ganteng Aku mau tanya, kenapa Kamu mengatakan Aku istrimu di depan Anak buahmu. Apa Kamu sudah ke hilangan nalar, atau Kamu mau semua karyawanmu heboh".


"Karena Kamu memang Istriku ". Sahut Aby langsung duduk di Meja makan.


Aby tidak peduli apa yang di katakan Dy, Aby sudah lapar banget.


Dy mengikuti Aby duduk di Meja makan.


Siang ini Dy memesan makanan Bali yang terdiri dari Nasi merah, sate pelecing, sate lilit, Ayam bongkot dan sambel.


Sayur urap Bali.


" Yank..nanti Kita berenang yok ". Ajak Dy.


" Oke..". Jawab Aby pendek.


" Aku boleh pakai Bikini?".


" Bugil juga boleh ". Jawab Aby.


" iihh genit ".


" Yank, Aku besok mau kerja, masalahnya Admesh harus balik ke Ubud ". Kata Aby.


Lama Dy tidak menjawab.


" Boleh khan Yank, kalau terlalu lama Aku cuti, kerjaannya bisa numpuk". Sambung Aby lagi.


" Oke...kurasa tidak masalah, toh Gama menganggap Kita keluar Kota ". Sahut Dy


Menyetujui kalau Aby mulai kerja.


"Kurasa Beck sudah menangani Gama".


Kata Aby mengakhiri makanannya.


" Apa tidak sebaiknya Kita telepon Beck?".


Tanya Dy sambil menikmati Dessert.


" Jangan!! Beck pasti lagi konsentrasi".


Kata Dy lalu berdiri.


Dy mendengar ada suara ketukkan pintu.


Tapi tidak ada siapapun ketika Dy mengintip dari lobang pengintip.


Mungkin salah dengar. Pikir Dy lalu kembali ke Meja makan.


*******